Tambang Emas Ilegal Kembali Marak di Pasaman Barat, Warga Soroti Pembiaran Aparat

Jurnalis: Wawan Saputra
Editor: Rahmat Rifadin

9 Apr 2025 08:53

Thumbnail Tambang Emas Ilegal Kembali Marak di Pasaman Barat, Warga Soroti Pembiaran Aparat
Sebuah ekskavator diduga sedang melakukan aktivitas PETI di Pasaman Barat. (Foto: Dok Warga for Ketik.co.id)

KETIK, PASAMAN BARAT – Usai perayaan Idulfitri 2025, aktivitas tambang emas tanpa izin (PETI) kembali merebak di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.

Ironisnya, kegiatan ini dilakukan secara terbuka, sehingga menimbulkan kecurigaan adanya pembiaran dari aparat keamanan, termasuk unsur TNI dan Polri.

Sejumlah alat berat kembali beroperasi di beberapa titik rawan tambang ilegal. Antara lain kawasan Sungai Batang Batahan di Kecamatan Ranah Batahan, Sungai Aur, wilayah Air Haji, serta di Rimbo Janduang yang berada di Kecamatan Pasaman.

“Alat berat mulai berdatangan usai Lebaran, dan sekarang makin terbuka. Seperti tak ada yang melarang,” kata seorang warga yang tak ingin disebutkan namanya, Selasa 8 April 2025.

Baca Juga:
Wakil Kepala BP Batam Turun Tangan Tindak Aktivitas Tambang Pasir Ilegal Kampung Jabi Nongsa

Kondisi ini menuai keprihatinan publik. Aktivitas PETI diyakini menimbulkan kerusakan ekologis yang serius. Mulai pencemaran sungai, rusaknya habitat alam, hingga meningkatnya risiko bencana seperti longsor dan banjir.

Tak hanya itu, aktivitas tersebut juga diduga dilakukan dengan menggunakan ratusan liter BBM solar bersubsidi setiap hari.

Ketua LSM Topan Pasaman Barat Arwin Lubis mendorong aparat penegak hukum bertindak tegas. “Kalau ini terus dibiarkan, rakyat yang akan jadi korban. Ini bukan cuma pelanggaran hukum, tapi ancaman nyata terhadap kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Pihak kepolisian sebelumnya menyebut telah membentuk tim khusus dan meningkatkan patroli di wilayah rawan.

Baca Juga:
Anomali Tambang Ilegal di Halsel: Hilang Saat Aparat Datang, Muncul Saat Pergi

Namun, efektivitasnya masih diragukan. Para pelaku tambang sering kali berhasil melarikan diri sebelum petugas tiba, menyisakan ekskavator dan lubang galian yang terbengkalai.

Pada Februari lalu, Kepolisian Daerah Sumbar menggelar operasi besar di Kecamatan Sungai Beremas.

Hasilnya, 8 orang diamankan dan 2 ekskavator disita.

Meskipun sempat menjadi titik terang, aktivitas serupa kini kembali terlihat dengan skala lebih besar.

Lebih mengkhawatirkan, warga mencurigai ada pembiaran dari oknum aparat. Keberadaan alat berat yang masuk ke lokasi seharusnya tak sulit terpantau. “Kalau benar diawasi, tak mungkin ekskavator bisa keluar-masuk seenaknya,” tegas Ilham, warga setempat.

Situasi ini menyoroti lemahnya pengawasan dan belum maksimalnya sinergi antar pemangku kepentingan.

Pemerintah daerah, aparat hukum, serta TNI-Polri diharapkan segera bertindak. Keutuhan lingkungan dan keselamatan masyarakat terlalu penting untuk dikorbankan demi keuntungan segelintir pihak.(*)

Baca Sebelumnya

Kadisdikbud Pemalang Hadiri Halalbihalal KWK Petarukan: Mari Jaga Kenyamanan Bekerja

Baca Selanjutnya

‎Menko Pangan Zulhas Akan Jadikan Telur Alat Negosiasi Tarif Trump ke AS ‎

Tags:

PETI Pasaman Barat tambang emas ilegal kerusakan lingkungan Pasaman Barat tambang ilegal pasaman

Berita lainnya oleh Wawan Saputra

25 Siswa SMA N 1 Lembah Melintang Lulus SNBP 2026, Berikut Daftarnya

7 April 2026 13:20

25 Siswa SMA N 1 Lembah Melintang Lulus SNBP 2026, Berikut Daftarnya

Jangan Biarkan Hukum Rimba Tumbuh di Pasaman Barat

1 April 2026 09:49

Jangan Biarkan Hukum Rimba Tumbuh di Pasaman Barat

Mobilnya Diduga Ditabrak dengan Sengaja, Penyuluh Agama di Pasbar Minta Keadilan

29 Maret 2026 17:29

Mobilnya Diduga Ditabrak dengan Sengaja, Penyuluh Agama di Pasbar Minta Keadilan

Janji Kampanye Belum Terwujud, Klaim Keberhasilan Pemda Pasbar Dinilai Terlalu Dini

27 Maret 2026 18:21

Janji Kampanye Belum Terwujud, Klaim Keberhasilan Pemda Pasbar Dinilai Terlalu Dini

Air Sungai Batang Sontang Pasbar Keruh, Warga Duga Dampak Tambang Emas Ilegal

24 Maret 2026 14:49

Air Sungai Batang Sontang Pasbar Keruh, Warga Duga Dampak Tambang Emas Ilegal

Investigasi Wartawan: Diduga Quarry Ilegal Rusak Jalan dan Cemari Air Sungai

19 Maret 2026 22:40

Investigasi Wartawan: Diduga Quarry Ilegal Rusak Jalan dan Cemari Air Sungai

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H