PMII Pacitan Ajak Anak Muda Makmurkan Pasar dalam Refleksi Hari Jadi ke-280

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

20 Feb 2025 09:26

Thumbnail PMII Pacitan Ajak Anak Muda Makmurkan Pasar dalam Refleksi Hari Jadi ke-280
Dari kiri, Ketua Asosiasi Becak Pasar Minulyo, Mujianto, Ketua Bidang Eksternal PMII Pacitan, Ihsan Efendi (Moderator), Ketua Pedagang Kuliner Pasar Minulyo, Yuliatun, serta Ketua Pedagang Pasar Minulyo, Nanang Anshori, Rabu, 19 Februari 2025. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pacitan menggelar acara refleksi bertajuk “Njogo Pasar Ben Ora Ilang Kumandange”, di Pasar Minulyo, Rabu malam, 19 Februari 2025.

Digelar dalam rangka perayaan Hari Jadi Pacitan yang ke-280. Bertujuan untuk mengajak generasi muda kembali mencintai dan memakmurkan pasar tradisional yang kini mulai terlupakan.

Ketua PC PMII Pacitan, Al Ahmadi, dalam kesempatan itu mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan kembali gairah pasar tradisional yang semakin kehilangan pengunjungnya.

"Intinya PMII mengajak anak muda untuk lebih menyukai pasar. Kami ingin mereka melarisi pasar dan mendukung perekonomian lokal," ajaknya.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Melibatkan sejumlah pelaku pasar yang berbicara langsung tentang kondisi pasar yang semakin sepi.

Di antaranya, Ketua Asosiasi Becak Pasar Minulyo, Mujianto, Ketua Pedagang Pasar Minulyo, Nanang Anshori, serta Ketua Pedagang Kuliner Pasar Minulyo, Yuliatun. 

Foto Suasana kegiatan Refleksi Hari Jadi Pacitan ke-280 di Pasar Minulyo Pacitan. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)Suasana kegiatan Refleksi Hari Jadi Pacitan ke-280 di Pasar Minulyo Pacitan. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

Mereka semua mengungkapkan keprihatinan mereka atas keadaan pasar yang kian merana.

Baca Juga:
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Nanang Anshori, mewakili para pedagang, menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh PMII kepada pasar tradisional.

"Kami merasa terharu masih ada pemuda yang peduli dengan pasar tradisional. Namun, kondisi pasar memang semakin sepi dan banyak masalah yang harus dihadapi," ungkapnya dengan nada penuh harap.

Salah satu masalah yang disorot adalah kurangnya penertiban terhadap pedagang yang berjualan di tempat yang tidak seharusnya.

"Pasar Minulyo, PLUT, dan Pasar Sawo sepi. Banyak pedagang yang sudah memiliki lapak permanen, namun memilih berjualan di tempat lain yang tidak sesuai dengan aturan," terang Nanang. 

Ia menambahkan bahwa harapan para pedagang sederhana, yakni agar pemerintah dapat bersikap lebih tegas dalam menata pasar.

"Perlu ada penertiban yang lebih jelas agar pasar bisa kembali ramai dan menjadi pusat perekonomian yang hidup," tambahnya.

Fenomena PKL yang Meminggirkan Pasar Tradisional

 

Tak hanya dari sudut pandang pedagang, fenomena Pedagang Kaki Lima (PKL) yang semakin marak di sepanjang Jalan Ahmad Yani juga turut berperan dalam kemerosotan Pasar Minulyo.

Pemandangan trotoar yang dipenuhi PKL ini semakin mencolok kontrasnya dengan Pasar Minulyo yang hampir tak ada aktivitas jual beli. 

Fenomena ini bukan hal baru. Dalam laporan sebelumnya, Kepala Bidang Pasar Disdagnaker Pacitan, Edi Susilo, mengakui bahwa banyak pedagang yang sebelumnya berjualan di pasar kini beralih ke jalan-jalan utama, menyisakan pasar tradisional yang semakin sepi.

Kembali Menjaga Identitas Ekonomi Rakyat Kecil

 

Refleksi yang digelar PMII Pacitan lebih dari sekadar nostalgia terhadap kejayaan pasar tradisional. Acara ini adalah panggilan untuk menjaga identitas ekonomi rakyat kecil yang semakin terpinggirkan oleh perkembangan zaman.

Pasar bukan hanya sekadar tempat transaksi jual beli, tetapi juga merupakan denyut nadi sebuah kota. Pasar adalah tempat bertemunya kehidupan sosial, tempat cerita dan kenangan, serta saksi bisu perjalanan suatu daerah dari waktu ke waktu. (*)

Baca Sebelumnya

2.800 Aparat Gabungan Dikerahkan Amankan Pelantikan Kepala Daerah di Jakarta

Baca Selanjutnya

Khofifah Kunjungi Replika Keraton Majapahit di Jakarta, Semangat Baru Wujudkan Gerbang Nusantara

Tags:

pacitan PMII Pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar