Pers, LSM dan Kekuasaan

Jurnalis: Heru Hartanto
Editor: Rahmat Rifadin

26 Jul 2025 18:48

Thumbnail Pers, LSM dan Kekuasaan
Oleh: Rizki Pristiwanto*

Pernyataan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, yang akrab disapa Mas Rio, soal pandangannya terhadap LSM dan pers, memang benar-benar menohok. Mungkin tidak salah, tapi menurut pandangan saya juga tidak sepenuhnya benar.

Tidak salah, karena memang tidak sedikit oknum LSM dan oknum wartawan, melaksanakan fungsi kontrolnya dengan ugal-ugalan. Menggebu-gebu di awal, namun letoy di belakang. Semangat menulisnya sangat hebat, tapi ujung-ujungnya 'take down' atau tulisannya tidak lagi dapat ditemukan.

Tidak sepenuhnya benar, karena kekuasaanlah yang sejatinya memberi peluang pada oknum tersebut. Peluang itu diberi ketika mereka (kekuasaan) melakukan "kesalahan". Mungkin Mas Bupati bisa lurus, namun belum tentu dengan jajarannya.

Bisa jadi Bupati ingin main bersih, tapi belum tentu kepala dinas, kabid, camat dan staf-stafnya di posisi yang diraih dengan perjuangan dan pengorbanan, hanya ingin duduk manis tanpa keinginan mendapat keuntungan (baca; korupsi, gratifikasi, dan nepotisme).

Baca Juga:
Bupati Situbondo dan Kepala BKN Senam dan Tanam Pohon Bersama Ratusan ASN

Apalagi mereka yang sudah keluar uang banyak dalam kontestasi. Adalah bisa dipahami jika ingin modalnya kembali. Ini bukan hanya soal jabatan, tapi bagaimana juga menyediakan kebutuhan untuk menyelesaikan hutang-hutang politik juga kegiatan-kegiatan pimpinan.

Kesalahan-kesalahan inilah yang kemudian dibaca oleh oknum LSM dan pers. Apalagi kalau ada dikotomi pers pendopo dan pers non pendopo (jika benar).

Pers pendopo kerap dianggap sebagai kalangan media yang disebut-sebut mendapat dukungan fasilitas dari APBD. Dalam praktiknya, mereka lebih difokuskan untuk meliput kegiatan-kegiatan seremonial pemerintah, seperti peluncuran program UMKM dan acara sejenisnya, dengan kecenderungan menghindari pemberitaan yang bersifat kritis.

Sebaliknya, kalangan pers di luar lingkaran pendopo cenderung menjaga jarak dari aliran dukungan APBD. Hal ini secara tidak langsung mendorong mereka untuk menjalankan fungsi kontrol sosial secara lebih ketat. Namun, dinamika ini tak jarang memantik emosi bagi sejumlah pihak.

Baca Juga:
Dari Balik Forum Publik Tandang Bareng, Ini Penjelasan Para Tokoh dan Elemen Masyarakat Banyuwangi

Jadi menurut saya, dua kutub ini sudah bagus. Satu sisi tugasnya pencitraan, di sisi lain ada yang mengontrol. Sudah jamak ada yang memuji dan ada yang menguji. Yang penting sediakan ruang untuk konfirmasi. Pers harus melakukan konfirmasi, dan kekuasaan mau dikonfirmasi karena jika tidak akan menjadi tirani.

Bagaimana dengan LSM? Nyaris sama tapi tidak serupa dengan pers. Beberapa di antaranya mungkin ujung-ujungnya uang yang sebagian harus dipahami sebagai memenuhi kebutuhan hidup. Saya lebih suka menyebutnya sebagai oknum. Lainnya mungkin benar-benar melakukan fungsinya sebagai LSM. Yang terakhir ini ada tapi mungkin tidak banyak. (*)

*) Rizki Pristiwanto adalah Pengamat Sosial

**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis

***) Karikatur by Rihad Humala/Ketik

****) Ketentuan pengiriman naskah opini:

  • Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.co.id.
  • Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
  • Panjang naskah maksimal 800 kata
  • Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
  • Hak muat redaksi.(*)

Baca Sebelumnya

Pedagang di Pasar Tradisional Kota Malang Tetap Santai di Tengah Isu Beredarnya Beras Oplosan

Baca Selanjutnya

Jelang Uji Coba vs Arema, Persija Kenalkan Pemain Baru Asal Brasil

Tags:

Pers Lsm dan Kekuasaan

Berita lainnya oleh Heru Hartanto

Sidang Perdana Kasus Solar Subsidi di Situbondo, Dua Terdakwa Terancam 9 Tahun Penjara

15 April 2026 12:12

Sidang Perdana Kasus Solar Subsidi di Situbondo, Dua Terdakwa Terancam 9 Tahun Penjara

Anggaran Berantas Plus Menipis, Ini Penjelasan Pj Sekda Situbondo

14 April 2026 13:25

Anggaran Berantas Plus Menipis, Ini Penjelasan Pj Sekda Situbondo

Wacana Larangan Pelajar Naik Motor di Situbondo Dinilai Buru-buru, Ini Kata Pemerhati

13 April 2026 23:45

Wacana Larangan Pelajar Naik Motor di Situbondo Dinilai Buru-buru, Ini Kata Pemerhati

Tingkatkan Kemajuan UMKM, Forkopimcam Asembagus Dukung Penuh Kegiatan CFD

13 April 2026 09:00

Tingkatkan Kemajuan UMKM, Forkopimcam Asembagus Dukung Penuh Kegiatan CFD

Dikukuhkan, Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi dan Kebangsaan

12 April 2026 13:00

Dikukuhkan, Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi dan Kebangsaan

Kalapas Banyuwangi I Wayan Nurasta Wibawa Dimutasi ke Tenggarong, Siap Perkuat Kinerja Pemasyarakatan

12 April 2026 10:40

Kalapas Banyuwangi I Wayan Nurasta Wibawa Dimutasi ke Tenggarong, Siap Perkuat Kinerja Pemasyarakatan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar