Kejar Omzet, Pedagang Mercon di Pacitan Buka hingga Malam Takbiran

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Naufal Ardiansyah

8 Apr 2024 03:40

Headline

Thumbnail Kejar Omzet, Pedagang Mercon di Pacitan Buka hingga Malam Takbiran
Rara tengah menunjukkan mercon favorit orang dewasa. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Tak ingin kehilangan momen mendulang omzet, sejumlah pedagang mercon di Pacitan, Jawa Timur membuka lapak dagangannya hingga malam takbiran Idul Fitri 1445 Hijriah.

Pantauan Ketik.co.id, setidaknya ada 3 pedagang mercon di kawasan Alun-alun Pacitan. Sasaran mereka selain orang yang lewat adalah anak-anak. 

"Masih berharap ramai pembeli, malam lebaran masih buka. Bukanya kalau nggak hujan mulai jam satu siang sampai jam sepuluh," kata salah satu pedagang mercon, Rara (18) kepada Ketik.co.id, Minggu (7/4/2024). 

Rara menambahkan, sejauh ini mercon cenderung diburu oleh anak-anak. Pun paling antusias yang melarisi dagangannya. 

Baca Juga:
Pesta Kembang Api Hiasi Salat Witir Malam ke-29 Ramadan di Masjid Agung Jami' Kota Malang

Perempuan muda itu mengaku, selama sehari dapat meraup omzet hingga ratusan ribu rupiah. Naik jika kondisi cuaca mendukung.

"Anak-anak memang yang paling bersemangat. Kalau lagi rame bisa sampai Rp500 ribu," ucapnya.

Foto Pedagang Mercon Rara saat mengatakan bakal buka lapak hingga malam takbiran, (7/4/2024). (Foto: Al Ahmadi/Ketik co.id)Pedagang Mercon Rara saat mengatakan bakal buka lapak hingga malam takbiran, (7/4/2024). (Foto: Al Ahmadi/Ketik co.id)

H-3 Lebaran saat ini menjadi puncak penjualan petasan baginya. Para penjaja mercon di Kota Seribu Satu Gua ini menawarkan berbagai jenis model dengan harga yang beragam.

Baca Juga:
Dua Remaja Asal Kediri Terluka Parah Akibat Ledakan Petasan di Musala Udanawu Blitar

Harganya dipatok mulai dari Rp2.000 hingga Rp60.000.

"Paling favorit anak kecil itu kembang api. Kalau dewasa lebih memilih beli mercon yang agak besar," bebernya.

Sekadar informasi, berdasarkan Surat Edaran (SE) Pemkab Pacitan, Jawa Timur tentang cipta kondisi selama Ramadan 2024 terdapat larangan penggunaan dan penjualan mercon selama memasuki bulan penuh ampunan.

Pada poin ketiga SE bernomor 300.1.1/686/408.50/2024 yang ditandatangani Sekda Pacitan Heru Wiwoho itu berbunyi, melarang bentuk-bentuk kegiatan yang menimbulkan ledakan, seperti mercon atau petasan, long karbit, mercon pendem, petasan bumbung dan sejenisnya. 

Melaksanakan isi edaran Pemkab Pacitan, Kepala Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Pacitan Ardyan Wahyudi, telah mengimbau kepada kepala desa, RT/RW untuk memberitahukan warganya supaya tidak menyalakan segala jenis petasan selama Ramadan 2024.

Di tengah tingginya antusiasme terhadap petasan, perlu diingat bahwa bahayanya selalu mengintai. Ledakan petasan dapat menyebabkan luka bakar, kerusakan pendengaran, hingga trauma fisik dan mental.

Meskipun Pemkab Pacitan telah mengimbau kepada kepala desa dan RT/RW untuk mengingatkan warganya, masih banyak warga yang nekat dan antusias membeli petasan.

"Yang jelas dilarang sebagaimana ketentuan bahwa petasan termasuk salah satu bahan yang berpotensi membahayakan serta menggangu lingkungan," terang Kepala Satpol PP Pacitan Ardyan Wahyudi. (*)

Baca Sebelumnya

Peduli Sesama, FJA Abdya Santuni Anak Yatim Jelang Idul Fitri

Baca Selanjutnya

Soan dan Tonam Loka, Budaya Suku Makian dan Kayoa di Tiap Penghujung Ramadan

Tags:

Petasan kembang api Pedagang Mercon di Pacitan Mercon Malam Takbiran

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Yonif TP 934 SBY Gelar Cek Kesehatan Gratis di GOR Pacitan, Ajak Warga Peduli Kesehatan

19 April 2026 12:21

Yonif TP 934 SBY Gelar Cek Kesehatan Gratis di GOR Pacitan, Ajak Warga Peduli Kesehatan

Iseng Jualan Es di Syawalan Fest Pacitan 2026, Penjual Ayam Ini Malah Cuan Jutaan Rupiah

18 April 2026 23:01

Iseng Jualan Es di Syawalan Fest Pacitan 2026, Penjual Ayam Ini Malah Cuan Jutaan Rupiah

Sejumlah Mantan Ketum PKC Jatim Hadiri Kick Off Harlah PMII ke-66 di Surabaya

17 April 2026 23:32

Sejumlah Mantan Ketum PKC Jatim Hadiri Kick Off Harlah PMII ke-66 di Surabaya

Hasil Uji Lab MBG di Pacitan Positif Tercemar Bakteri, Ini Langkah Dinkes

17 April 2026 12:47

Hasil Uji Lab MBG di Pacitan Positif Tercemar Bakteri, Ini Langkah Dinkes

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

16 April 2026 18:18

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

16 April 2026 17:47

22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend