Tolak Money Politik = Selamatkan Pilkada 2024

Editor: M. Rifat

4 Jul 2024 13:29

Thumbnail Tolak Money Politik = Selamatkan Pilkada 2024
Oleh: Abdul Manan, S.H*

Pilkada 2024 kini sudah berada di depan mata. Pada saat Menjelang Kontestasi politik sudah menjadi hal yang biasa apabila tempratur politik semakin menghangat tentu hal tersebut sudah menjadi kebiasaan dalam dinamika politik.

Kendati demikian, ada suatu tindakan kecurangan dan pembodohan yang perlu kitanya kita waspadai bersama. Apa itu? Ya, Politik uang atau yang biasa dikenal dengan istilah Money Politik.

Perbuatan tersebut sering kali mengelabui masyarakat akan perannya dalam memilih calon pemimpin yang amanah. Fenomena ini digunakan para calon politik kerap muncul untuk menggaet suara dari masyarakat. 

Politik uang adalah suatu tindakan untuk mempengaruhi keputusan pemilih atau penyelenggara pemilu dengan memberikan imbalan materi atau bentuk lainnya.

Baca Juga:
Dari Proyek "Salah Kamar" hingga Titipan Politik, Kesaksian Pokdarwis: Ada Pesan “Ewangi Ibu” Tiap Dana Cair

Berdasarkan definisi ini, politik uang dapat dianggap sebagai bentuk suap. Suap dimana rakyat di tekankan agar memilih calon yang memberikan uang atau dalam bentuk lain misalnya sembako agar mendapatkan suara dari masyarakat.

Tanpa memikirkan bagaimana dampak yang akan dialami jika memilih calon pemimpin yang tidak amanah dan tidak menepati janji kampanyenya. Cara ini masih sering terjadi dalam setiap masa pemilihan mulai dari tingkat yang tinggi hingga sampai tingkat level yang paling rendah dalam tatanan pemerintahan.

Politik uang (Money Politics) perlu menjadi perhatian serius dalam menuju Pilkada 2024. Politik uang sudah menjadi rahasia umum di negeri ini saat menjelang kontestasi demokrasi.

Seharusnya calon pemimpin di berbagai daerah dipilih berdasarkan kompetensi dan kapabilitas yang dimiliki justru menjadi terabaikan oleh sebagian orang yang hak suaranya dapat dibeli.

Baca Juga:
Saksi Ungkap Peran Vital Bupati dalam Penyusunan Perbup

Keberlangsungan politik uang tak lepas dari cara pandang masyarakat pemilih yang permisif terhadap uang politik itu sendiri, tak heran jika kita pernah mendengar sebuah kalimat "yang ada uangnya maka dialah yang akan dicoblos".

Masalah ini tentu telah mendarah daging terhadap para kandidat dan calon pemilih pada setiap masanya sehingga problem tersebut berdampak pada rusaknya integritas dan esensi demokrasi yang diakibatkan politik uang.

Tak hanya berhenti di situ, kerusakan di negeri ini akan semakin parah akibat politik uang dimana akan terjadinya korupsi di ranah pemerintahan. Pemimpin yang terpilih melalui politik uang tentu akan cenderung memikirkan pengembalian modal yang telah dikeluarkan selama masa kampanye, sehingga tak heran jika terjadinya pengabaian pada visi, misi serta aspirasi masyarakat.

Tak cukup sampai disini saja, dampak negatifnya yang akan akan timbul yakni pada kebijakan-kebijakan umum serta pembangunan daerah. Penyaluran politik uang biasanya berupa tunai dan juga sembako yang diberikan oleh timses calon.

Sangat disayangkan, jika calon pemimpin kita dikuasai oleh orang-orang yang akan rakus kekuasaan sehingga cara demikian dilakukan tanpa disadari perbuatan tersebut membodohi masyarakat dan bahkan ini akan berkelanjutan terhadap anak muda yang akan menjadi penerus bagi mereka.

Sebagai negara demokrasi, kini saatnya kita memperkuat partisipasi pemilih dan menghindari praktik politik uang dalam setiap kontrstasi pemilihan. Partisipasi pemilih yang aktif akan membantu memastikan bahwa keputusan politik mencerminkan keinginan dan aspirasi seluruh rakyat.

Sebaliknya, rendahnya partisipasi pemilih bisa membuka peluang bagi politik uang dan manipulasi hasil pemilihan.

Tentunya kita semua ingin bahwa di negeri ini dipimpin oleh orang-orang yang memiliki kompeten dan ngopeni terhadap rakyatnya. Oleh karena itu mari kita bersama-sama untuk melawan politik uang itu dan memilih calon pemimpin yang berkomitmen untuk kepentingan rakyat bukan kepentingan kekuasaan, pemimpin yang memikirkan kesejahteraan rakyat bukan kesejahteraan para elit penguasa.

Hanya dengan menolak dan melawan politik uang dalam pilkada 2024 kita bisa mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan dan bertanggung jawab. Jangan biarkan suara kita dibeli atau dimanipulasi.

Mari kita pastikan bahwa masa depan kita dipimpin oleh orang-orang yang benar-benar berkomitmen untuk kemajuan dan keadilan bagi semua.(*)

*) Abdul Manan, S.H adalah praktisi hukum

**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis

***) Karikatur by Rihad Humala/Ketik.co.id

****) Ketentuan pengiriman naskah opini:

  • Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.co.id.
  • Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
  • Panjang naskah maksimal 800 kata
  • Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
  • Hak muat redaksi.(*)

Baca Sebelumnya

Menilik Penantang Khofifah - Emil di Pilgub Jatim 2024

Baca Selanjutnya

KPK Akan Panggil Paksa Pemilik Resto Royal Jika Tak Penuhi Panggilan

Tags:

Money Politic Politik Uang abdul manan Pilkada 2024

Berita lainnya oleh M. Rifat

Diplomasi Maraton ala Prabowo, Tiba di Paris Temui Presiden Macron setelah 5 Jam Diskusi dengan Putin

14 April 2026 17:51

Diplomasi Maraton ala Prabowo, Tiba di Paris Temui Presiden Macron setelah 5 Jam Diskusi dengan Putin

Peta Geopolitik Tak Menentu, Prabowo dan Putin Perkuat Arah Kemitraan Indonesia-Rusia

14 April 2026 17:37

Peta Geopolitik Tak Menentu, Prabowo dan Putin Perkuat Arah Kemitraan Indonesia-Rusia

Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

14 April 2026 16:22

Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

MGPA Siapkan Opening Ceremony Megah untuk GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

13 April 2026 08:05

MGPA Siapkan Opening Ceremony Megah untuk GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

Prabowo ke Rusia, Dijadwalkan Bicara Empat Mata dengan Putin

13 April 2026 06:00

Prabowo ke Rusia, Dijadwalkan Bicara Empat Mata dengan Putin

Jadwal Salat Kota Surabaya 13 April 2026

13 April 2026 04:01

Jadwal Salat Kota Surabaya 13 April 2026

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar