Penyuluh di Pacitan Ciptakan 'Pil KB Tikus', Solusi Murah Kendalikan Hama Berbahan Gadung

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

22 Sep 2025 15:56

Thumbnail Penyuluh di Pacitan Ciptakan 'Pil KB Tikus', Solusi Murah Kendalikan Hama Berbahan Gadung
Tim Pengendali Organisme Penggangu Tumbuhan (POPT) saat mencampur adonan gadung dan komposisi lain dalam pembuatan Pil KB Tikus, Senin, (22/9/2025). (Foto: Al Ahmadi/Ketik)

KETIK, PACITAN – Penyuluh Pertanian Lapangan ( PPL) berkolaborasi dengan Pengendali Organisme Penggangu Tumbuhan (POPT) di Kabupaten Pacitan memiliki cara kreatif dalam mengendalikan serangan hama tikus yang belakangan kian merebak.

Alih-alih hanya mengandalkan pestisida kimia yang persediaannya terbatas, mereka kini memproduksi pil KB tikus berbahan dasar umbi gadung.

“Ini dari teman-teman penyuluh melakukan fasilitasi petani dengan fenomena banyaknya hama tikus. Karena kalau Gerakan Pengendalian (Gerdal) hanya mengandalkan pestisida kimia, sementara bantuan pestisida jumlahnya juga terbatas,” ungkap Koordinator Penyuluh Pacitan, Riasmoko, di sela pembuatan pil KB tikus di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kebonagung, Senin, 22 September 2025.

Menurut Woko sapaan akrabnya, pil KB tikus ini diharapkan bisa menjadi salah satu solusi tepat dalam mengendalikan populasi hama yang sering merusak tanaman petani.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

“Bagi wilayah yang mengalami serangan, kami harapkan setiap BPP bisa memproduksinya,” jelasnya.

Pil racun ini diklaim efektif untuk pengendalian hama. Pasalnya, zat didalam umbi gadung dapat membuat tikus mandul hingga mati.

Ramuan tersebut dibuat dari bahan alami yang mudah didapat, di antaranya:

  • Umbi gadung kuning 1 kg
  • Dedak halus 6 gelas
  • Terasi 1 ibu jari
  • Kemiri 5 butir
  • Air secukupnya

Cara membuatnya pun relatif sederhana. Gadung dicuci bersih, dipotong kecil tanpa dikupas kulitnya lalu diblender dengan sedikit air atau diparut.

Baca Juga:
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Foto Kepala DKPP Pacitan tengah menunjukkan gadung, sebagai bahan dasar pembuatan Pil KB Tikus. (Foto: Al Ahmadi/Ketik)Kepala DKPP Pacitan tengah menunjukkan umbi gadung, sebagai bahan dasar pembuatan Pil KB Tikus. (Foto: Al Ahmadi/Ketik)

Terasi dan kemiri dibakar, kemudian dihaluskan bersama gadung. Campuran tersebut ditambahkan dedak, lalu diaduk hingga rata. 

Adonan harus pas tidak terlalu basah dan tidak mudah hancur saat dikepal.

Adonan kemudian diratakan di baki plastik, dipotong ukuran 2x2 centimeter, lalu dikeringanginkan hingga siap digunakan.

“Terasi ini fungsinya untuk memicu tikus agar mau memakan pil tersebut,” tambah Woko.

Selain mudah dibuat, biaya produksi pil KB tikus juga tergolong murah. Untuk menghasilkan sekitar 12 kilogram pil KB tikus, dibutuhkan biaya kisaran Rp100 ribu saja.

Biaya tersebut digunakan untuk membeli terasi, kemiri, dan dedak, sementara bahan utama berupa umbi gadung diperoleh dari hasil tanam petani binaan.

“Jadi dari segi biaya juga sangat terjangkau. Mengambil bahan lokal yang ada di sekitar, ini bisa diproduksi secara mandiri oleh penyuluh maupun petani,” jelas Woko.

Kepala DKPP Pacitan, Sugeng Santoso, mengapresiasi inisiatif penyuluh yang bergerak cepat menghadapi merebaknya hama tikus. 

Menurutnya, inovasi ini penting untuk membantu petani tetap bisa menjaga hasil panen.

“Kami mendukung penuh langkah kreatif teman-teman penyuluh di lapangan. Pil KB tikus ini bisa menjadi alternatif ramah lingkungan di tengah keterbatasan pestisida. Harapannya, petani tidak sampai mengalami gagal panen karena serangan tikus,” ujar Sugeng.

Ia menambahkan, pihaknya akan mendorong agar metode ini diperluas ke berbagai kecamatan rawan serangan tikus di Pacitan.(*)

Baca Sebelumnya

Dua Pejabat Dispora OKU Selatan Didakwa Korupsi Rp913 Juta, Sidang Perdana Digelar di PN Tipikor Palembang

Baca Selanjutnya

Kuliner Keluarga dengan Suasana Desa, Warung Apung Rahmawati Sidoarjo Bikin Pengunjung Betah!

Tags:

pacitan Pertanian Pil KB Tikus di Pacitan PPL di Pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

11 April 2026 23:22

Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

Buntut Dugaan Keracunan Siswa di Tegalombo, DPRD Pacitan Desak Evaluasi Total MBG

11 April 2026 19:06

Buntut Dugaan Keracunan Siswa di Tegalombo, DPRD Pacitan Desak Evaluasi Total MBG

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar