Eddy Santana Sebut Sumsel Banyak Proyek Mangkrak dan Tak Masuk Akal di Era Herman Deru

Jurnalis: Wisnu Akbar Prabowo
Editor: Millah Irodah

22 Nov 2024 16:11

Thumbnail Eddy Santana Sebut Sumsel Banyak Proyek Mangkrak dan Tak Masuk Akal di Era Herman Deru
Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan nomor urut 02, Eddy Santana Putra-Riezky Aprilia mengkritisi masa pemerintahan Herman Deru yang banyak proyek mangkrak dan tak masuk akal pada Debat Terakhir Pemilihan Kepala Daerah Sumsel 2024. (Foto: Wisnu Akbar Prabowo/Ketik.co.id)

KETIK, PALEMBANG – Pada Debat Terakhir Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Selatan (Sumsel) 2024, calon gubernur (cagub) nomor urut 02, Eddy Santana Putra mengkritisi masa pemerintahan Herman Deru, di mana Eddy menyebut banyak proyek mangkrak dan tidak masuk akal.

Perdebatan mengenai proyek mangkrak itu terjadi pada segmen ketiga debat, di mana para pasangan calon (paslon) mempunyai kesempatan untuk saling bertanya jawab. Di waktu tersebut, Eddy menyinggung masalah Jakabaring Sport City (JSC) yang terkesan kumuh dan terbengkalai.

Eddy kemudian menyebutkan bahwa di masa pemerintahan Herman Deru, banyak proyek lain yang terkesan mangkrak sampai sekarang, di antaranya proyek Masjid Sriwijaya, yang sampai hari ini belum juga selesai.

Masjid Sriwijaya sendiri mulai dibangun pada tahun 2015 di masa pemerintahan Alex Noerdin, di mana masjid tersebut rencananya akan dibangun di tanah seluas 15 hektare milik Pemerintah Provinsi Sumsel di Jakabaring, dekat dengan Kampus B Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.

Baca Juga:
Bupati Musi Rawas Ratna Machmud Hadiri Peringatan HKG PKK Ke 54

Dana sebesar Rp130 miliar telah mengucur dari kantong pemerintah. Namun, hingga hari ini, bangunan Masjid Sriwijaya hanya berupa pondasi yang dibiarkan begitu saja.

Pembangunan masjid ini memang direncanakan untuk tidak dilanjutkan oleh Herman Deru setelah Alex Noerdin tersangkut kasus tindak pidana korupsi. Padahal saat itu, pemerintah sudah mempunyai anggaran senilai Rp200 miliar untuk pembangunan Masjid Sriwijaya.

Proyek mangkrak sekaligus tidak masuk akal lainnya adalah rencana pemindahan Kantor Gubernur Sumsel ke daerah Keramasan. Eddy menilai, pemindahan Kantor Gubernur yang direncanakan mulai dibangun pada 2023 ini adalah suatu hal yang tidak logis.

Menurut Eddy, inisiatif Herman Deru untuk memindahkan Kantor Gubernur bukanlah hal yang mendesak. Eddy mengatakan bahwa masih banyak hal lain yang patut menjadi prioritas ketimbang memindahkan Kantor Gubernur ke daerah lain dan memakan banyak anggaran.

Baca Juga:
Pembangunan RKB PAUD di Sampang Mangkrak, Aktivis Desak Pemkab Cari Solusi

Sedangkan, Eddy menyebutkan, Kantor Gubernur Sumsel saat ini masih layak dipakai, dan jikalau perlu, pemerintah hanya perlu melakukan perbaikan saja dan fokus pada hal lain yang lebih penting.

“Ada rencana yang tidak logis, yaitu memindahkan Kantor Gubernur Sumsel ke Keramasan. Saya kira, ada hal yang lebih prioritas ketimbang memindahkan Kantor Gubernur. Rencana Anda itu sudah melakukan penimbunan dan sekarang mangkrak di Keramasan,” tutur Eddy.

Kemudian, Eddy juga mengaku prihatin dengan sejumlah fasilitas umum yang dibiarkan begitu saja tanpa perhatian serius dari pemerintah, salah satunya adalah gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumsel.

Sementara itu, calon wakil gubernur nomor urut 02, Riezky Aprilia menyayangkan minimnya kepedulian pemerintah yang tidak menyerahkan pemeliharaan fasilitas umum kepada pihak yang lebih profesional.

Riezky turut menilai bahwa Herman Deru belum menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan dan justru meninggalkan sejumlah aspek penting terhadap pemeliharaan aset daerah.

“Saya prinsipnya menghormati Herman Deru sebagai gubernur, tapi kami berharap adanya sustainable development atau pembangunan berkelanjutan, yang baik kita lanjutkan yang tidak baik kita tinggalkan.  Sangat disayangkan JSC terbengkalai begitu saja. Kalau tidak mampu, kita berikan kepada mereka yang profesional, bukan karena kedekatan personal,” terang dia.

Pada kesempatan selanjutnya, Deru pun menanggapi sejumlah kritikan yang dia terima. Namun, alih-alih memberikan jawaban yang logis, Deru justru berdalih beberapa masalah proyek mangkrak dan terabaikan itu terjadi sebelum serta sesudah masa jabatannya, salah satunya adalah masalah sengketa tanah Masjid Sriwijaya.

“Tidak mungkin kita menganggarkan proyek besar jika tanahnya belum jelas, itu malah meninggalkan masalah dan itu (sengketa tanah Masjid Sriwijaya) terjadi sebelum masa saya menjabat gubernur. Sedangkan kondisi JSC dan Wisma Atlet yang tidak terawat itu kondisi terkini, saya sudah tinggalkan itu satu tahun yang lalu,” tukas Deru.

Foto Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 01, Herman Deru-Cik Ujang saat mengikuti Debat Terakhir Pemilihan Kepala Daerah Sumsel 2024. Deru menyatakan, Sumsel adalah provinsi yang luas, sehingga pembahasan debat yang hanya berfokus pada satu titik permasalahan itu tidak cukup. (Foto: Wisnu Akbar Prabowo/Ketik.co.id)Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 01, Herman Deru-Cik Ujang saat mengikuti Debat Terakhir Pemilihan Kepala Daerah Sumsel 2024. Deru menyatakan, Sumsel adalah provinsi yang luas, sehingga pembahasan debat yang hanya berfokus pada satu titik permasalahan itu tidak cukup. (Foto: Wisnu Akbar Prabowo/Ketik.co.id)

Deru kemudian mengatakan bahwa pembahasan yang hanya berfokus pada satu titik masalah itu terlalu sempit. Sebab, Sumsel merupakan provinsi yang sangat luas dengan aneka ragam permasalahan.

Deru menambahkan, bahwa di luar dari proyek-proyek yang disebutkan Eddy dan Riezky, ada pencapaian lain yang patut diapresiasi, salah satunya adalah pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Menurut Deru, IPM Sumsel tahun 2023 yang berada pada poin 73,18 adalah sebuah pencapaian yang baik.

Dia kemudian menyebutkan, sebagai petahana, dirinya jauh lebih tahu mengenai persoalan-persoalan di Provinsi Sumsel.

“Sumsel itu provinsi terluas di Sumatera, maka saat kita debat publik, saya kalau hanya membahas satu titik itu kurang karena Sumsel terlalu luas. Suksesnya pemerintahan adalah dalam parameter IPM yang mana kita pada poin tinggi 73,18. Ini adalah bukti suksesnya sebuah pemerintahan,” tutupnya. (*)

Baca Sebelumnya

Sheraton Surabaya Hadirkan Me Time untuk Ibu dan Keluarga di Surabaya

Baca Selanjutnya

Serial Drama "Silo", Tontonan Menarik di Penghujung Tahun

Tags:

Debat Pilkada 2024 Eddy santana putra herman deru proyek mangkrak terabaikan fasilitas Calon Gubernur

Berita lainnya oleh Wisnu Akbar Prabowo

Perkuat Posisi Perusahaan Berbasis AI, Indosat Raih Pertumbuhan Laba Bersih dan EBITDA Dua Digit di 2024

10 Februari 2025 19:09

Perkuat Posisi Perusahaan Berbasis AI, Indosat Raih Pertumbuhan Laba Bersih dan EBITDA Dua Digit di 2024

Indosat Gandeng TREBEL Music Hadirkan Fitur Download Musik Berbasis AI

7 Februari 2025 16:29

Indosat Gandeng TREBEL Music Hadirkan Fitur Download Musik Berbasis AI

Rayakan HUT ke-21, Novotel Palembang Adakan Beragam Kegiatan Seru

31 Januari 2025 14:09

Rayakan HUT ke-21, Novotel Palembang Adakan Beragam Kegiatan Seru

KAI Divre III Palembang Layani 16 Ribu Pelanggan Selama Libur Isra Miraj dan Imlek 2025

30 Januari 2025 17:35

KAI Divre III Palembang Layani 16 Ribu Pelanggan Selama Libur Isra Miraj dan Imlek 2025

Rayakan Pesona Imlek Tahun Ular Kayu 2025 Bersama ARYADUTA Palembang

28 Januari 2025 12:16

Rayakan Pesona Imlek Tahun Ular Kayu 2025 Bersama ARYADUTA Palembang

Dorong Transformasi AI di Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison dan AIonOS Jalin Sinergi

28 Januari 2025 11:05

Dorong Transformasi AI di Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison dan AIonOS Jalin Sinergi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H