Hujan, Klep Air Macet Picu Banjir Pacitan: Pemkab Janji Segera Perbaiki

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

29 Nov 2024 12:45

Thumbnail Hujan, Klep Air Macet Picu Banjir Pacitan: Pemkab Janji Segera Perbaiki
Gangu aktivitas warga. Banjir terjadi di sepanjang Jalan MT Haryono, tepatnya di Lingkungan Blumbang, Kelurahan Ploso, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, Jumat pagi, 29 November 2024. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Pacitan selama beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di sepanjang Jalan MT Haryono, tepatnya di Lingkungan Blumbang, Kelurahan Ploso, Jumat pagi, 29 November 2024.

Genangan air yang cukup tinggi ini mengganggu aktivitas warga dan lalu lintas di kawasan tersebut.

Menurut Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan dan Air Minum (PLAM) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pacitan, Tony Setyo Nugroho, banjir disebabkan oleh kerusakan teknis pada pintu air di kawasan Blumbang. 

"Aliran dari Kali Gerdon yang kita salurkan ke Blumbang terkendala karena ada empat pintu klep di sana, dua di antaranya rusak. Akibatnya, air dari Kali Kunir tidak bisa teralirkan dengan baik dan menyebabkan genangan," ungkap Tony, Jumat, 29 November 2024.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Sebagai langkah sementara untuk mengatasi genangan, Pemkab Pacitan telah mengerahkan pompa air di sekitar SPBU Ploso. Namun, Tony mengingatkan bahwa solusi tersebut hanya bersifat darurat.

"Kami sedang memompa air yang terjebak, tapi masalah utamanya ada pada pintu air yang rusak. Perbaikan akan dilakukan setelah air surut," jelasnya.

Ketinggian air di kawasan Blumbang sempat mencapai lutut orang dewasa, membuat sejumlah pengendara motor terpaksa menghentikan perjalanan mereka karena kendaraan mogok saat melintasi genangan. 

Selain mengganggu lalu lintas, banjir ini juga berdampak besar pada aktivitas ekonomi warga setempat.

Baca Juga:
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Efi Agustina, salah seorang warga RT 01/RW 01 Blumbang yang sehari-hari berjualan lotek, rujak cingur, dan dawet, terpaksa menutup warungnya selama dua hari akibat banjir.

"Hujan terus menerus, warung jadi tutup. Kalau begini terus, bagaimana kami bisa jualan?" keluh Efi.

Selain kerusakan pada pintu air, Tony juga mengungkapkan bahwa beberapa kawasan di kota Pacitan, seperti perempatan SDN Sidoarjo, mengalami luapan air akibat drainase yang belum dikeruk.

Pemkab Pacitan berencana mengalokasikan anggaran untuk pengerukan drainase tersebut pada tahun 2025 mendatang.

"Drainase di perempatan SDN Sidoarjo belum dikeruk, itu yang menyebabkan air meluap. Anggaran pengerukan baru tersedia tahun depan," terang Tony.

Solusi Jangka Panjang: Perbaikan Infrastruktur

 

Genangan air yang terus terjadi setiap musim hujan di kawasan Blumbang menunjukkan bahwa kapasitas drainase yang ada belum memadai untuk menampung debit air yang tinggi.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan infrastruktur, khususnya pada pintu air dan drainase, untuk mengatasi masalah banjir yang terus berulang.

"Drainase harus segera diperbaiki, kalau tidak banjir akan terus datang setiap tahun," kata Efi Agustina.

Pemkab Pacitan berjanji akan segera melakukan perbaikan pintu air setelah kondisi air surut. 

"Kami akan segera memperbaiki pintu air yang rusak begitu air surut. Ini adalah prioritas kami agar kejadian serupa tidak terulang," kata Tony menambahkan.

Sementara itu, warga Blumbang dan sekitarnya berharap pemerintah dapat memberikan solusi jangka panjang agar mereka tidak lagi terjebak dalam banjir setiap kali hujan deras datang. 

Warga juga mengimbau agar pemerintah lebih memperhatikan masalah drainase yang selama ini menjadi penyebab utama banjir tahunan di kawasan mereka.

Hingga berita ini diturunkan, genangan air di kawasan Blumbang masih belum surut, dan situasi tersebut memaksa sebagian warga untuk bertahan di rumah mereka.

Pemerintah daerah diharapkan dapat segera menyelesaikan masalah ini agar aktivitas warga dapat kembali normal.

Pantauan di Lapangan

 

Hingga pagi ini, ketinggian genangan air di Blumbang sempat mencapai lutut orang dewasa, sementara beberapa pengendara motor terpaksa berhenti karena kendaraannya mogok saat melintas di jalan yang tergenang.

Aktivitas warga yang sebagian besar mengandalkan usaha kecil juga terganggu oleh kondisi ini, memperburuk dampak sosial ekonomi dari bencana banjir yang sedang berlangsung. (*)

Baca Sebelumnya

Mampu Redam Potensi Konflik Pilkada, Pengamat Apresiasi Kepemimpinan Prof Zudan

Baca Selanjutnya

Tahapan Rekapitulasi Pilkada Serentak 2024: Jadwal dan Proses Lengkap

Tags:

pacitan Banjir di Pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar