KLHK RI Catat Lahan Warga Terdampak Tambang di Pacitan, PT GLI Ditutup?

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Mustopa

27 Feb 2024 06:29

Thumbnail KLHK RI Catat Lahan Warga Terdampak Tambang di Pacitan, PT GLI Ditutup?
Kondisi lokasi tambang PT GLI di Desa Cokrokembang, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Tindak lanjut atas kasus pencemaran lingkungan akibat aktivitas pertambangan PT Gemilang Limpah Internusa (GLI) di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, mulai menunjukkan titik terang.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI) turun tangan menyelidiki dugaan kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh aktivitas pertambangan PT GLI di Desa Cokrokembang, Kecamatan Ngadirojo, Jumat (23/2/2024).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pacitan Cicik Roudlotul Jannah mengatakan bahwa kunjungan KLHK tersebut merupakan tindak lanjut dari surat yang dilayangkan Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji terkait keluhan warga atas kerusakan lingkungan di sekitar lokasi tambang.

"Tim dari KLHK, termasuk inspektur tambang, tim penegakan hukum (Gakkum) pusat dan provinsi, kemarin turun ke lokasi tambang di Cokrokembang untuk melakukan investigasi," kata Cicik, Selasa (27/2/2024).

Baca Juga:
Update Terkini Kasus Dugaan Pencemaran Dampak Aktivitas PT GLI Pacitan

Tim Gakkum tersebut melakukan pengumpulan data, foto, dan dokumentasi kondisi di lapangan untuk selanjutnya dilaporkan dalam bentuk Berita Acara Penyelidikan (BAP).

"Jika ditemukan pelanggaran dalam izin pertambangan, maka penutupan bisa dilakukan. Jika terbukti merusak lingkungan, kemungkinan besar akan dilakukan rehabilitasi. Tapi, kita tunggu hasil penyelidikan dulu, tentunya itu membutuhkan waktu," jelas Cicik kepada ketik.co.id.

Lebih lanjut, Cicik sapaan akrabnya menjelaskan bahwa fokus penyelidikan KLHK meliputi izin tambang, dampak lingkungan, serta mediasi antara warga dan pihak perusahaan. Tim KLHK juga mendata lahan-lahan yang terdampak kerusakan akibat aktivitas pertambangan.

"Kalau di Desa Kluwih memang sampai saat ini tidak ada masalah. Untuk di Desa Cokrokembang banyak warga yang mengeluhkan kerusakan lingkungan," imbuh Cicik.

Baca Juga:
Tunggu Hasil Lab Investigasi GLI Pacitan, Gakkum KLHK Bersiap Surati Bupati

Investigasi dari KLHK RI ini diharapkan dapat memberikan solusi dan langkah kongkret untuk menyelesaikan permasalahan kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan PT GLI di Pacitan.

"Ya semoga saja," ujar Kadis DLH Pacitan Cicik Roudlotul Jannah.

Diketahui, aktivitas pertambangan tersebut berlokasi di dua Kecamatan, yakni Ngadirojo dan Tulakan. Khususnya di Desa Cokrokembang, Kecamatan Ngadirojo, geliatnya ditengarai telah mencemari lingkungan dan merusak mata pencaharian masyarakat sekitar sebagai petani.

Keberadaan limbah PT GLI diduga berdampak pada kerusakan ekosistem sungai hingga merosotnya produktivitas lahan pertanian.

Tak main-main, hampir separuh wilayah kecamatan alias empat desa di wilayah tersebut mengalami hal serupa.

Kini, warga setempat menunggu tindak lanjut dari hasil investigasi KLHK RI. Mereka berharap pemerintah terkait dapat segera mengambil langkah kongkret menggunakan wewenangnya untuk menyelesaikan masalah ini.

"Dampak tambang GLI ini sudah menyasar separuh Kecamatan Ngadirojo. Kami berharap segera diselesaikan terkait masalah ini," pinta warga terdampak, Dedi Prasetyo (41) menuntut adanya penutupan tambang PT GLI dan rehabilitasi lingkungan pada Sabtu, 24 Februari 2024 lalu.(*)

Baca Sebelumnya

Hyundai IONIQ 5 N Jadi Finalis World Car Awards 2024

Baca Selanjutnya

Berdalih Ramah Lingkungan, Biomassa Kayu Kain Ancam Hutan Kalimantan

Tags:

PT GLI PACITAN Tambang di Pacitan DESA COKROKEMBANG

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

11 April 2026 23:22

Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

Buntut Dugaan Keracunan Siswa di Tegalombo, DPRD Pacitan Desak Evaluasi Total MBG

11 April 2026 19:06

Buntut Dugaan Keracunan Siswa di Tegalombo, DPRD Pacitan Desak Evaluasi Total MBG

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar