Tak Ada Biaya, Tukang Rongsok di Pacitan Misno Pasrah Menahan Sakit Batu Ginjal

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

14 Sep 2025 19:20

Thumbnail Tak Ada Biaya, Tukang Rongsok di Pacitan Misno Pasrah Menahan Sakit Batu Ginjal
Di rumah sederhana berlapis kasibot, pasangan lansia Misno (74) dan Supiyah (72) berjuang melawan sakit dan keterbatasan ekonomi, Minggu, (14/9/2025). (Foto: Al Ahmadi/Ketik)

KETIK, PACITAN – Hari-hari tuanya Misno (74), tukang rongsokan asal RT/RW 03/01, Dusun Bubakan, Desa Kembang, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, diwarnai penderitaan.

Ayah empat anak itu hanya bisa pasrah menahan perih akibat penyakit batu ginjal yang diderita lebih dari lima tahun.

Keterbatasan biaya membuat Misno tak mampu melanjutkan pengobatan.

Misno tinggal bersama istrinya, Supiyah (72), di sebuah rumah sederhana berbahan kasibot yang jauh dari kata layak.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Tangis tertahan terlihat di wajah pasangan lansia tersebut.

Selama puluhan tahun, Misno mencari nafkah sebagai pengepul rongsokan.

Namun sakit yang kian parah memaksanya berhenti bekerja.

Kini, keluarga mereka bergantung pada menantu yang hanya bekerja serabutan dengan penghasilan pas-pasan.

Baca Juga:
Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

“Kalau sakit bapak pas kumat, dia cuma bisa terbaring. Kata bapak nyerinya terasa dari pinggang, punggung, sampai perut. Saya cuman nangis,” tutur Supiyah saat ditemui Ketik.com di rumahnya, Minggu, 14 September 2025.

Foto Rumah Misno.Rumah Misno yang sebagian besar berbahan kasibot dan kayu. (Foto: Al Ahmadi/Ketik)

Biaya Perjalanan Jadi Kendala

Dalam perjalanan pengobatannya, Misno sudah menjalani operasi pengangkatan batu ginjal di salah satu rumah sakit (RS) di Wonogiri pada 2020 lalu.

Keseluruhan biaya pengobatan telah ditanggung oleh asuransi kesehatan yang dibayarkan oleh anaknya.

Dokter menyarankan agar ia rutin kontrol, namun anjuran itu tak bisa dipenuhi.

"Sempat kami mencoba untuk kontrolnya di RS Pacitan agar tidak perlu biaya banyak. Tapi ternyata di Pacitan tidak menyanggupi," ucapnya.

Tiap kali berobat ke Wonogiri, Misno ditemani istrinya butuh sekitar Rp800 ribu untuk sewa mobil dan makan.

Tak seberapa memang, namun bagi Misno nilai tersebut sudah diluar kemampuannya.

"Sejak kontrol terakhir yang ke-8 kali. Sekitar tiga bulan lalu. Bapak berhenti berobat. Biaya perjalanan ke rumah sakit kami tidak mampu," jelasnya.

Foto Misno dan istri.Misno dan istri menceritakan perjalanan pengobatannya. (Foto: Al Ahmadi/Ketik)

Bukan hanya Misno saja yang sakit. Istrinya, Supiyah, juga menderita darah tinggi.

Bahkan, anaknya juga sakit pada matanya hingga sulit untuk dibuka.

"Saya jadi kepikiran terus tiap malam, pasrah cuman bisa berdoa," ungkap Supiyah.

Kepala Dusun Bubakan, Nasikin, turut prihatin dengan kondisi warganya.

Ia menjelaskan, rumah lama keluarga Misno bahkan sudah dijual untuk melunasi utang anaknya.

Mereka tidak menuntut banyak, hanya ingin ada bantuan agar ia bisa melanjutkan pengobatan.

“Beliau sangat layak untuk dibantu. Hidupnya serba kekurangan. Rumahnya pun tidak layak huni. Semoga ada yang tergerak membantu,” kata Nasikin.(*)

Baca Sebelumnya

Ekspresi Kegembiraan Wabup Probolinggo Usai Gus Hafidz Terpilih Ketuai PCNU Kota Kraksaan

Baca Selanjutnya

Sekdaprov Jatim Sebut FPRB Jadi Forum Sharing Best Practice Penanggulangan Bencana

Tags:

pacitan Kisah Pilu Berita pacitan lansia Keterbatasan Biaya Batu Ginjal Kemanusiaan Kisah Nyata Butuh Bantuan Uluran Tangan Harapan Hidup Kisah Pacitan Peduli Sesama kisah inspiratif Bantuan kemanusiaan Kisah Sedih Peduli Lansia

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

11 April 2026 23:22

Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

Buntut Dugaan Keracunan Siswa di Tegalombo, DPRD Pacitan Desak Evaluasi Total MBG

11 April 2026 19:06

Buntut Dugaan Keracunan Siswa di Tegalombo, DPRD Pacitan Desak Evaluasi Total MBG

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar