KETIK, PACITAN – Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) melakukan penelusuran ke sejumlah ruang pelayanan dan manajemen RSUD dr. Darsono Pacitan selama tiga hari, Selasa-Kamis, 27-29 Oktober 2026.
Survei dipimpin Ketua Tim Survei KARS, dr. M. Burhan, MMRS, CHQP, CHAE, bersama anggota tim survei dr. Puspita Handayani, Sp.OG(K).
Kegiatan ini melibatkan karyawan dan karyawati RSUD dr. Darsono dari berbagai unit pelayanan maupun manajemen.
Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan wawancara yang dihadiri Ketua Dewan Pengawas dan Kepala Dinas Kesehatan.
Agenda dilanjutkan dengan konfirmasi dokumen yang sebelumnya telah ditelaah melalui SIDOKAR bersama tim surveior dan jajaran pelayanan manajemen.
Memasuki hari kedua, penelusuran dilakukan langsung ke sejumlah unit rumah sakit.
Surveior bidang asuhan, dr. Puspita Handayani, bersama jajaran pelayanan meninjau bagian admisi atau pendaftaran, IGD, Instalasi Bedah Sentral (IBS), Ruang Melati, farmasi, pencampuran obat Depo Rawat Inap, gudang farmasi, hingga rawat jalan.
Anggota Tim Survei KARS, dr. Puspita Handayani, Sp.OG(K), melakukan penelusuran ke sejumlah ruang pelayanan dan manajemen RSUD dr. Darsono Pacitan dalam rangka survei simulasi akreditasi. (Foto: RSUD for Ketik.com)
Sementara itu, surveior bidang manajemen, dr. M. Burhan, melakukan peninjauan ke Bugenvil 2, NICU, ICU, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), tempat penyimpanan sementara limbah B3, tempat penyimpanan sementara limbah domestik, kamar jenazah, rawat jalan, Program Nasional (Prognas), IBS, serta bagian manajemen.
Penelusuran berlanjut pada hari ketiga dengan pemeriksaan sejumlah layanan lainnya.
Bersama surveior bidang asuhan, tim meninjau pelayanan rawat intensif yang meliputi HCU, ICU, dan NICU, serta laboratorium, radiologi, hingga pelayanan pengaduan atau hubungan masyarakat (Humas).
Tidak hanya memeriksa dokumen dan fasilitas, rangkaian survei juga menguji kesiapan petugas menghadapi kondisi darurat melalui simulasi Code Blue dan Code Red.
Simulasi Code Blue dilaksanakan di Bugenvil 2 dan ICU, sedangkan Code Red digelar di Bugenvil 3.
Peninjauan tersebut merupakan bagian dari survei simulasi akreditasi untuk mengevaluasi kesiapan rumah sakit dalam memenuhi standar mutu pelayanan, termasuk evaluasi kesiapan petugas dalam merespons keadaan darurat di lingkungan rumah sakit.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan evaluasi hasil survei simulasi selama tiga hari.
Hasil evaluasi tersebut menjadi bahan perbaikan bagi rumah sakit untuk menyempurnakan penerapan standar pelayanan dan manajemen.
Direktur RSUD dr. Darsono Pacitan, dr. Johan Tri Putranto, M.M., dalam acara survei simulasi akreditasi. (Foto: RSUD for Ketik.com)
Direktur RSUD dr. Darsono Pacitan, dr. Johan Tri Putranto, M.M., mengatakan akreditasi merupakan upaya bersama membangun budaya kerja sesuai standar mutu pelayanan.
"Jadi, melalui survei simulasi ini, seluruh jajaran rumah sakit dapat mengevaluasi kesiapan sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperbaiki dalam penerapan standar akreditasi," katanya, Jumat, 30 Oktober 2026.(*)
