Sidang Kasus Kepemilikan Senjata Api di PN Palembang, Jaksa Hadirkan Saksi Kunci dan Polisi

Jurnalis: Nanda Apriadi
Editor: Mustopa

25 Nov 2025 23:38

Thumbnail Sidang Kasus Kepemilikan Senjata Api di PN Palembang, Jaksa Hadirkan Saksi Kunci dan Polisi
Majelis Hakim saat memeriksa keterangan saksi dalam sidang perkara kepemilikan senjata api dengan terdakwa Karnedy di Pengadilan Negeri Palembang, Selasa 25 November 2025. (Foto: M Nanda/Ketik.com)

KETIK, PALEMBANG – Sidang lanjutan perkara kepemilikan senjata api rakitan dengan terdakwa Karnedy bin Masnan kembali digelar di Pengadilan Negeri Palembang, Selasa 25 November 2025. 

Dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dian menghadirkan tiga saksi, yakni Sudarmawan, Aldi alias Al (Berkas perkara terpisah) dan saksi dari kepolisian, yang diperiksa di hadapan majelis hakim yang diketuai Samuel Ginting.

Dalam keterangannya, saksi dari kepolisian menjelaskan bahwa Aldi menggadaikan satu pucuk senjata api rakitan kepada Sudarmawan sebesar Rp1,2 juta. Senjata tersebut sebelumnya didapat Aldi dari terdakwa Karnedy, juga dengan sistem gadai pada tahun 2024.

Baik Aldi maupun Sudarmawan kompak menyebut bahwa senjata itu berasal dari terdakwa. Namun, keduanya kemudian saling menyalahkan.

Baca Juga:
Skandal KUR Fiktif Bank Sumsel Babel Semendo, 6 Terdakwa Disidang di Tipikor Palembang

Aldi mengaku dirinya justru “dijerumuskan” oleh Sudarmawan, sementara terdakwa Karnedy mengklaim ia dijebak oleh Emi (DPO) dan juga Aldi.

Pernyataan para terdakwa langsung ditanggapi tegas oleh Hakim Samuel Ginting.

“Dia berkata jujur kepada polisi, bukan menjerumuskan kamu,” ujar hakim menegaskan di ruang sidang. 

Dalam berkas dakwaan terungkap rangkaian peristiwa berawal Polisi menerima informasi bahwa Sudarmawan, seorang pedagang sayur di Pasar Induk Jakabaring, menyimpan senjata api.

Baca Juga:
Crazy Rich OKI Diseret Kasus TPPU Narkotika, Jaksa Tuntut 5 Tahun Penjara dan Sita Aset Puluhan Miliar

Setelah dilakukan penggeledahan, polisi menemukan 1 pucuk senjata api rakitan jenis revolver dan 4 butir amunisi kaliber 9 mm di rumah Sudarmawan.

Sudarmawan mengaku senjata itu ia terima dari Aldi dengan cara gadai sebesar Rp1,2 juta untuk berjaga diri.

Polisi menangkap Aldi di kawasan Bundaran Air Mancur Jakabaring. Aldi kemudian mengakui bahwa senjata tersebut ia terima dari terdakwa Karnedy, yang sebelumnya menerima titipan senjata dari Emi (DPO) untuk digadaikan.

Polisi akhirnya menangkap Karnedy di rumahnya di Plaju Darat. Terdakwa mengakui pernah menyerahkan senjata tersebut kepada Aldi untuk digadaikan.

Selain itu, saksi Rusli memperkuat keterangan tersebut karena pernah melihat terdakwa dan Aldi melakukan transaksi penyerahan senjata di dekat Jembatan Dekranasda.

Bidlabfor Polda Sumsel memastikan bahwa senpi rakitan tersebut berfungsi dan dapat digunakan untuk menembak serta empat butir peluru kaliber 9 mm yang diperiksa adalah peluru tajam aktif yang masih dapat meledak. 

Perbuatan terdakwa dijerat Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No.12/1951, tentang kepemilikan senjata api tanpa hak, dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati, serta minimal 20 tahun penjara.

Untuk agenda sidang selanjutnya Hakim menjadwalkan pembacaan tuntutan oleh JPU pada Senin, 8 Desember 2025.(*) 

Baca Sebelumnya

Kejaksaan Buleleng Musnahkan 332 Gram Sabu Hasil Penanganan 3 Bulan

Baca Selanjutnya

UIN Malang dan Amasya University Turki Resmi Jajaki Kerja Sama Global di Bidang Riset dan Akademik

Tags:

senjata api rakitan Tindak kriminalitas Pengadilan Negeri Palembang kota palembang

Berita lainnya oleh Nanda Apriadi

Duplik Dibacakan, Eks Dirjen Perkeretaapian Minta Bebas di Kasus Korupsi LRT Palembang

14 April 2026 22:55

Duplik Dibacakan, Eks Dirjen Perkeretaapian Minta Bebas di Kasus Korupsi LRT Palembang

Skandal KUR Fiktif Bank Sumsel Babel Semendo, 6 Terdakwa Disidang di Tipikor Palembang

14 April 2026 21:53

Skandal KUR Fiktif Bank Sumsel Babel Semendo, 6 Terdakwa Disidang di Tipikor Palembang

Crazy Rich OKI Diseret Kasus TPPU Narkotika, Jaksa Tuntut 5 Tahun Penjara dan Sita Aset Puluhan Miliar

14 April 2026 20:33

Crazy Rich OKI Diseret Kasus TPPU Narkotika, Jaksa Tuntut 5 Tahun Penjara dan Sita Aset Puluhan Miliar

Di Sidang Tipikor Palembang, Bupati OKU Mengaku Tak Tahu Polemik APBD 2025

14 April 2026 15:04

Di Sidang Tipikor Palembang, Bupati OKU Mengaku Tak Tahu Polemik APBD 2025

Dugaan Korupsi Tanah Pemkab Muba, Kantor BPKAD dan Tapem Digeledah Kejari

14 April 2026 11:38

Dugaan Korupsi Tanah Pemkab Muba, Kantor BPKAD dan Tapem Digeledah Kejari

Praktik Kesehatan Ilegal di Ogan Ilir Diduga Makan Korban, Pengamat Minta Kemenkes Turun Tangan

13 April 2026 22:03

Praktik Kesehatan Ilegal di Ogan Ilir Diduga Makan Korban, Pengamat Minta Kemenkes Turun Tangan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar