Kisah Enik, Bos Barang Bekas yang Belasan Tahun Mengabdi Jadi Guru di Pacitan

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

25 Nov 2025 13:12

Thumbnail Kisah Enik, Bos Barang Bekas yang Belasan Tahun Mengabdi Jadi Guru di Pacitan
Enik Wulandari saat membimbing peserta didiknya di SDN Plumbungan Pacitan, Selasa, 25 November 2025. (Foto: Al Ahmadi/Ketik)

KETIK, PACITAN – Guru Sekolah Dasar (SD) Negeri Plumbungan Pacitan, Enik Wulandari, memiliki keseharian yang berbeda dari kebanyakan tenaga pendidik lainnya.

Di balik aktivitas mengajarnya, ia juga merupakan pemilik usaha pengepul barang bekas dengan gudang usaha yang berada di Desa Kayen, Pacitan.

Ibu dua anak ini sudah bertahun-tahun membagi waktunya antara ruang kelas dan gudang rongsokan.

Meski pendapatannya dari usaha tersebut terbilang besar, Enik menyebut bahwa dunia pendidikan tetap menjadi pilihan utama dalam hidupnya.

Baca Juga:
Pacitan Ogah Gegabah Sikapi Aturan 30 Persen yang Ancam Nasib PPPK

"Aslinya ya banyak dapat pendapatan dari usaha saya. Tapi di hati rasanya itu lebih bahagia dapat dari hasil mengajar. Dapat rezeki dari upaya saya memintarkan anaknya orang," ceritanya, Selasa, 25 November 2025.

Perjalanan Enik sebagai pendidik dimulai pada 2010 ketika ia diterima sebagai guru honorer di SDN 1 Katipugal.

Selama 12 tahun ia mengajar di sekolah tersebut sebelum akhirnya dipindah ke SDN Plumbungan pada 2022 karena pemerataan guru.

"Sejak 2010 saya honorer di SDN 1 Katipugal, di 2022 saya dipindah ke SDN Plumbungan sampai sekarang karena untuk mengisi kekosongan guru dan jam yang kurang," jelasnya.

Baca Juga:
Peluit, Iman, dan Kesabaran Perjalanan Farly Candra di Sepak Bola

Lulusan sarjana PGSD itu awalnya tidak langsung mengajar sebagai guru kelas karena seluruh formasi sudah terisi.

Ia kemudian mendapat penugasan sebagai guru bahasa Jawa.

Sebelum terjun sebagai guru tidak tetap, Enik sudah lebih dulu menekuni usaha pengepulan barang bekas.

Hingga kini, aktivitas itu tetap ia jalankan.

Setiap hari, setelah pulang mengajar, ia langsung menuju gudang grosok miliknya.

"Ya saya, kalau pas ngajar saya titipkan bulik. Setelah pulang sholat, ganti baju, terus lanjut masuk ke gudang. Ganti profesi," tuturnya.

Namun kesibukan sebagai pengusaha tidak membuatnya menjauh dari dunia pendidikan. 

Baginya, menjadi guru merupakan panggilan hati dan wujud tanggung jawab atas ilmu pendidikannya.

"Karena eman-eman saya sudah sarjana pendidikan. Akhirnya saya masuk jadi guru," ucapnya.

Di balik pengabdiannya, Enik juga menyimpan sejumlah pengalaman pahit.

Ia pernah terjatuh dari motor saat melewati tanjakan curam Cindal, jalur Purwoasri - Karangnongko, ketika berangkat ke sekolah.

Meski terluka, ia tetap memilih melanjutkan perjalanan untuk mengajar.

"Saya bawa motor N-Max, saya benar-benar jatuh. Di lain waktu juga perasaan saya seperti menginjak daun, saya sendirian jatuh, dengkul saya sampai sobek," ceritanya.

Selain itu, ia pernah mengalami insiden kejatuhan ulat daun jati, padahal dirinya sangat takut terhadap ulat.

Dalam perjalanannya sebagai guru honorer, Enik mengungkapkan upah awal-awal pengabdiannya.

"Awal upahnya dulu hanya Rp150 ribu. Terus tambah, dapat dari dana BOS Rp300 ribu. Selanjutnya bertambah lagi insentif dari pemda Rp500 ribu," katanya.

Setelah menunggu 15 tahun sejak 2010, Enik kini akhirnya bernapas lega.

Hari ini, ia resmi menerima Surat Keputusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), menandai babak baru dalam kariernya sebagai pendidik.

"Alhamdulillah, dapat kabar kalau hari ini SK PPPK Paruh Waktu sudah di serahkan melakukan kepala OPD. Seneng banget rasanya," ungkapnya menutup.(*)

Baca Sebelumnya

Momen Haru Hari Guru Nasional, PGRI Gresik Kunjungi Guru Sakit Stroke

Baca Selanjutnya

Wali Kota Vinanda Pastikan Akses Pendidikan Merata, 458 Pelajar dan Mahasiswa Kediri Terima Bantuan

Tags:

Enik Wulandari guru Pacitan SDN Plumbungan Pengepul Barang Bekas PPPK PACITAN kisah inspiratif Hari Guru Nasional

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Yonif TP 934 SBY Gelar Cek Kesehatan Gratis di GOR Pacitan, Ajak Warga Peduli Kesehatan

19 April 2026 12:21

Yonif TP 934 SBY Gelar Cek Kesehatan Gratis di GOR Pacitan, Ajak Warga Peduli Kesehatan

Iseng Jualan Es di Syawalan Fest Pacitan 2026, Penjual Ayam Ini Malah Cuan Jutaan Rupiah

18 April 2026 23:01

Iseng Jualan Es di Syawalan Fest Pacitan 2026, Penjual Ayam Ini Malah Cuan Jutaan Rupiah

Sejumlah Mantan Ketum PKC Jatim Hadiri Kick Off Harlah PMII ke-66 di Surabaya

17 April 2026 23:32

Sejumlah Mantan Ketum PKC Jatim Hadiri Kick Off Harlah PMII ke-66 di Surabaya

Hasil Uji Lab MBG di Pacitan Positif Tercemar Bakteri, Ini Langkah Dinkes

17 April 2026 12:47

Hasil Uji Lab MBG di Pacitan Positif Tercemar Bakteri, Ini Langkah Dinkes

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

16 April 2026 18:18

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

16 April 2026 17:47

22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda