Pesantren Nurul Jadid: Mencetak Kader Ulama dan Nasionalis dengan Panca Kesadaran

Editor: M. Rifat

13 Nov 2024 08:41

Thumbnail Pesantren Nurul Jadid: Mencetak Kader Ulama dan Nasionalis dengan Panca Kesadaran
Oleh: Ponirin Mika*

Pondok Pesantren Nurul Jadid telah membentuk suatu model pendidikan yang unik dan menyeluruh melalui konsep Panca Kesadaran Santri. Ini mencakup lima kesadaran penting: beragama, berilmu, berorganisasi, bermasyarakat, serta berbangsa dan bernegara.

Konsep ini bukan sekadar slogan, melainkan filosofi mendalam yang ditanamkan kepada para santri, menjadikannya panduan dalam berperan untuk kemaslahatan umat dan negara.

Dalam konteks tantangan zaman yang terus berubah, pendekatan ini menjadikan pesantren Nurul Jadid lebih dari sekadar tempat belajar agama.

Konsep ini mewujudkan sinergi antara tradisi religius dan modernitas, di mana santri tidak hanya diharapkan menjadi kader ulama' yang memahami ilmu agama, tetapi juga kader organisasi yang mampu mengelola dan membangun lembaga keislaman yang profesional serta kader keumatan dan kebangsaan yang peduli terhadap isu sosial dan negara.

Baca Juga:
Resmikan Kampung Kerren, Pesantren Nurul Jadid Perkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pesisir

Panca kesadaran ini mencerminkan pandangan progresif Kiai Haji Zaini Mun'im yang melihat perjuangan santri bukan hanya di ruang spiritual, tetapi juga dalam pengabdian nyata di tengah masyarakat.

Menurut beliau, enggan berjuang demi kemaslahatan agama dan bangsa adalah sebuah tindakan yang mendekati maksiat, sebuah pandangan yang menekankan pada pentingnya santri berkiprah aktif di berbagai lini kehidupan. Dengan prinsip ini, santri diajak untuk tidak hanya berilmu, tetapi juga menjadi penggerak perubahan di lingkungannya.

Filosofi Panca Kesadaran pun menjadi penting di era globalisasi, di mana peran santri tidak lagi terbatas pada aktivitas di dalam pesantren, melainkan dalam membangun jaringan dengan masyarakat lokal maupun internasional.

Santri Nurul Jadid, dengan prinsip ini, akan lebih siap menghadapi realitas sosial dan politik serta menjadi jembatan nilai-nilai keislaman dengan perkembangan zaman.

Baca Juga:
Lepas Ribuan Santri Mudik, Ning Iah Bekali 5 Hal Utama Saat Pulang Kampung

Pesantren Nurul Jadid, melalui panca kesadaran ini, bukan hanya berupaya mencetak santri yang memiliki intelektualitas tinggi dan spiritualitas mendalam, tetapi juga pemuda yang mampu menjaga keutuhan bangsa dengan kontribusi nyata.

Bagi masyarakat luas, ini adalah contoh bahwa pendidikan pesantren dapat melahirkan generasi yang berwawasan luas dan siap menjadi agen perubahan positif di tengah umat.

*) Ponirin Mika adalah Kasubbag Humas dan Infokom Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis.

***) Karikatur by Rihad Humala/Ketik.co.id.

****) Ketentuan pengiriman naskah opini:

  • Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.co.id.
  • Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
  • Panjang naskah maksimal 800 kata
  • Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
  • Hak muat redaksi.(*)

Baca Sebelumnya

Pjs Bupati Halsel Pimpin Pembersihan Pasar Modern dan Mall Saruma di Bacan Selatan

Baca Selanjutnya

Diisukan Defisit Anggaran, Pemkot dan DPRD Cilegon Gelar Rapat Gabungan di Luar Kota

Tags:

Nurul Jadid Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo Ponirin Mika Panca Kesadaran

Berita lainnya oleh M. Rifat

Diplomasi Maraton ala Prabowo, Tiba di Paris Temui Presiden Macron setelah 5 Jam Diskusi dengan Putin

14 April 2026 17:51

Diplomasi Maraton ala Prabowo, Tiba di Paris Temui Presiden Macron setelah 5 Jam Diskusi dengan Putin

Peta Geopolitik Tak Menentu, Prabowo dan Putin Perkuat Arah Kemitraan Indonesia-Rusia

14 April 2026 17:37

Peta Geopolitik Tak Menentu, Prabowo dan Putin Perkuat Arah Kemitraan Indonesia-Rusia

Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

14 April 2026 16:22

Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

MGPA Siapkan Opening Ceremony Megah untuk GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

13 April 2026 08:05

MGPA Siapkan Opening Ceremony Megah untuk GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

Prabowo ke Rusia, Dijadwalkan Bicara Empat Mata dengan Putin

13 April 2026 06:00

Prabowo ke Rusia, Dijadwalkan Bicara Empat Mata dengan Putin

Jadwal Salat Kota Surabaya 13 April 2026

13 April 2026 04:01

Jadwal Salat Kota Surabaya 13 April 2026

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H