Ikuti Sunan Kalijaga, Dalang Pacitan Jadikan Wayang Kulit Media Dakwah

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Marno

10 Jun 2023 11:04

Thumbnail Ikuti Sunan Kalijaga, Dalang Pacitan Jadikan Wayang Kulit Media Dakwah
Pedalang Sokiran memaparkan nilai Islam dalam tokoh pewayangan Puntodewo dan Werkudoro di rumahnya. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Beragam cara dakwah agama Islam di Indonesia pada saat ini. Pedalang wayang kulit Sokiran (78) asal RT 01 RW 01, Krajan, Desa Katipugal, Kebonagung, Pacitan, Jawa Timur syiarkan Islam melalui kesenian tradisional wayang kulit.

"Lebih mudah diterima kalau menggunakan kesenian, seperti sunan Kalijaga saat dakwah. Apalagi kalau disampaikan dengan seni, bakal lebih indah." katanya, Sabtu (10/6/2023).

Kakek satu cucu itu mengaku, kesenian wayang kulit yang ia geluti sejak usia anak itu, sekarang peminatnya sedikit. Mengingat, generasi muda sekarang beralih ke pertunjukan modern.

"Karena kita tidak punya kendali, lihat saja sekarang anak muda suka tontonan, yang tidak memberikan tuntunan. Memang perputaran zaman tidak bisa dihindari," ungkapnya.

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Foto Sokiran saat memperlihatkan Wayang Kulit yang digunakan untuk pertunjukannya (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)Sokiran saat memperlihatkan sejumlah tokoh Wayang Kulit.  (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

Meski begitu, dia tetap meyakini, bahwa agama dan kesenian tidak bisa dipisahkan. Menurut pria yang kerap disapa Mbah Sokiran itu, apabila kesenian tanpa agama pasti akan menimbulkan kelalaian dan maksiat.

"Kita hidup dengan seni menjadi indah, hidup dengan agama jadi terarah. Seni tanpa agama akan menimbulkan maksiat, seperti musik diskotik," imbuhnya.

Dalam dakwahnya melalui pagelaran wayang kulit, ia lakukan ke berbagai wilayah kecamatan di Kabupaten Pacitan. Selain sebagai pekerjaan, menekuni sebagai pedalang itu untuk melestarikan kesenian tersebut.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Contoh dakwahnya, ada salah satu karakter pewayangan Puntodewo, yang memiliki sifat arif bijaksana, sederhana, bangga dengan budayanya sendiri. Tak hanua itu,dia juga Istiqomah dalam manembah (menyembah) Tuhan-nya. 

"Puntodewo itu sifatnya arif, konsisten (Istiqomah), tidak mau berpakaian seperti seorang raja. Hidupnya sangat sederhana, manembahe khusuk banget, sampai sanggul rambutnya dimasukkan jimat jamus kalimosodo alias kalimat syahadat," paparnya.

Adapun filosofi dalam wayang, kata dia, mengajak masyarakat untuk berbuat baik dan menghindari kejahatan. Selain itu, menanamkan kepada masyarakat semangat amar ma'ruf nahi mungkar atau mengajak orang berbuat baik dan melarang orang berbuat jahat. (*)

Baca Sebelumnya

Festival 'Iki Malang Ker' Pamerkan Ragam Budaya dan UMKM Kota Malang

Baca Selanjutnya

PLN NP Gandeng Warga Probolinggo Lestarikan Lingkungan Sekitar Pembangkitan

Tags:

pacitan Wayang Kulit Sunan Kalijaga Pedalang kesenian

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Yonif TP 934 SBY Gelar Cek Kesehatan Gratis di GOR Pacitan, Ajak Warga Peduli Kesehatan

19 April 2026 12:21

Yonif TP 934 SBY Gelar Cek Kesehatan Gratis di GOR Pacitan, Ajak Warga Peduli Kesehatan

Iseng Jualan Es di Syawalan Fest Pacitan 2026, Penjual Ayam Ini Malah Cuan Jutaan Rupiah

18 April 2026 23:01

Iseng Jualan Es di Syawalan Fest Pacitan 2026, Penjual Ayam Ini Malah Cuan Jutaan Rupiah

Sejumlah Mantan Ketum PKC Jatim Hadiri Kick Off Harlah PMII ke-66 di Surabaya

17 April 2026 23:32

Sejumlah Mantan Ketum PKC Jatim Hadiri Kick Off Harlah PMII ke-66 di Surabaya

Hasil Uji Lab MBG di Pacitan Positif Tercemar Bakteri, Ini Langkah Dinkes

17 April 2026 12:47

Hasil Uji Lab MBG di Pacitan Positif Tercemar Bakteri, Ini Langkah Dinkes

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

16 April 2026 18:18

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

16 April 2026 17:47

22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda