Miris, Sentra Kuliner PLUT Pacitan Sepi dan Hanya Sumbang Rp2,4 Juta PAD per Tahun

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

4 Nov 2025 17:18

Thumbnail Miris, Sentra Kuliner PLUT Pacitan Sepi dan Hanya Sumbang Rp2,4 Juta PAD per Tahun
Sentra Kuliner PLUT Pacitan yang kian sepi pembeli. Target PAD masuk dari penyewaan lapak senilai Rp6 juta berpotensi tak mampu tercapai, Selasa, 4 November 2025. (Foto: Al Ahmadi/Ketik)

KETIK, PACITAN – Sentra Kuliner di kawasan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Pacitan tampak sepi. 

Fasilitas yang semula dirancang untuk menata pedagang kaki lima (PKL) sekaligus menggerakkan ekonomi mikro itu kini nyaris tanpa aktivitas berarti.

Salah satu pedagang, Ana (40), yang masih bertahan sejak 2020, mengaku penurunan jumlah pengunjung membuat banyak pedagang memilih hengkang dan mencari lokasi yang lebih strategis.

“Di sini sepi pembeli, jadi banyak teman-teman pedagang pindah ke tempat yang lebih ramai. Kalau di pasar atau dekat jalan utama kan lebih banyak pengunjung,” tutur Ana, Selasa, 4 November 2025.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Ia menambahkan, sepinya sentra tersebut juga karena tidak adanya kegiatan yang bisa menarik minat masyarakat untuk datang.

Kondisi itu membuat sebagian besar pelaku usaha enggan bertahan.

“Kalau dulu per hari bisa dapat Rp400 sampai Rp500 ribu, sekarang hanya sekitar Rp200 ribuan. Itu pun kadang pas-pasan untuk biaya operasional dari rumah ke sini,” ucapnya.

Alih-alih menjadi pusat ekonomi baru, keberadaan sentra kuliner di bawah naungan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pacitan itu justru belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Baca Juga:
Dilema Pedagang Kecil Saat Harga Plastik Naik, Harga Jual Tak Berani Ikut

Plt. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pacitan, Sri Kusumo menjelaskan, rendahnya minat penyewa dan minimnya pengunjung menjadi penyebab utama seretnya capaian PAD dari sektor tersebut.

“Dari sejumlah kios yang disediakan, hanya empat lapak yang aktif digunakan,” ujarnya.

Setiap pedagang dikenai retribusi sebesar Rp50 ribu per kapling per bulan atau sekitar Rp600 ribu per tahun, sesuai peraturan daerah (perda).

Dengan kondisi tersebut, total PAD yang masuk dari Sentra PLUT hanya sekitar Rp2,4 juta per tahun.

“Untuk listrik dibayar sendiri, kolektif melalui paguyuban. Kalau retribusinya hanya Rp50 ribu per bulan,” tambahnya.

Sri Wibowo menyebut, pendapatan dari penyewaan sentra kuliner itu menjadi satu-satunya sumber PAD yang dikelola instansinya.

“Objek PAD di Dinas Koperasi itu hanya sewa kios di Shelter PLUT, targetnya setahun Rp6 juta. Itu bisa tercapai kalau ada 10 pedagang yang menempati,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Kewirausahaan PMII Pacitan, Feri Irawan menilai, kondisi tersebut diperparah oleh minimnya inovasi dari dinas terkait.

Menurutnya, tanpa langkah nyata dan strategi pengembangan yang jelas, fasilitas yang seharusnya menjadi wadah pemberdayaan ekonomi justru berpotensi menjadi beban daerah.

“Tanpa inovasi dan dukungan konkret, fasilitas seperti ini bisa jadi proyek gagal yang justru membebani anggaran daerah,” ujarnya.(*)

Baca Sebelumnya

IKAPMII Minta Polisi Profesional Usut Kasus Penganiayaan Guru SMPN 1 Trenggalek

Baca Selanjutnya

Ribuan Pendamping Koperasi di Jatim Full Senyum! Honor Segera Masuk Rekening, Wagub Emil Berharap KDMP Tumbuh

Tags:

Sentra Kuliner PLUT Pacitan Dinas Koperasi Pacitan PAD PACITAN UMKM Ekonomi daerah pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

11 April 2026 23:22

Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

Buntut Dugaan Keracunan Siswa di Tegalombo, DPRD Pacitan Desak Evaluasi Total MBG

11 April 2026 19:06

Buntut Dugaan Keracunan Siswa di Tegalombo, DPRD Pacitan Desak Evaluasi Total MBG

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar