Geliat Usaha Sermier Banjarjo Pacitan agar Tetap Eksis, Gurihnya Bikin Ketagihan

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: M. Rifat

31 Mei 2023 05:58

Thumbnail Geliat Usaha Sermier Banjarjo Pacitan agar Tetap Eksis, Gurihnya Bikin Ketagihan
Sermier yang sudah siap diedarkan setelah melalui proses pengeringan. (Foto:Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN Meski harus bersaing dengan banyak jajanan kekinian, produksi kerupuk sermier masyarakat Desa Banjarjo, Kecamatan Kebonagung, Pacitan, Jawa Timur masih tetap bertahan hingga saat ini. Rasanya pun bikin ketagihan.

Pasangan suami istri pembuat sermier Suratmin (56), dan Suharti (56), mengaku telah memulai usahanya sejak 19 tahun lalu. Menurutnya, kudapan gurih nan renyah itu sudah ada sejak simbah buyutnya dulu.

"Saya mulai usaha ini tahun 2004, sama suami.  Sekarang tambah dibantu anak perempuan, dulu pas saya kecil sebetulnya sudah ada," kata Suharti, selasa (30/5/2023).

Bukan perkara sulit untuk menjumpai sermier, pasalnya ada puluhan rumah tangga yang menekuni usaha tersebut. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya jemuran kerupuk yang menghiasi teras rumah dan sudut desa.

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Setiap warga bisa membuat kudapan gurih nan renyah itu, bukan melalui pelatihan khusus. Namun dipelajari secara otodidak, atau diajari orang tuanya.

Harti memaparkan, proses pembuatan sermier itu, dimulai dari mengupas singkong terlebih dahulu. Setelah itu dicuci sampai bersih, kemudian digiling dengan mesin sampai halus.

Foto Kerupuk sermier dijemur di depan teras warga dan sudut desa saat cuaca sedang bagus (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)Kerupuk sermier dijemur di depan teras warga dan sudut desa saat cuaca sedang bagus (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

​​​​​Singkong halus tersebut kemudian dicampur dengan bumbu berupa ketumbar, bawang, garam, dan penyedap rasa. Singkong yang telah dibumbui, dibentuk lingkaran tipis dan ditempel pada tutup panci, lalu dikukus selama 1 menit.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Selepas itu ditata rapi pada teple (anyaman daun kelapa), untuk dijemur sampai kering.

"Kalau cuacanya panas, satu hari sudah kering. Kalau pas mendung bisa dua harian," paparnya.

Produksi sermier berlangsung hampir setiap hari. Pun dilakukan dini hari, agar saat menjelang siang hari, sermier basah sudah dapat dikeringkan.

Kerupuk sermier dari wilayahnya dinilai lebih sempurna dibanding lainnya. Lantaran bumbu dan dimodifikasi dengan varian rasa yang beraneka ragam, seperti ketumbar, original dan balado.

"Sermier di sini lebih enak dan gurih, kan banyak variasi juga, jadi tinggal mintanya gimana," jelasnya.

Sementara itu, Ia membeli singkong dari petani setempat, untuk satu karung singkong berukuran 50 kilogram biasanya dihargai Rp100 ribu. Setelah diolah menjadi sermier, Ia bisa meraup untung bersih sekitar Rp100 ribuan.

Kendati, Ia mengeluh, lantaran sekarang singkong sulit didapati, apalagi harganya yang kian tidak menentu. Lebih-lebih saat cuaca hujan, ia sering merugi, lantaran sermier yang kurang kering rawan ditumbuhi jamur.

"Sekarang bahan baku sulit (singkong) sama harganya tidak menentu. Apalagi cuaca saat hujan, sering membuat rugi, karena tidak kering dan berjamur," imbuhnya.

Ia berharap, agar kedepannya sermier bisa diterima di khalayak ramai, alih-alih jadi buah tangan khas Pacitan. Mengingat harga jual yang cukup ekonomis, sehingga menjadi sumber penghasilan masyarakat sekitar.

"Produk sermier ini, kedepannya semoga menjadi oleh-oleh terkenal dari kota ini. Apalagi harganya kan murah, itu bisa menjadi sumber penghasilan tetap masyarakat sini," tandasnya.

Lebih lanjut, harga sermier mentah belum digoreng yang dijual Suharti per kilogramnya, Rp22-25 ribu tergantung varian rasanya. Sedangkan untuk yang sudah dibungkus, Rp5 ribu dapat 3 bungkus, per bungkus isi 10 buah. Umumnya masyarakat sekitar menjual sermier ke pasar, juga melayani online maupun pembelian kerumah. (*)

Baca Sebelumnya

Pemkab Ponorogo Targetkan Kepesertaan JKN 95 Persen Tahun Ini, Bupati Ungkap Alasannya

Baca Selanjutnya

Bupati Jember Janjikan 200 Juta kepada Kades yang Tingkatkan Partisipasi Pemilu

Tags:

Sermier Banjarjo Ekonomi UMKM pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar