Cerita Pedagang Alun-alun Pacitan Menikah di Usia Senja, Romantis Bak Serial FTV

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Muhammad Faizin

19 Okt 2024 15:25

Headline

Thumbnail Cerita Pedagang Alun-alun Pacitan Menikah di Usia Senja, Romantis Bak Serial FTV
Pasangan Boradi (73) dan Suyatmi (71) yang menjalani hari-hari dengan penuh cinta, berjualan kopi dan jajanan di lapak sederhana yang mereka kelola bersama. Mereka tengah memotong tahu untuk dibakar dijual ke pembeli, 19 Oktober 2024. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Bak serial Film Televisi (FTV) yang diisi aktris muda-mudi, pasangan Boradi (73) dan Suyatmi (71) juga menjalani hari-hari dengan penuh cinta, berjualan kopi dan jajanan angkringan di lapak sederhana yang mereka kelola bersama.

Bagi pasangan ini, usia bukanlah penghalang untuk saling bersama pun memulai kehidupan baru. Yang terpenting adalah komitmen saling menyadari kelemahan dan kekurangan masing-masing.

Boradi dan Suyatmi menikah pada tahun 2020 lalu, ketika keduanya sudah berstatus duda dan janda. Boradi kehilangan istrinya, dan Suyatmi pun telah ditinggal suaminya lebih dulu.

Serupa, karena pasangannya telah meninggal dunia lebih dahulu.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Sejatinya, mereka tidak berharap menikah lagi. Namun takdir berkata lain, mereka saling dipertemukan setelah lama melakoni hidup sendiri.

Melalui pertemuan singkat yang hanya butuh waktu tiga bulan melalui perantara tetangga, pada akhirnya mengubah hidup keduanya di usianya yang sama-sama sudah kepala tujuh.

Dari pernikahan mereka sebelumnya, Boradi dikaruniai tiga orang anak, sementara Suyatmi memiliki empat anak.

Saat ini, anak-anaknya sudah memiliki keluarga masing-masing, memilih untuk merantau dan membangun kehidupan baru di luar daerah.

Baca Juga:
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Ada alasan kuat di balik keputusan mereka untuk menikah di usia yang sudah tak muda lagi itu. Salah satunya, Boradi dan Suyatmi merasakan kesepian setelah kehilangan pasangan hidup.

Bisa dikatakan, mereka ingin ada kehangatan baru yang selama ini hilang.

"Kan anak Alhamdulillah sudah besar-besar, semuanya merantau ke luar kota, dan di usia seperti ini, rasanya berat kalau tidak ada teman bicara, tidak ada yang menemani dan membantu," ungkap Suyatmi, Sabtu, 19 Oktober 2024.

Mereka juga mengaku, telah menemukan kecocokan satu sama lain, itu menjadi alasan kuat mereka untuk memutuskan menikah.

Menurutnya, hidup bersama jauh lebih bermakna daripada menjalani sisa hidup dalam kesendirian.

Pernikahan bukan sekadar soal status, tetapi tentang kebutuhan untuk berbagi kehidupan, merawat, dan menghibur satu sama lain di masa tua.

"Dari pada hidup sendiri-sendiri dan kesepian, kami lebih memilih untuk hidup bersama dan saling mendukung. Ya tahulah prosesnya kalau udah lansia nikah gimana, tentunya ngga seperti orang yang masih muda tiap hari telpon-telponan," tambah Suyatmi kepada Ketik.co.id.

Setiap hari, di timur Alun-alun Pacitan, mereka menjual kopi dan jajanan sebagai sumber penghasilan utama keluarga. Lapak dibuka sejak pagi hingga larut malam.

Suyatmi selaku pemilik lapak sejak puluhan tahun, tiap hari menyiapkan kebutuhan jajanannya. Sementara, Boradi stand by menjaga warung selama ditinggal pun membantu istrinya saat melayani konsumen.

Meski tak selalu ramai kecuali weekend, mereka tetap bersyukur bisa menjalani hidup dengan cara ini. Bagi mereka, kebersamaan dan dukungan satu sama lain adalah hal terpenting.

"Bapak (Boradi) ini yang tiap malam tidur di lapak, dia yang jaga jajanan dan perkakasnya," ujar Suyatmi sambil mengirisi tahu di lapaknya.

Di balik lapak sederhana itu, ada cerita tentang semangat dan cinta di usia senja. Mereka tak hanya berdagang guna memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga berbagi cerita, canda, dan kekuatan untuk hidup bersama.

Usia mereka memang sudah lanjut, namun semangat mereka mampu membuktikan bahwa cinta dan kebersamaan dapat tumbuh di segala umur.

"Buat yang masih muda atau yang sudah beristri, terpenting adalah tetap setia dengan pasangan. Jangan gampang menyerah apalagi mendua," tandas Suyatmi. (*)

Baca Sebelumnya

Debat Publik Perdana Pilbup Blitar 2024: Mak Rini Diduga Membaca Contekan, Rijanto Prihatin

Baca Selanjutnya

Marak APK Dipasang di Pepohonan, Bawaslu Sumsel Segera Lakukan Penertiban

Tags:

pacitan menikah pernikahan lansia Unik

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar