KETIK, PALEMBANG – Seekor paus biru berukuran besar dengan panjang sekitar 13 meter terdampar di bawah rumah panggung milik warga di kawasan pesisir Kampung Yunan, Desa Sungsang IV, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin.
Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan Ditpolairud Polda Sumsel, Polres Banyuasin, dan instansi terkait setelah mamalia laut tersebut ditemukan dalam kondisi mati.
Saat ditemukan, paus tersebut terjebak di bawah fondasi rumah warga. Tim gabungan sempat berupaya melakukan penyelamatan, namun besarnya ukuran paus serta kondisi air pasang dan surut yang tidak mendukung membuat posisi satwa tersebut justru terjepit dan menghantam tiang penyangga rumah warga hingga patah.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sumsel, Kompol I Putu Suryawan, menjelaskan bahwa kehadiran pihak kepolisian di lokasi merupakan respons cepat terhadap laporan warga untuk mencegah dampak yang lebih luas bagi masyarakat setempat.
"Baik dapat kami informasikan, jadi warga Kampung Yunan, Desa Sungsang, Kabupaten Banyuasin menginformasikan kepada Direktorat Polair bahwasannya telah ditemukan bangkai ikan paus di bawah rumah dengan panjang 13 meter dengan lebar 1,5 meter," ujar Kompol I Putu Suryawan saat dikonfirmasi Kamis 2 Juni 2026.
tim gabungan saat mengevakuasi seekor paus yang terdampar di bawah rumah panggung milik warga di kawasan pesisir Kampung Yunan, Desa Sungsang IV, Kecamatan Banyuasin, Kamis 2 Juni 2026. (Foto: Yola/Ketik.com)
Dirinya menjelaskan bahwa pihaknya bersama tim gabungan langsung mengambil langkah penanganan yang tepat setelah menerima laporan bahwa paus tersebut sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
"Jadi ketika masyarakat menemukan paus ini dalam keadaan sudah tidak bernyawa ataupun sudah mati dan akhirnya melaporkan ke pihak kepolisian untuk membantu evakuasi di lokasi. Oleh karena itu, dengan respons cepat dari Direktorat Polair Polda Sumsel dan juga Polres Banyuasin, sudah berhasil mengevakuasi bangkai paus yang terdampar di bawah rumah warga tersebut," lanjutnya.
Mengingat ukuran mamalia laut yang sangat besar dan posisi yang sulit dijangkau di bawah kolong rumah panggung, evakuasi dilakukan dengan cara memotong bangkai menjadi beberapa bagian agar lebih mudah dipindahkan.
"Saat ini bangkai paus itu sudah dievakuasi dan diamankan dari rumah masyarakat yang diduga paus itu sudah terdampar beberapa hari lalu," terang Kompol I Putu Suryawan.
"Karena bangkai ikan paus ini cukup besar dan panjang, masyarakat di sana bersama dengan Direktorat Polair bersama-sama melakukan evakuasi dengan cara memotong bangkai ikan paus tersebut, sehingga mudah untuk melakukan evakuasi ataupun penarikan dari bawah rumah warga," jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa kejadian ini merupakan fenomena alam murni.
"Upaya penyelamatan telah dilakukan semaksimal mungkin, namun kondisi paus yang terjepit dan perubahan pasang surut air membuat proses evakuasi menjadi sangat sulit. Selanjutnya kami bersama seluruh unsur terkait melaksanakan penanganan sesuai prosedur agar tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat maupun lingkungan," Tambahnya.
Langkah ini diambil untuk memastikan sanitasi dan menjaga kesehatan lingkungan permukiman warga setempat agar terhindar dari pencemaran akibat bangkai satwa tersebut.(*)
.png)