KETIK, PALEMBANG – Kelompok Tani (Poktan) Sido Makmur di Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, mulai menerapkan teknologi budidaya modern dan strategi pemasaran berbasis digital untuk meningkatkan hasil produksi serta nilai ekonomi cabai keriting yang mereka usahakan.
Penerapan inovasi tersebut merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas IBA Palembang yang memperoleh dukungan pendanaan dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Tahun Anggaran 2025.
Ketua Tim PKM Universitas IBA, Yursida, mengatakan bahwa program ini mengombinasikan teknologi Proliga (produksi lipat ganda) dengan penggunaan benih unggul cabai keriting varietas Neno IPB guna meningkatkan produktivitas petani.
"Kami mengedukasi petani mengenai diversifikasi usaha tani melalui pendirian lahan percontohan atau demplot. Bibit varietas Neno IPB ini dipilih karena merupakan varietas unggul yang telah teruji dalam riset kami sebelumnya," kata Yursida di Palembang, Rabu, 10 Juni 2026.
Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas IBA Palembang bersama kelompok Tani Sido Makmur Talang Kelapa, Banyusasin saat menerapkan teknologi budidaya modern, Rabu 10 Juni 2026. (Foto : Yola/Ketik.com)
Program yang dilaksanakan secara berkala sejak 2 Oktober 2025 tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan teknik budidaya di lahan. Petani juga mendapatkan pendampingan mengenai cara mengenali hama dan penyakit tanaman serta metode pengendaliannya.
Menurut Yursida, penguatan kapasitas petani di tingkat budidaya menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko gagal panen dan menjaga kualitas hasil produksi.
Selain aspek budidaya, Tim PKM Universitas IBA juga memberikan pelatihan pemasaran digital kepada para petani. Materi ini dirancang agar petani mampu memasarkan hasil panennya secara lebih luas tanpa bergantung sepenuhnya pada rantai distribusi konvensional.
"Kami ingin petani tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola pemasaran pascapanen berbasis digital sehingga nilai keuntungan yang diterima bisa lebih besar," ujarnya.
Dalam pelaksanaan program tersebut, Yursida didampingi anggota tim dosen Universitas IBA, Karlin Agustina dan Pandriadi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini juga melibatkan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas IBA, yakni M. Wahyu Firmansyah dan Zulika Fatimah Wiwiti.
Yursida berharap integrasi teknologi budidaya di sektor hulu dan penguasaan pemasaran digital di sektor hilir dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani.
"Kami berharap pemanfaatan teknologi Proliga yang dipadukan dengan pemasaran digital dapat mempercepat peningkatan pendapatan dan taraf hidup petani di Kabupaten Banyuasin," katanya.
Kegiatan pelatihan dan pendampingan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan sejumlah pemangku kepentingan. Acara itu turut dihadiri Rektor Universitas IBA, Lily Rahmawati Harahap; Camat Talang Kelapa, Salinan; Lurah Tanah Mas Indah, Zaidan Jauhari; petugas penyuluh lapangan (PPL); serta unsur TNI dan Polri setempat.
