Mobilnya Diduga Ditabrak dengan Sengaja, Penyuluh Agama di Pasbar Minta Keadilan

Jurnalis: Wawan Saputra
Editor: Mustopa

29 Mar 2026 17:29

Thumbnail Mobilnya Diduga Ditabrak dengan Sengaja, Penyuluh Agama di Pasbar Minta Keadilan
Tangkapan layar peristiwa penabrakan mobil Ahmad Osen. (Foto: Ahmad Osen for Ketik.com)

KETIK, PASAMAN BARAT – Rangkaian peristiwa yang dialami penyuluh agama Ahmad Osen di Pasaman Barat memunculkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Kasus ini tak lagi dipandang sebagai kecelakaan lalu lintas biasa, melainkan diduga berkaitan dengan konflik yang ia alami sebelumnya dan telah lebih dulu masuk ranah hukum.

Ahmad Osen menjelaskan, 2 hari sebelum insiden tabrakan di Batang Umpai, Nagari Aia Gadang, Kecamatan Pasaman, dirinya telah melaporkan seorang niniak mamak berinisial MH ke Polres Pasaman Barat atas dugaan penganiayaan.

Dalam laporan tertanggal 8 Maret 2026 itu, Osen mengaku dipukul satu kali hingga mengalami lebam di bagian pipi dan telinga kiri.

Selang dua hari, tepatnya Selasa 10 Maret 2026 sekitar pukul 08.00 WIB, mobil Toyota Avanza putih yang dikendarainya terlibat kecelakaan dengan Mitsubishi Pajero hitam di jalur Aia Gadang–Simpang Empat. Peristiwa itu kemudian viral di media sosial.

Baca Juga:
25 Siswa SMA N 1 Lembah Melintang Lulus SNBP 2026, Berikut Daftarnya

Dalam rekaman yang beredar, terlihat mobil Pajero melaju di belakang kendaraan korban sebelum akhirnya terjadi benturan keras yang membuat Avanza oleng dan menghantam pembatas jalan.

“Oto ambo dilantak dek M.H, niniak mamak (mobil saya ditabrak oleh Ninik mamak bernama MH) Pak,” ujar Osen dalam video dengan suara bergetar.

Akibat kejadian tersebut, mobil korban mengalami kerusakan pada bagian depan dan belakang. Sementara kendaraan yang diduga menabrak meninggalkan lokasi begitu saja.

Seorang saksi mata menyebut benturan itu menyebabkan kendaraan korban kehilangan kendali.

Baca Juga:
Jangan Biarkan Hukum Rimba Tumbuh di Pasaman Barat

“Langsung oleng dan menyeruduk pembatas jalan di sebelah kiri. Untung ada pembatas, kalau tidak bisa jatuh ke jurang,” ujarnya.

Ia juga menilai situasi saat itu sangat berbahaya. Jika kendaraan oleng ke arah berlawanan, potensi kecelakaan fatal dengan kendaraan lain sangat besar.

Fakta bahwa insiden ini terjadi hanya dua hari setelah laporan penganiayaan memunculkan spekulasi di tengah masyarakat. Apakah ini murni kecelakaan atau ada unsur kesengajaan.

Ahmad Osen menegaskan pihaknya telah membuat 2 laporan polisi terkait peristiwa tersebut.

“Laporan kami ada dua. Pertama terkait penganiayaan, kedua terkait penabrakan. Untuk penganiayaan saat ini sudah tahap pemeriksaan saksi. Sedangkan laporan penabrakan, besok saya dan kuasa hukum akan tanyakan langsung ke Kapolres,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu 29 Maret 2026.

Ia berharap kasus yang menimpanya mendapat perhatian serius, apalagi saat peristiwa itu terjadi dirinya sedang bertugas sebagai aparatur sipil negara di bawah Kementerian Agama.

“Sebagai ASN yang dilindungi undang-undang, kami berharap kasus ini tidak tenggelam dan mendapat penanganan yang jelas,” katanya.

Diketahui, terlapor berinisial M.H juga pernah tersandung kasus hukum pada 2016 terkait penganiayaan terhadap anak di bawah umur.

Sementara itu, wartawan telah melayangkan permintaan konfirmasi kepada Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

Ahmad Osen dikenal sebagai penyuluh agama yang cukup aktif di Pasaman Barat. Selain rutin menyampaikan ceramah secara langsung, ia juga aktif memberikan penyuluhan keagamaan melalui berbagai platform media sosialnya. (*)

Baca Sebelumnya

Halalbihalal SMPN 2 Tulungagung Jadi Momen Reuni Penuh Kehangatan

Baca Selanjutnya

Arus Balik Lebaran 2026, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Daop 8 Surabaya

Tags:

Pasaman Barat Ahmad Osen Pajero Avanza

Berita lainnya oleh Wawan Saputra

25 Siswa SMA N 1 Lembah Melintang Lulus SNBP 2026, Berikut Daftarnya

7 April 2026 13:20

25 Siswa SMA N 1 Lembah Melintang Lulus SNBP 2026, Berikut Daftarnya

Jangan Biarkan Hukum Rimba Tumbuh di Pasaman Barat

1 April 2026 09:49

Jangan Biarkan Hukum Rimba Tumbuh di Pasaman Barat

Mobilnya Diduga Ditabrak dengan Sengaja, Penyuluh Agama di Pasbar Minta Keadilan

29 Maret 2026 17:29

Mobilnya Diduga Ditabrak dengan Sengaja, Penyuluh Agama di Pasbar Minta Keadilan

Janji Kampanye Belum Terwujud, Klaim Keberhasilan Pemda Pasbar Dinilai Terlalu Dini

27 Maret 2026 18:21

Janji Kampanye Belum Terwujud, Klaim Keberhasilan Pemda Pasbar Dinilai Terlalu Dini

Air Sungai Batang Sontang Pasbar Keruh, Warga Duga Dampak Tambang Emas Ilegal

24 Maret 2026 14:49

Air Sungai Batang Sontang Pasbar Keruh, Warga Duga Dampak Tambang Emas Ilegal

Investigasi Wartawan: Diduga Quarry Ilegal Rusak Jalan dan Cemari Air Sungai

19 Maret 2026 22:40

Investigasi Wartawan: Diduga Quarry Ilegal Rusak Jalan dan Cemari Air Sungai

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar