Pengamat Nilai Hasil Debat Terakhir Sumsel: HDCU Banyak Mengelak

Jurnalis: Wisnu Akbar Prabowo
Editor: Millah Irodah

23 Nov 2024 09:00

Thumbnail Pengamat Nilai Hasil Debat Terakhir Sumsel: HDCU Banyak Mengelak
Tiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan saat mengikuti Debat Terakhir Pemilihan Kepala Daerah Sumatera Selatan 2024 di Ballroom Hotel Arya Duta Palembang, Kamis 21 November 2024. (Foto: Wisnu Akbar Prabowo/Ketik.co.id)

KETIK, PALEMBANG – Debat Terakhir Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Selatan (Sumsel) 2024 telah usai dilaksanakan. Para pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur telah menyampaikan argumen terbaiknya di atas panggung.

Meski demikian, debat yang dilaksanakan pada Kamis, 21 November 2024 kemarin tak luput dari celah kesalahan para paslon. Ada yang terlihat unggul, ada juga yang tampil secara lugu.

Mengenai performa para paslon di Debat Terakhir Pilkada Sumsel 2024, pengamat politik Sumsel, Bagindo Togar mengkritik pedas paslon nomor urut 01, Herman Deru-Cik Ujang (HDCU). Menurut Bagindo, Herman Deru tampak mengeliminasi posisi Cik Ujang dalam debat.

“Herman Deru ini tega memarjinalkan calon wakilnya dengan segala keterbatasannya Itu, ‘kan beliau calon wakil dia. Dia (Cik Ujang) ketua partai, mantan bupati, tapi kok Herman Deru ‘tega’ memarjinalkannya,” kata Bagindo, Jumat 22 November 2024.

Baca Juga:
Perantau asal Sumsel di Jatim Merapat! Kangen Kampung Halaman? Ayo Hadir di Silaturahmi Akbar "Dari Kito untuk Kito"

Bagindo menganggap bahwa gubernur dan wakil gubernur adalah satu kesatuan, sehingga keduanya adalah pasangan yang harus saling melengkapi.

Selain itu, ketika ditantang oleh Anita untuk bersuara, Bagindo menilai Cik Ujang justru menunjukkan sisi keluguannya. Padahal, pada saat itulah Cik Ujang punya kesempatan untuk menunjukkan kapabilitasnya.

“Cik Ujang juga ketika muncul, dia menunjukkan keluguan dan kepolosannya, masa bilang ‘takut tidak bisa terjawab’, jadi lucu, kan?” lanjut dia.

Bagindo juga mengkritik jawaban Herman Deru yang cenderung mengelak dan lepas dari tanggung jawab terhadap permasalahan di provinsi Sumsel. Meski tidak muncul di era pemerintahan Deru, namun sebagai gubernur, Herman Deru turut bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah yang ada.

Baca Juga:
Bupati Musi Rawas Ratna Machmud Hadiri Peringatan HKG PKK Ke 54

Menurutnya, Herman Deru menyampaikan argumen yang tidak punya korelasi dengan masalah yang dibahas. Argumen itu, tutur Bagindo, juga cenderung sangat normatif dan tidak menghadirkan solusi alternatif terhadap masalah yang tengah dihadapi.

“Herman Deru cenderung mengelak dan lepas dari tanggung jawab terhadap permasalahan yang memang tidak muncul di era pemerintahan dia. Tapi nggak bisa begitu. Masalah itu tetap harus diselesaikan. Nggak mungkin masalah Masjid Sriwijaya kita kembalikan lagi ke Pak Alex,” terang Bagindo.

“Pemerintahan itu sistemnya berkelanjutan, nomenklaturnya itu jabatan atau institusi gubernur, bukan personal. Jadi kalau ada masalah di era gubernur sebelumnya, gubernur selanjutnya ya tetap bertanggung jawab menyelesaikannya, bukan mengelak,” cecarnya.

Berdasarkan penilaian Bagindo, secara keseluruhan, paslon nomor urut 02, Eddy Santana Putra-Riezky Aprilia tampak jauh lebih menonjol ketimbang paslon lain.

Menurut Bagindo, baik Eddy maupun Riezky, keduanya sama-sama ingin tampak lebih dominan. Hal tersebut terlihat pada saat keduanya mendapat kesempatan untuk berbicara. Mereka tampak saling bergantian berbicara dengan menyampaikan argumennya masing-masing.

Akan tetapi, Bagindo menganggap pertanyaan maupun pernyataan yang diajukan keduanya justru terkesan menyerang ketimbang fokus pada pemecahan masalah.

“Kelebihan paslon 02, mereka lebih cerdas dan tangkas, tetapi mereka itu murni menyerang. Dua-duanya bicara. Terjadi upaya saling menonjol antara Eddy dan Riezky. Mungkin karena mereka sama-sama tergolong cerdas, ya, jadi mereka berdua sepertinya bersaing, ingin saling menonjol,” terang Bagindo.

Sementara itu, paslon nomor urut 03, yakni Mawardi Yahya-Anita Noeringhati jauh lebih mengunggulkan sosok wakil. Dalam beberapa kali kesempatan, Anita lebih banyak menguasai mikrofon ketimbang Mawardi.

Masih menurut Bagindo, dia menilai bahwa Mawardi menyadari kekurangannya, sehingga dia memberikan ruang lebih banyak kepada Anita untuk berargumen di atas panggung.

“Meski yang menonjol wakilnya, tapi Pak Mawardi masih tampil legowo dan hanya menyampaikan hal-hal penting saja. Pak Mawardi sadar akan kekurangannya, makanya dia beri ruang yang lebih luas untuk Ibu Anita dalam mempresentasikan gagasan maupun argumentasinya, karena beliau menganggap sejatinya Ibu Anita itu memang lebih cerdas juga lugas,” tutupnya. (*)

Baca Sebelumnya

Mission Complete Persebaya! Tumbangkan Persija 2-1, Putus Rekor Buruk dan Puncaki Liga 1

Baca Selanjutnya

Paslon Gus Tutup Debat Pilbup Malang dengan Kampanyekan Khofifah-Emil: Coblos Nomor 2!

Tags:

Debat Pilkada 2024 sumsel Calon Gubernur herman deru hdcu Eddy santana putra mawardi yahya anita

Berita lainnya oleh Wisnu Akbar Prabowo

Perkuat Posisi Perusahaan Berbasis AI, Indosat Raih Pertumbuhan Laba Bersih dan EBITDA Dua Digit di 2024

10 Februari 2025 19:09

Perkuat Posisi Perusahaan Berbasis AI, Indosat Raih Pertumbuhan Laba Bersih dan EBITDA Dua Digit di 2024

Indosat Gandeng TREBEL Music Hadirkan Fitur Download Musik Berbasis AI

7 Februari 2025 16:29

Indosat Gandeng TREBEL Music Hadirkan Fitur Download Musik Berbasis AI

Rayakan HUT ke-21, Novotel Palembang Adakan Beragam Kegiatan Seru

31 Januari 2025 14:09

Rayakan HUT ke-21, Novotel Palembang Adakan Beragam Kegiatan Seru

KAI Divre III Palembang Layani 16 Ribu Pelanggan Selama Libur Isra Miraj dan Imlek 2025

30 Januari 2025 17:35

KAI Divre III Palembang Layani 16 Ribu Pelanggan Selama Libur Isra Miraj dan Imlek 2025

Rayakan Pesona Imlek Tahun Ular Kayu 2025 Bersama ARYADUTA Palembang

28 Januari 2025 12:16

Rayakan Pesona Imlek Tahun Ular Kayu 2025 Bersama ARYADUTA Palembang

Dorong Transformasi AI di Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison dan AIonOS Jalin Sinergi

28 Januari 2025 11:05

Dorong Transformasi AI di Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison dan AIonOS Jalin Sinergi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar