Setelah 2 Minggu, Kapolda Sumsel Buka Suara Soal Kasus Dokter Koas

Jurnalis: Wisnu Akbar Prabowo
Editor: Millah Irodah

27 Des 2024 14:47

Thumbnail Setelah 2 Minggu, Kapolda Sumsel Buka Suara Soal Kasus Dokter Koas
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Kapolda Sumsel), Andi Rian R Djajadi usai meninjau pengamanan jelang Hari Natal di Gereja Katedral Santa Maria Kota Palembang. Rian mengatakan, kepolisian telah berkoordinasi dengan kejaksaan untuk menangani kasus dokter koas. (Foto: Wisnu Akbar Prabowo/Ketik.co.id)

KETIK, PALEMBANG – whMemasuki pekan ketiga, kasus penganiayaan terhadap Muhammad Luthfi Hadhyan (21), dokter koas di Palembang, mulai redup dari sorotan media.

Kasus penganiayaan tersebut viral saat sebuah video pemukulan terhadap Luthfi yang dilakukan oleh Fadilla alias FD (36) bermunculan di media sosial secara beramai-ramai pada Kamis, 12 Desember 2024 lalu.

Kasus tersebut sempat menjadi topik hangat di kalangan masyarakat selama sepekan lebih. Namun kini, kasus itu bak hilang ditelan bumi.

Pihak kepolisian mengatakan bahwa mereka tengah berkoordinasi dengan kejaksaan untuk membawa kasus tersebut ke tahap berikutnya. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Kapolda Sumsel), Andi Rian R Djajadi usai dirinya meninjau pengamanan saat Hari Natal tiba.

Baca Juga:
Sidang Pembunuhan di PN Palembang, Istri Korban Ungkap Detik-Detik Joko Samara Ditemukan Tak Bernyawa

“Tim penyidik sudah berkomunikasi dengan kejaksaan. Kita lihat bagaimana perkembangannya nanti,” kata Rian.

Dia belum bisa memastikan kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus ini. Menurutnya, keputusan terkait penetapan tersangka baru akan bergantung pada hasil pemeriksaan yang tengah dilakukan oleh pihak penyidik.

“Terkait hal itu belum bisa dikatakan seperti itu, tergantung hasil pemeriksaan tim penyidik nanti,” lanjutnya.

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada Senin, 16 Desember 2024, Lady A. Pramesti dan ibunya, Sri Meilina—dua nama yang ikut terseret pada kasus penganiayaan dokter koas—menjalani pemeriksaan secara intensif oleh Penyidik Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel.

Baca Juga:
Perantau asal Sumsel di Jatim Merapat! Kangen Kampung Halaman? Ayo Hadir di Silaturahmi Akbar "Dari Kito untuk Kito"

Keduanya ditetapkan sebagai saksi atas kasus penganiayaan itu. Mereka menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 10 jam di Polsek Ilir Timur II Kota Palembang bersama kedua kuasa hukumnya, Titis Rachmawati dan Bayu Prasetya Andrinata.

Bayu mengungkapkan kepada awak media bahwa permasalahan itu dipicu lantaran adanya ketidaksepahaman antara pihak Lady dengan pihak Luthfi terkait jadwal piket jaga.

Foto Kuasa hukum Lady A. Pramesti dan Sri Meilina, Bayu Prasetya Andrinata memberikan keterangan saat jumpa pers usai pemeriksaan bersama Penyidik  Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Senin 16 Desember 2024. (Foto: Wisnu Akbar Prabowo/Ketik.co.id)Kuasa hukum Lady A. Pramesti dan Sri Meilina, Bayu Prasetya Andrinata memberikan keterangan saat jumpa pers usai pemeriksaan bersama Penyidik Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Senin 16 Desember 2024. (Foto: Wisnu Akbar Prabowo/Ketik.co.id)

Menurut Bayu, Lady menganggap jadwal jaga yang sudah dibuat tidak adil baginya, karena jadwal jaga tersebut terlalu berdekatan sehingga tidak ada jarak waktu untuk istirahat.

Sang ibu, yakni Sri Meilina, berinisiatif menemui Luthfi dengan alasan untuk mengklarifikasi jadwal yang telah dibuat. Pertikaian pun muncul saat Luthfi memberikan respon kurang enak dengan mengecap Lady yang selalu meminta ganti jadwal piket.

“Kira-kira Luthfi bilang begini, ‘sudahlah, kamu sudah berkali-kali minta ganti. Kamu atur sendiri saja,’ dengan nada tinggi. Padahal Lady baru minta ganti satu kali,” kata Bayu usai pemeriksaan.

Tanggapan itulah yang membuat sang sopir FD, yang ikut dalam pertemuan tersebut, naik pitam dan menghujamkan bogem mentah ke wajah Luthfi hingga memar. (*)

Baca Sebelumnya

Pria Wonosari Kabupaten Malang Terciduk Tanam Ganja, Polisi Buru Pemasok Bibit

Baca Selanjutnya

Nataru 2024: Stok Bapok dan BBM di Pacitan Tak Langka, Cabai Naik Harga

Tags:

kasus dokter koas palembang Polda sumsel Kejaksaan penganiayaan

Berita lainnya oleh Wisnu Akbar Prabowo

Perkuat Posisi Perusahaan Berbasis AI, Indosat Raih Pertumbuhan Laba Bersih dan EBITDA Dua Digit di 2024

10 Februari 2025 19:09

Perkuat Posisi Perusahaan Berbasis AI, Indosat Raih Pertumbuhan Laba Bersih dan EBITDA Dua Digit di 2024

Indosat Gandeng TREBEL Music Hadirkan Fitur Download Musik Berbasis AI

7 Februari 2025 16:29

Indosat Gandeng TREBEL Music Hadirkan Fitur Download Musik Berbasis AI

Rayakan HUT ke-21, Novotel Palembang Adakan Beragam Kegiatan Seru

31 Januari 2025 14:09

Rayakan HUT ke-21, Novotel Palembang Adakan Beragam Kegiatan Seru

KAI Divre III Palembang Layani 16 Ribu Pelanggan Selama Libur Isra Miraj dan Imlek 2025

30 Januari 2025 17:35

KAI Divre III Palembang Layani 16 Ribu Pelanggan Selama Libur Isra Miraj dan Imlek 2025

Rayakan Pesona Imlek Tahun Ular Kayu 2025 Bersama ARYADUTA Palembang

28 Januari 2025 12:16

Rayakan Pesona Imlek Tahun Ular Kayu 2025 Bersama ARYADUTA Palembang

Dorong Transformasi AI di Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison dan AIonOS Jalin Sinergi

28 Januari 2025 11:05

Dorong Transformasi AI di Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison dan AIonOS Jalin Sinergi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar