Film Dokumenter Mother Earth Angkat Tradisi Tunggu Tubang sebagai Inspirasi Ketahanan Pangan

Jurnalis: Nanda Apriadi
Editor: Rahmat Rifadin

16 Sep 2025 18:27

Thumbnail Film Dokumenter Mother Earth Angkat Tradisi Tunggu Tubang sebagai Inspirasi Ketahanan Pangan
Tampak peneliti, sineas Ghompok Kolektif, kreator buku foto Badah Puyang, perwakilan Dinas Kebudayaan Sumsel, BPK, serta para narasumber adat Semende berpose bersama sebagai simbol kolaborasi menjaga tradisi dan ketahanan pangan berkelanjutan. Selasa 16 September 2025 (Foto: Ghompok Kolektif)

KETIK, PALEMBANG – Sebuah karya dokumenter bertajuk Mother Earth: Tunggu Tubang Tak Akan Tumbang resmi diputar perdana di UPT Perpustakaan UIN Raden Fatah Palembang, Senin 15 September 2025.

Film garapan Ghompok Kolektif ini mengangkat kearifan lokal masyarakat adat Semende, Sumatera Selatan, yang menjadikan tradisi Tunggu Tubang sebagai sistem ketahanan pangan berkelanjutan.

Didukung oleh Kementerian Kebudayaan melalui LPDP dan Dana Indonesia, film ini hadir sebagai upaya memperkuat riset, seni, dan kebudayaan melalui medium sinema. Tradisi Tunggu Tubang—yang menempatkan perempuan sebagai pewaris rumah dan sawah—ditampilkan bukan sekadar warisan budaya, melainkan juga strategi hidup yang relevan menjawab tantangan modernisasi.

Perwakilan Ghompok Kolektif, Ahmad Rizky Prabu, menyebut film ini digarap selama satu tahun sejak Desember 2024 dengan melibatkan hampir 20 kru.

Baca Juga:
Skandal KUR Fiktif Bank Sumsel Babel Semendo, 6 Terdakwa Disidang di Tipikor Palembang

“Kami ingin menunjukkan bahwa kearifan lokal, seperti tradisi Tunggu Tubang, adalah strategi ketahanan pangan yang masih relevan hingga hari ini,” ujarnya.

Sutradara film, Muhammad Tohir, menambahkan bahwa sistem adat ini telah berjalan ratusan tahun dan tetap menjadi jawaban atas krisis pangan global.

“Kami menggarap film ini dengan pendekatan dokumenter non-naratif yang menekankan visualisasi fakta dan kisah masyarakat Semende. Antusiasme penonton hari ini menjadi bukti bahwa isu budaya bisa diterima dengan baik,” katanya.

Acara pemutaran film disertai diskusi publik yang menghadirkan peneliti Dian Maulina (dosen UIN Raden Fatah) serta duo kreator buku foto Badah Puyang, Ahmad Rizki Prabu dan Yuni Rahmawati. Diskusi menyoroti pentingnya dokumentasi budaya, peran perempuan dalam adat, dan nilai tradisi sebagai penjaga lingkungan serta pangan.

Baca Juga:
Di Sidang Tipikor Palembang, Bupati OKU Mengaku Tak Tahu Polemik APBD 2025

Hadir dalam acara tersebut, Dian Permata Suri dari Dinas Kebudayaan Sumsel menyampaikan bahwa film ini memperkuat pengusulan Tunggu Tubang sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) 2026.

“Insyaallah Tunggu Tubang lolos seleksi WBTB tahun depan. Terima kasih kepada Ghompok Kolektif yang sudah mengangkat tradisi ini ke publik,” ucapnya.

Sementara Dedi Afrianto, Pamong Budaya BPK, menegaskan bahwa proyek ini merupakan salah satu pemenang nasional dalam program kebudayaan LPDP-Dana Indonesia. “Semoga karya-karya seperti ini terus lahir dari Sumatera Selatan,” katanya.

Tak ketinggalan, Eliana, salah satu Tunggu Tubang sekaligus narasumber film, menyampaikan komitmennya menjaga tradisi leluhur.

“InsyaAllah kami bersama masyarakat Semende akan terus melestarikan Tunggu Tubang,” tegasnya.

Dengan dukungan LPDP dan Dana Indonesia, film Mother Earth bukan hanya karya seni, tetapi juga sarana edukasi dan refleksi tentang pentingnya menjaga bumi melalui nilai budaya. Sebuah pesan dari Semende untuk dunia: kearifan lokal bisa menjadi jawaban atas krisis global.(*) 

Baca Sebelumnya

DUKA BALI: 18 Nyawa Melayang, 4 Hilang! Ini Update Pencarian Korban Banjir

Baca Selanjutnya

Tenang, Mental Health Dijamin BPJS Kesehatan

Tags:

Pelestarian budaya launching Film dokumenter dokumenter budaya Lokal Budaya Nusantara kota palembang

Berita lainnya oleh Nanda Apriadi

Hakim Tolak Praperadilan, Kejati Sumsel Lanjutkan Kasus Suap Irigasi Muara Enim

15 April 2026 20:40

Hakim Tolak Praperadilan, Kejati Sumsel Lanjutkan Kasus Suap Irigasi Muara Enim

Kejati Sumsel Geledah Tiga Lokasi, Usut Dugaan Korupsi Pelayaran Sungai Lalan Muba

15 April 2026 20:32

Kejati Sumsel Geledah Tiga Lokasi, Usut Dugaan Korupsi Pelayaran Sungai Lalan Muba

Kinerja Positif, PTP Nonpetikemas Palembang Sukses Tangani 4.509 Ton Bahan Baku Pupuk Impor

15 April 2026 15:16

Kinerja Positif, PTP Nonpetikemas Palembang Sukses Tangani 4.509 Ton Bahan Baku Pupuk Impor

Duplik Dibacakan, Eks Dirjen Perkeretaapian Minta Bebas di Kasus Korupsi LRT Palembang

14 April 2026 22:55

Duplik Dibacakan, Eks Dirjen Perkeretaapian Minta Bebas di Kasus Korupsi LRT Palembang

Skandal KUR Fiktif Bank Sumsel Babel Semendo, 6 Terdakwa Disidang di Tipikor Palembang

14 April 2026 21:53

Skandal KUR Fiktif Bank Sumsel Babel Semendo, 6 Terdakwa Disidang di Tipikor Palembang

Crazy Rich OKI Diseret Kasus TPPU Narkotika, Jaksa Tuntut 5 Tahun Penjara dan Sita Aset Puluhan Miliar

14 April 2026 20:33

Crazy Rich OKI Diseret Kasus TPPU Narkotika, Jaksa Tuntut 5 Tahun Penjara dan Sita Aset Puluhan Miliar

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H