Peternak Kambing di Pacitan Banting Harga Gegara Pakan Langka

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Muhammad Faizin

6 Nov 2023 09:53

Headline

Thumbnail Peternak Kambing di Pacitan Banting Harga Gegara Pakan Langka
Peternak yang menjual kambingnya ke Pasar Pon. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Sejumlah peternak kambing di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, terpaksa banting harga jual kambing mereka. Hal ini disebabkan oleh sulitnya mencari pakan imbas dari kemarau panjang.

Salah satu peternak kambing di Desa Banjarjo, Kecamatan Kebonagung, Nika Wahyu Vintarto (31), mengatakan bahwa sulitnya mencari pakan untuk ternak saat ini makin terasa. Tanah yang tandus menyebabkan rumput hijau untuk pakan utama kambing sekarang sudah mulai langka.

"Rumput sudah mulai langka karena kemarau panjang. Semuanya mengering, bila maksa di kasih ke kambing akhirnya ya tidak dimakan," katanya saat ditemui di kandang, Senin, (6/11/2023).

Selain rumput kering, harga polar yang menjadi asupan gizi kambing juga mengalami kenaikan. Harga yang sebelumnya Rp175 per karung, kini menjadi Rp200 ribuan per karung.

Baca Juga:
Kota Surabaya dan Sidoarjo Diprediksi Berawan Hari Rabu, 15 April 2026! Cek Daerahmu Sekarang

Nika mengungkapkan, bahwa pembeli pun juga tidak mau bertaruh di musim saat ini ketimbang malah repot. Akhirnya, menyebabkan peternak terpaksa banting harga, lantaran daya beli blantik maupun peternak sangat minim.

"Ya terpaksa banting harga jual kambing. Karena minat dari pembeli turun gegara sulit cari rumput,” imbuhnya.

Pria anak satu itu menyebut, anjloknya harga kambing di pasaran saat ini berkisar 20 persen ketimbang harga normal. Hal itu, berlaku untuk semua jenis kambing, mulai jawa, etawa maupun bor.

"Kalau sebelumnya itu Rp2 juta sekarang ini hanya sekitar Rp1,6 juta. Yang Rp1 juta saat ini berkisar Rp800 ribuan," paparnya.

Baca Juga:
Prakiraan Cuaca Hari Ini, Selasa 14 April 2026: Jakarta dan Bandung Cerah

Foto Nika Wahyu Vintarto mulai mengurangi jumlah kambingnya, lantaran tak kuasa mencari rumput yang semakin sulit. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)Nika Wahyu Vintarto mulai mengurangi jumlah kambingnya, lantaran tak kuasa mencari rumput yang semakin sulit. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

Dia menambahkan, pakan yang sulit juga berdampak pada kuantitas hewan yang diternak. Termasuk dirinya, yang kini mulai menjual kambing, lantaran tak kuasa mencukupi kebutuhan pakan ternaknya.

"Beberapa warga terpaksa jual sebagian kambing karena tidak sanggup memenuhi kebutuhan pakan. Saya pun juga ikut, daripada kambing saya mati karena kelaparan," sambungnya.

Dirinya mengakui, bahwa kondisi alam saat ini memang tak menentu, dan belum berpihak kepada para peternak. Kendati demikian, ia berharap, cuaca ekstrem ini segera berakhir.

"Sulitnya mencari pakan kambing ini menjadi masalah serius bagi kami. Ya semoga kekeringan ini segera berakhir, terus turun hujan biar rumput kembali melimpah," harapnya.

Prakiraan Musim Hujan di Kabupaten Pacitan

Lebih lanjut, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda memperkirakan musim penghujan mulai terjadi di Jawa Timur (Jatim) pada November 2023. Namun saat itu belum semua daerah mengalami hal serupa.

Merujuk penjelasan tersebut, BMKG Juanda menilai kekeringan meteorologis akan berdampak pada kekeringan hidrologis, pertanian dan sosial. Hal ini termasuk berkurangnya air bersih dan penurunan lahan tanam pertanian sampai awal musim hujan.

Pun diperkirakan, pada bulan November 2023, sebanyak 32 Zona Musim (ZOM) atau 43,2% di Pacitan diperkirakan akan memasuki musim hujan. Daerah ini meliputi bagian utara Pacitan dengan curah hujan tinggi (1001-1500 mm).

Sedangkan pada bulan Desember 2023, sekitar 41 ZOM atau 55,4% di Pacitan akan melanjutkan musim hujan. Wilayah yang terkena adalah bagian barat dan tenggara Pacitan dengan curah hujan serupa (1001-1500 mm). (*)

Baca Sebelumnya

Bupati Usman yang Saya Kenal Telah Berpulang

Baca Selanjutnya

Hebat! Atlet Paralayang Kota Batu Borong 7 Juara dalam Kejuaraan Paralayang Wali Kota Cup

Tags:

pacitan Peternak PETERNAK KAMBING BANTING HARGA Kekeringan di Pacitan cuaca ekstrem BMKG

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar