Dinkes Sebut 31.443 Keluarga di Pacitan Belum Miliki Jamban Layak

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Muhammad Faizin

17 Mei 2024 11:10

Thumbnail Dinkes Sebut 31.443 Keluarga di Pacitan Belum Miliki Jamban Layak
Ilustrasi jamban tak layak pakai. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Akses sanitasi yang layak tampaknya masih menjadi tantangan di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan menunjukkan, di tahun 2023 masih ada 16,23 persen keluarga atau setara dengan 31.443 KK yang belum memiliki jamban layak. 

"Secara data dari total 194.733 kartu keluarga (KK), keluarga dengan akses terhadap sanitasi layak di Pacitan masih 83,77 persen di tahun 2023," papar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan, Nunuk Irawati, Jumat (17/5/2024).

Kendati demikian, persentase KK dengan akses sanitasi layak seiring waktu berjalan kian membaik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

"Di tahun 2022, di angka 82,5 persen atau naik sebesar 1,23 persen di tahun 2023-nya," imbuh Nunuk kepada media online nasional Ketik.co.id

Terkait kebiasaan buang air besar (BAB) sembarangan, Nunuk mengklaim bahwa seluruh warga Pacitan kini sudah nihil melakukan budaya buruk tersebut.

"Untuk BAB sembarangan kami sudah deklarasi sebagai Open Defecation Free (ODF) tahun 2014. Artinya, Pacitan itu sudah 100 persen warganya tidak BAB sembarangan. Tapi memang belum semuanya punya jamban yang terstandardisasi, seperti masih menggunakan jamban cemplung, dan jamban saring," ungkapnya.

Menurut Nunuk, upaya perbaikan akses sanitasi di Pacitan saat ini terus digalakkan Pemkab Pacitan.

Baca Juga:
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Pertama, edukasi yang dilakukan oleh Dinkes melalui sosialisasi dan mendorong penerapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 pilar, salah satunya adalah akses sanitasi layak. 

Kedua, Dinas PUPR berfokus pada pembangunan sarana sanitasi yang memadai.

"Salah satu pilar STBM adalah membudayakan perilaku buang air besar sehat yang dapat memutus alur kontaminasi kotoran manusia sebagai sumber penyakit secara berkelanjutan. Dan menyediakan dan memelihara sarana buang air besar yang memenuhi standar dan persyaratan kesehatan," ungkapnya.

Nunuk mentargetkan di tahun 2024, separo dari seluruh desa di Pacitan berhasil terverifikasi STBM. Jika sudah, artinya wilayah tersebut telah layak menurut standard kesehatan.

"Kami targetkan setiap desa di tahun ini 50 persen dari desa sudah terverifikasi STBM. Artinya kalau sudah terverifikasi STBM mereka telah memenuhi syarat," targetnya.

Lebih lanjut, Nunuk mengatakan bahwa, meningkatkan akses sanitasi layak merupakan salah satu intervensi sensitif untuk mewujudkan kesehatan masyarakat dan pencegahan stunting.

Dinkes Pacitan berharap, warga kian memahami akan pentingnya sanitasi, pun sudi membangun jamban yang layak secara mandiri.

"Kami harap masyarakat semakin sadar bahwa sanitasi adalah kebutuhan primer," tandas Nunuk. (*)

Baca Sebelumnya

Polrestabes Surabaya Musnahkan Barang Bukti Narkoba Senilai Rp66 Miliar

Baca Selanjutnya

Imigrasi Surabaya Tangkap DPO Asal Banglades Kasus Pedagangan Orang

Tags:

pacitan Jamban di Pacitan sanitasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat STBM Open Defecation Free odf

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar