PMII Pacitan Ungkap Dugaan Penyimpangan Bansos: Gagal Benahi Kadis Komit Siap Lengser

Jurnalis: Maryani
Editor: Hetty Hapsari

17 Nov 2025 17:07

Thumbnail PMII Pacitan Ungkap Dugaan Penyimpangan Bansos: Gagal Benahi Kadis Komit Siap Lengser
Pernyataan Kepala Dinsos Pacitan, Heri Setijono dalam audiensi PC PMII Pacitan terkait enam tuntutan pembenahan bansos, Senin, 17 November 2025. (Foto: PMII for Ketik)

KETIK, PACITAN – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PMII Pacitan mendatangi Kantor Dinas Sosial (Dinsos) setempat, Senin, 17 November 2025. 

Mereka menuntut pembenahan tata kelola bantuan sosial (bansos) yang dinilai rawan penyimpangan dan berpotensi merugikan warga miskin di Pacitan.

Ketua Bidang Advokasi PC PMII Pacitan, Ihsan Efendi menjelaskan, aksi ini merupakan respons atas temuan lapangan, aduan masyarakat, serta dugaan praktik penyaluran bansos yang tidak sesuai ketentuan di sejumlah wilayah. 

Menurutnya, situasi tersebut tidak sejalan dengan amanat Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 mengenai kewajiban negara memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar.

Baca Juga:
Telan Dana Ratusan Miliar, Kadinsos Ingatkan Kontraktor soal Kualitas Proyek Sekolah Rakyat di Pacitan

“Ini bentuk ikhtiar PMII dalam mengawal amanat konstitusi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dugaan adanya mafia data bansos yang harus diproses secara hukum. 

Dalam pernyataannya, Ihsan melontarkan kritik keras terhadap birokrasi Pacitan yang dinilai belum menunjukkan ketegasan dalam mengatasi persoalan ini.

PMII Pacitan menemukan sejumlah persoalan krusial, di antaranya ketidaktepatan sasaran penerima, dugaan pungutan liar oleh oknum pendamping, praktik penguasaan KKS oleh pihak lain, hingga perubahan bentuk bantuan dari uang menjadi barang. 

Baca Juga:
Insiden Polisi Kejar Pemotor hingga Tewas, PMII Pacitan Singgung Isu Pungli Berkedok Tilang

Mereka juga menyoroti dugaan nepotisme di beberapa desa, di mana perangkat desa dan keluarganya tercatat sebagai penerima bansos.

"Bagi penyeleweng bansos atau hak fakir miskin kami doakan kuwalat dan dapat azab," pintanya.

Selain itu, PMII menilai munculnya kemiskinan baru bisa terjadi jika distribusi bansos tidak diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan. 

Rendahnya kesadaran sebagian warga yang secara ekonomi mampu namun tetap menerima bantuan juga menjadi catatan serius.

Tak hanya itu, PMII turut menyinggung soal Program Sekolah Rakyat yang kuotanya belum terpenuhi, padahal program tersebut menjadi instrumen penting dalam meningkatkan akses pendidikan anak keluarga miskin.

Dalam audiensi bersama Dinsos, PMII Pacitan mengajukan enam tuntutan utama, mulai dari penerbitan Peraturan Bupati tentang stiker penerima bansos, pembaruan data secara berkala, sanksi terhadap pihak yang menyimpang, hingga pemenuhan kuota Sekolah Rakyat.

Menanggapi beragam tuntutan tersebut, Kepala Dinsos Pacitan, Heri Setijono menyebut bahwa pihaknya menyambut baik masukan dan kritik yang disampaikan PMII Pacitan. 

Heri mengatakan bahwa persoalan bansos memang membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar penyaluran benar-benar tepat sasaran.

“Saya mengapresiasi mahasiswa yang datang hari ini. Kami di Dinsos tidak alergi kritik. Justru kami butuh kontrol sosial seperti ini untuk memperbaiki kinerja kami,” ucapnya.

Heri juga menjelaskan bahwa pembaruan data bansos membutuhkan koordinasi intensif dengan pemerintah desa, dan pihaknya siap memperkuat pendampingan teknis agar pemutakhiran data tidak asal-asalan.

“Kami akan memastikan bahwa setiap bantuan sampai kepada yang benar-benar membutuhkan. Kami juga akan memperkuat pengawasan internal agar dugaan permainan atau penyimpangan bisa dicegah. Kalau memang ada oknum yang bermain, kami siap rekomendasikan untuk diberi sanksi sesuai aturan,” katanya.

Ia menutup dengan sebuah komitmennya.

"Enam tuntutan ini kami siap menindaklanjuti. Ketika tidak tuntas, saya siap mundur dari jabatan saya,” ujarnya menutup.(*)

Baca Sebelumnya

Gubernur Khofifah Tugaskan Disdik Jatim Terapkan Model Pendidikan NIE dan ITE West College Singapura

Baca Selanjutnya

Jabatan Sekda Halsel Normatif Untuk Diroling Setelah Masa Bakti Dua Tahun

Tags:

PMII Pacitan Bansos Pacitan DINSOS PACITAN Aksi Mahasiswa Pacitan data bansos Stiker Keluarga Miskin Sekolah Rakyat Pacitan

Berita lainnya oleh Maryani

AMMP Dukung KPK Bongkar Mafia Cukai Rokok Ilegal, Begini Alasannya

1 April 2026 14:19

AMMP Dukung KPK Bongkar Mafia Cukai Rokok Ilegal, Begini Alasannya

Inspektorat Dalami Dugaan Penyelewengan DD Klesem Pacitan, Auditor Diterjunkan

13 Januari 2026 14:58

Inspektorat Dalami Dugaan Penyelewengan DD Klesem Pacitan, Auditor Diterjunkan

Parah! Bendahara Desa di Pacitan Kabur Usai Diduga Selewengkan DD Ratusan Juta

10 Januari 2026 08:30

Parah! Bendahara Desa di Pacitan Kabur Usai Diduga Selewengkan DD Ratusan Juta

Buka Cakrawala Mahasiswa ke Kancah Global, PMII Pacitan Gelar PKL-II

5 Oktober 2025 18:46

Buka Cakrawala Mahasiswa ke Kancah Global, PMII Pacitan Gelar PKL-II

Ketik Award 2025: Bupati Pacitan Diganjar Penghargaan Pelestarian Kebudayaan

11 September 2025 17:43

Ketik Award 2025: Bupati Pacitan Diganjar Penghargaan Pelestarian Kebudayaan

MA Nahdlatussuban Pacitan Gandeng Ketik Media, Asah Skill Menulis Pelajar

31 Mei 2025 15:42

MA Nahdlatussuban Pacitan Gandeng Ketik Media, Asah Skill Menulis Pelajar

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar