Kepala BKD Pacitan Sebut Warung di Sisi Barat Pancer Dorr Liar, Serobot Aset Pemkab

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

7 Nov 2025 17:58

Thumbnail Kepala BKD Pacitan Sebut Warung di Sisi Barat Pancer Dorr Liar, Serobot Aset Pemkab
Papan larangan berdiri di kawasan Pantai Pancer Dorr sisi barat yang merupakan tanah milik negara, sementara di belakangnya tampak warga mulai membangun warung non permanen di area tersebut, Jumat, 7 November 2025. (Foto: Al Ahmadi/Ketik)

KETIK, PACITAN – Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pacitan, Daryono, menyebut bahwa warung di sisi barat Pancer Dorr liar tanpa izin.

Lahan tersebut merupakan aset pemerintah kabupaten (pemkab) yang diperuntukkan bagi pengembangan investasi. 

“Tanah aset pemda itu ditawarkan untuk rencana investasi. Yang bangun di situ ya disebut liar, tidak ada izin,” ujar Daryono, Jumat, 7 November 2025.

Ia menjelaskan, keberadaan bangunan-bangunan liar di area itu tidak memiliki dasar hukum.

Baca Juga:
DPRD Kota Malang Sebut Perda Bangunan Gedung Jadi Modal Kuat Penertiban Bangunan Liar

Pun pembangunan warung tersebut murni diserobot masyarakat setempat.

“Itu berarti kan inisiatifnya orang-orang situ. Ya secara peraturan kan tidak ada legal standing-nya,” ucapnya.

Sementara itu, Daryono menyebut beberapa perusahaan hotel dari Solo sudah mulai melirik lahan strategis di kawasan barat pantai tersebut. 

Salah satunya adalah Paragon Group yang telah menyampaikan minat awal untuk berinvestasi di sektor pariwisata.

Baca Juga:
Pemkab Pacitan Belum Terbitkan Surat Edaran Work From Home bagi ASN

“Sudah ada beberapa pihak, seperti Paragon dari Solo yang mulai menawar, terutama perusahaan hotel yang ingin berinvestasi di sekitar pantai itu,” ungkapnya.

Meski mengetahui adanya bangunan liar di atas tanah pemerintah, Pemkab Pacitan belum melakukan penertiban langsung. 

Pemerintah masih menempuh langkah persuasif melalui mediasi dan dialog dengan warga agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak langsung berhenti.

“Tapi karena itu masyarakat Pacitan juga, kami upayakan mediasi dulu. Memberikan pemahaman, kalau mau menyewa ya sekalian tanah yang disewakan seperti di Pancer Dorr wilayah timur dan tengah,” jelas Daryono.

Menurutnya, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga telah turun langsung ke lapangan untuk berkoordinasi dan mencari solusi atas persoalan ini.

“Kemarin ada beberapa OPD yang bergerak ke sana, kami bertemu dengan orang-orang di sana. Tapi pada prinsipnya kita belum menyewakan,” imbuhnya.

Terkait kemungkinan pengaturan retribusi atau penyewaan lahan melalui peraturan daerah (perda) di masa mendatang, Daryono menyebut hal itu belum menjadi pembahasan lebih lanjut.

“Sejauh ini belum ada,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi di lapangan, ada sekitar 40 warung yang akan didirikan di lokasi tersebut oleh warga yang tergabung dalam asosiasi pedagang. 

Untuk satu unit warung, biaya pembangunannya diperkirakan mencapai Rp15 juta hingga Rp18 juta.

Setelah berdiri, warung-warung itu rencananya akan disewakan dengan tarif berkisar Rp1 juta per bulan.(*)

Baca Sebelumnya

Sedang Live TikTok, Ojol Ini Tak Sengaja Rekam Aksi Jambret Kalung Emas di 17 Ilir Palembang

Baca Selanjutnya

Semakin Melesat, Unisma Bertengger di Peringkat 1.101-1.200 Asia dan 173 Asia Tenggara di QS Asia University Ranking

Tags:

pantai pancer dorr BKD Pacitan Bangunan liar investasi daerah aset pemerintah Pacitan pemkab pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar