Cerita Penjual Kacang Pacitan: Setiap Sujud Minta Rezeki Anak Dilancarkan

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: M. Rifat

26 Jul 2024 00:15

Headline

Thumbnail Cerita Penjual Kacang Pacitan: Setiap Sujud Minta Rezeki Anak Dilancarkan
Pedagang Kacang Keliling, Supini istirahat di sisi ruas jalan perempatan Penceng Pacitan (25/7/2024). (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Di sudut ruas jalan perempatan Penceng Pacitan, Jawa Timur dijumpai sosok perempuan berumur.

Kerut di dahi wajah seolah memberi pertanda kerasnya hidup yang telah dilakoninya.

Ia adalah Supini, seorang penjual kacang bungkus keliling, yang keseharian mengitari wilayah keramaian kota.

Setiap hari, Supini berkeliling menawarkan kacang dagangannya dengan berjalan kaki.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Rute yang Supini tempuh nyaris 40 kilometer dalam kesehariannya pulang pergi. Dari rumahnya di Desa Jlubang, Kecamatan Pringkuku ke Alun-alun Pacitan hingga Pasar Arjowinangun.

Sesekali Supini beristirahat di lampu merah seperti saat ini. Itu karena tak tahan munculnya rasa kesemutan tiap kali berjalan terlalu jauh tanpa henti.

Saat lampu lalu lintas berwarna merah, ia langsung mendatangi satu per satu pengendara yang sedang berhenti di depannya.

Dia akan terus berjalan sampai ke kendaraan paling belakang yang sedang berhenti di lampu merah itu‎ sambil kedua tangannya memegang dua bungkus kacang yang dijualnya.

Baca Juga:
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

‎Setelah lampu hijau menyala dan kendaraan mulai kembali berjalan, Supini pun mulai kembali berjalan menuju pinggir untuk menunggu sampai lampu hijau menyala kembali.

"Ini tadi dari perempatan cuwek sampai di Penceng. Kadang memang istirahat di sini (lampu merah Penceng) atau di JLS, sambil menawarkan kacang," kata Supini pakai bahasa jawa kepada Ketik.co.id, Kamis (25/7/2024).

Di sela rehatnya, tak jarang para pengendara malah nyander dan bersedia membeli dagangan. Supini menjual satu bungkus kacang jualannya seharga Rp10 ribu rupiah.

"Kadang dapat Rp500-600 ribu kalau pas lancar," imbuhnya soal Omzet yang didapat.

Pun Nenek yang sekarang sudah berusia 70 tahun itu mengaku, selain di tempat-tempat umum, ia juga berkeliling masuk ke dalam kantor-kantor pemerintah kabupaten (pemkab) Pacitan.

Foto Kacang bungkus dagangan Supini yang masih belum terjual. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)Kacang bungkus dagangan Supini yang masih belum terjual. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

Meski tak selalu mujur ada yang beli. Kadang dirinya bersyukur justru diberikan uang secara sukarela oleh pejabat baik hati.

"Pas ke kantor-kantor kadang tidak ada yang beli, tapi diberi uang," ucapnya bersyukur.

Kendati begitu, Supini bukanlah peminta-minta. Ia tetap gigih mengais rezeki dari hasil jualan harian kacang miliknya itu.

Ia melakoni keseharian itu sejak puluhan tahun silam.

Supini punya tiga anak, ia tinggal satu atap dengan putra terakhirnya. Sedangkan yang lain sudah memiliki kehidupan mandiri di tempat yang berbeda.

Pun siapa sangka, di balik senyum lelahnya, tersimpan doa tulus untuk putra-putrinya.

Saat berbincang, ibu tiga anak itu bercerita, di sepanjang sujud ibadahnya, ia selalu berucap, memohon kepada Allah SWT agar anak-anaknya selalu diberikan kesehatan dan dilancarkan mengais rezeki.

"Kalau bisa ya semoga rezekinya lancar, dan tetep diberi kesehatan buat anak-anakku," doanya.

Nenek Supini mengaku selalu sempat memikirkan nasib anaknya. Lain itu, juga tak ingin terlalu membebani putranya dalam mencukupi kebutuhan hidup.

"Bukannya nekat tapi memang saya masih pengen kerja, kan ekonomi anak juga belum baik, dapatnya tak begitu banyak. Kadangkala anak ikut proyekan, ke sawah. kadang kalau ada yang ajak juga ikut buruh tani," tandasnya berpinta. (*)

Baca Sebelumnya

3 Koperasi Binaan Diskopindag Kota Malang Terima Apresiasi Koperasi Berprestasi

Baca Selanjutnya

Tamatan SMA/SMK Jadi Beban? Ini Cara Pemkab Pacitan Tekan Pengangguran

Tags:

pacitan Supini Pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar