Penyumbang HIV/AIDS di Pacitan Didominasi LSL, Komunitas LGBT Belum Terjamah

Editor: Al Ahmadi

15 Jan 2026 17:18

Thumbnail Penyumbang HIV/AIDS di Pacitan Didominasi LSL, Komunitas LGBT Belum Terjamah
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Pacitan, Nur Farida saat memberikan keterangan terkait penanganan HIV/AIDS, Kamis, 15 Januari 2025. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)

KETIK, PACITAN – Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Pacitan hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi Dinas Kesehatan (Dinkes).

Kelompok laki-laki suka laki-laki (LSL) tercatat menjadi penyumbang terbesar kasus HIV/AIDS.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pacitan, Nur Farida, membenarkan hal tersebut. 

Menurutnya, kesimpulan itu diperoleh dari hasil skrining terhadap individu yang datang memeriksakan diri atau yang sudah menunjukkan gejala.

Baca Juga:
Hasil Uji Lab MBG di Pacitan Positif Tercemar Bakteri, Ini Langkah Dinkes

"Kalau kami kenapa bisa menyatakan penyumbang terbesar HIV/AIDS dari LSL itu karena lewat pemeriksaan dan anamnesa kepada seseorang yang memang ada gejala, atau orang yang memang memeriksakan diri," kata Nur Farida, Kamis, 15 Januari 2025.

Meski demikian, ia mengakui bahwa data tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kondisi riil di lapangan. 

Pasalnya, pendekatan yang dilakukan selama ini belum menyentuh komunitas LSL maupun LGBT secara langsung.

Ia menyebutkan, sebagian besar data yang ada saat ini berasal dari individu, bukan hasil skrining berbasis komunitas.

Baca Juga:
22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

"Saat ini kita belum mampu masuk ke kelompok mereka atau komunitas. Mereka sangat tertutup," ungkapnya.

Karena itu, Dinkes Pacitan berharap dapat membangun komunikasi dan menjalin pendekatan yang lebih terbuka dengan komunitas LGBT. 

Langkah tersebut dinilai penting agar upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS bisa dilakukan secara lebih menyeluruh.

Nur Farida menyampaikan, keterbukaan komunitas menjadi kunci dalam pelaksanaan skrining HIV/AIDS. Tanpa adanya kepercayaan dan komunikasi dua arah, upaya deteksi dini akan sulit dilakukan.

"Harapannya kalau memang bisa masuk ke komunitas mereka dan mereka mau terbuka, ya kami akan berusaha untuk mengskriningnya. Tapi masalahnya mereka tidak terbuka dan menutup diri," ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa skrining dini bukan semata pendataan, melainkan langkah awal untuk memutus mata rantai penularan dan melindungi kelompok rentan lainnya.

Berdasarkan data Dinkes Pacitan, hingga Kamis, 15 Januari 2025, total kasus HIV/AIDS tercatat sebanyak 26 orang dengan HIV/AIDS (ODHA). 

Angka tersebut dinilai masih berpeluang ditekan jika ke depan skrining mampu menjangkau kelompok rentan secara lebih luas, termasuk komunitas LGBT, melalui pendekatan yang komunikatif dan inklusif.(*)

Baca Sebelumnya

Peringatan Isra Mi'raj Khidmat Sekaligus Seru Pelajar SMA Negeri Kauman Tulungagung

Baca Selanjutnya

Alumni UI Wamen PKP Bakal Duduki Jabatan Kepala BP3R, Ini Sosok Fahri Hamzah

Tags:

HIV Pacitan LGBT Pacitan dinkes pacitan Skrining HIV Kesehatan Masyarakat pacitan Komunitas LGBT di Pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

32 Tahun Lahan Dipakai Pemkab Pacitan untuk Wisata Goa Gong, Ahli Waris Tuntut Rp20 Miliar

19 April 2026 18:43

32 Tahun Lahan Dipakai Pemkab Pacitan untuk Wisata Goa Gong, Ahli Waris Tuntut Rp20 Miliar

Yonif TP 934 SBY Gelar Cek Kesehatan Gratis di GOR Pacitan, Ajak Warga Peduli Kesehatan

19 April 2026 12:21

Yonif TP 934 SBY Gelar Cek Kesehatan Gratis di GOR Pacitan, Ajak Warga Peduli Kesehatan

Iseng Jualan Es di Syawalan Fest Pacitan 2026, Penjual Ayam Ini Malah Cuan Jutaan Rupiah

18 April 2026 23:01

Iseng Jualan Es di Syawalan Fest Pacitan 2026, Penjual Ayam Ini Malah Cuan Jutaan Rupiah

Sejumlah Mantan Ketum PKC Jatim Hadiri Kick Off Harlah PMII ke-66 di Surabaya

17 April 2026 23:32

Sejumlah Mantan Ketum PKC Jatim Hadiri Kick Off Harlah PMII ke-66 di Surabaya

Hasil Uji Lab MBG di Pacitan Positif Tercemar Bakteri, Ini Langkah Dinkes

17 April 2026 12:47

Hasil Uji Lab MBG di Pacitan Positif Tercemar Bakteri, Ini Langkah Dinkes

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

16 April 2026 18:18

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend