PMII Tagih Janji: Refokusing Dana Wisata Pacitan Dipertanyakan, Dinas Kelimpungan

Jurnalis: Maryani
Editor: Hetty Hapsari

9 Jan 2025 19:37

Thumbnail PMII Tagih Janji: Refokusing Dana Wisata Pacitan Dipertanyakan, Dinas Kelimpungan
Surat permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Pacitan dan surat pernyataan siap mengundurkan diri yang di tandatangani oleh pejabat Disparbudpora Pacitan, Kamis, 9 Januari 2025. (Foto: Maryani/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pacitan kembali menggelar aksi audiensi dengan tajuk "Tagih Janji" di Kantor Disparbudpora setempat, Kamis siang, 9 Januari 2025.

Aksi ini merupakan tindak lanjut dari unjuk rasa yang mereka lakukan pada 13 Desember 2024 lalu terkait dengan capaian PAD sektor pariwisata Pacitan yang tidak memenuhi target.

Berbeda dengan sebelumnya, kali ini PMII memilih mengadakan diskusi secara terbuka tanpa aksi demonstrasi.

Audiensi ini bertujuan untuk mengevaluasi PAD pariwisata 2024 yang hanya mencapai 78 persen dari target yang ditetapkan. Selain itu, diskusi juga fokus pada tiga poin penting: pengelolaan pariwisata, refokusing anggaran, dan solusi perbaikan ke depan.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Al Ahmadi, Ketua PMII Pacitan, membuka forum dengan meminta pihak Disparbudpora untuk memaparkan kinerja mereka dalam sektor pariwisata.

Ia menegaskan, meskipun PAD sektor pariwisata jelas tidak tercapai, PMII ingin melihat evaluasi terbuka atas kegiatan yang telah dilakukan.

Disparbudpora Pacitan pun diminta untuk menunjukkan laporan kegiatan dan penggunaan anggaran mereka sepanjang 2024.

Dalam forum tersebut, beberapa kegiatan yang dipromosikan melalui Instagram Disparbudpora ditampilkan pada layar proyektor. PMII mengkritik sejumlah event spektakuler yang dinilai tidak memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan PAD.

Baca Juga:
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

“Promosinya sangat luar biasa, sampai digelar ke luar kota,” ujar Al Ahmadi, menyoroti ketidakefektifan acara yang telah dilaksanakan.

Foto Suasana audiensi PMII dan Disparbudpora Pacitan. (Foto: Maryani/Ketik.co.id)Suasana audiensi PMII dan Disparbudpora Pacitan. (Foto: Maryani/Ketik.co.id)

Namun, saat diminta menjelaskan biaya dan kegiatan yang telah dilaksanakan, pihak Disparbudpora Pacitan tampak kesulitan dan tidak transparan.

Mereka berdalih bahwa data yang diminta memerlukan proses untuk diakses. Hal ini membuat suasana audiensi semakin tegang dan stagnan, karena tidak ada keterbukaan dari Disparbudpora.

Al Ahmadi dan PMII merasa kecewa dengan sikap tertutup dari Disparbudpora, terutama terkait dengan transparansi penggunaan anggaran.

"Satu tuntutan kami kemarin terkait refokusing anggaran belum mendapatkan respons yang jelas. Dalam audiensi ini, Disparbudpora tertutup dan tidak transparan dalam menyampaikan penggunaan uang negara," kata Al Ahmadi dengan nada kecewa.

Petisi refokusing anggaran yang diusulkan PMII bertujuan untuk mengurangi pemborosan pada event-event yang tidak efektif dalam mendorong peningkatan PAD.

Menurut Al Ahmadi, jika Disparbudpora tetap menggelar event yang boros pada 2025 tanpa hasil yang signifikan, maka PMII akan terus mengawal kegiatan mereka.

“Memang benar, Disparbudpora menyanggupi petisi kami. Tapi jika kinerjanya di 2025 masih menggelar event yang boros, ya sama saja, kami perlu mengawal kegiatan ke depannya,” ujarnya.

Audiensi yang berlangsung cukup alot ini akhirnya ditutup dengan permintaan dari PMII agar Kepala Disparbudpora dan jajarannya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Pacitan dan menyatakan kesediaannya untuk mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban atas ketidakpuasan publik. 

PMII pun merencanakan untuk menemui Bupati Pacitan guna menyampaikan kondisi Disparbudpora yang dinilai tidak mampu mengelola sektor pariwisata dengan baik.

Al Ahmadi menegaskan, “Harusnya malu jika pariwisata yang dikelola pemerintah justru kalah dengan pihak swasta yang lengkap dengan wahananya.”

Sebagai bagian dari upaya perbaikan sektor pariwisata, PMII juga mengajukan beberapa usulan refokusing anggaran yang mencakup:

  1. Pengembangan wisata outbound, family gathering, dan wahana di destinasi pariwisata.
  2. Pembangunan fasilitas yang memadai.
  3. Pemasaran yang lebih efektif melalui biro perjalanan, serta pengelolaan wisatawan dan masyarakat.
  4. Pengembangan pariwisata melalui sinergitas antar bidang-bidang di Disparbudpora seperti kebudayaan, olahraga, dan pariwisata.

Melalui audiensi ini, PMII berharap agar ke depannya sektor pariwisata di Pacitan dapat dikelola lebih baik, transparan, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat dan ekonomi daerah. (*)

Baca Sebelumnya

KPU Kota Batu Tetapkan Nurochman- Heli Sebagai Paslon Terpilih Pilkada 2024

Baca Selanjutnya

Mudahkan Layanan Masyarakat dalam Adminduk, Kabupaten Bandung Miliki Mesin ADM Terbanyak se-Indonesia

Tags:

pacitan PMII Pacitan

Berita lainnya oleh Maryani

AMMP Dukung KPK Bongkar Mafia Cukai Rokok Ilegal, Begini Alasannya

1 April 2026 14:19

AMMP Dukung KPK Bongkar Mafia Cukai Rokok Ilegal, Begini Alasannya

Inspektorat Dalami Dugaan Penyelewengan DD Klesem Pacitan, Auditor Diterjunkan

13 Januari 2026 14:58

Inspektorat Dalami Dugaan Penyelewengan DD Klesem Pacitan, Auditor Diterjunkan

Parah! Bendahara Desa di Pacitan Kabur Usai Diduga Selewengkan DD Ratusan Juta

10 Januari 2026 08:30

Parah! Bendahara Desa di Pacitan Kabur Usai Diduga Selewengkan DD Ratusan Juta

PMII Pacitan Ungkap Dugaan Penyimpangan Bansos: Gagal Benahi Kadis Komit Siap Lengser

17 November 2025 17:07

PMII Pacitan Ungkap Dugaan Penyimpangan Bansos: Gagal Benahi Kadis Komit Siap Lengser

Buka Cakrawala Mahasiswa ke Kancah Global, PMII Pacitan Gelar PKL-II

5 Oktober 2025 18:46

Buka Cakrawala Mahasiswa ke Kancah Global, PMII Pacitan Gelar PKL-II

Ketik Award 2025: Bupati Pacitan Diganjar Penghargaan Pelestarian Kebudayaan

11 September 2025 17:43

Ketik Award 2025: Bupati Pacitan Diganjar Penghargaan Pelestarian Kebudayaan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar