Kiai Zuhri Zaini dan Kedaulatan Ekonomi Santri

Jurnalis: Ponirin
Editor: Rahmat Rifadin

23 Jan 2026 20:17

Thumbnail Kiai Zuhri Zaini dan Kedaulatan Ekonomi Santri
Oleh: Ponirin Mika*

Dunia pesantren saat ini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah penjaga moralitas umat; di sisi lain, ia dihadapkan pada realitas ekonomi global yang semakin ganas. Dalam kunjungan pengurus PT Sidogiri Mitra Utama (22/01/2026), KH. Moh. Zuhri Zaini, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, menegaskan bahwa dakwah lisan telah mencapai titik jenuhnya jika tidak dibarengi dengan kedaulatan ekonomi.

​Salah satu poin paling krusial dalam tausyiah beliau adalah pemisahan tegas antara bisnis dan kegiatan sosial/sedekah. Secara empiris, banyak unit usaha berbasis komunitas atau ormas di Indonesia tumbang justru karena "terlalu baik". Mencampuradukkan dana operasional bisnis dengan bantuan sosial adalah resep instan menuju kebangkrutan.

​Dalam kacamata akuntansi modern, apa yang disampaikan Kiai Zuhri adalah prinsip Entity Theory—bahwa perusahaan harus memiliki identitas hukum dan keuangan yang terpisah dari pemilik atau kepentingan lain. Tanpa pemisahan ini, audit kinerja menjadi mustahil, dan transparansi hanyalah angan-angan.

​Sentilan beliau mengenai pengelolaan usaha oleh orang kompeten tanpa memandang latar belakang keluarga (anti-nepotisme) adalah langkah revolusioner. Di tengah tren Family Business yang sering kali terjebak pada penempatan "putra mahkota" tanpa kualifikasi, Kiai Zuhri justru menuntut profesionalisme murni.

Baca Juga:
Bangunkan Sahur dengan Cara Berisik, Bagaimana Etikanya dalam Islam?

​Data menunjukkan bahwa bisnis yang dikelola berdasarkan Merit System (sistem prestasi) memiliki tingkat keberlanjutan 40% lebih tinggi dibandingkan bisnis yang dikelola berdasarkan kedekatan personal. Pesantren harus mulai berani "mengimpor" talenta profesional atau menyekolahkan santrinya di bidang manajemen tingkat tinggi.

​Khidmah Bukan Berarti "Ala Kadarnya"

​Seringkali, istilah "berkhidmah" di pesantren dijadikan tameng untuk menjustifikasi kerja yang lambat, tidak disiplin, atau tidak inovatif. Kiai Zuhri membongkar bias tersebut. Beliau menegaskan bahwa keikhlasan justru harus dibuktikan dengan hasil kerja yang melampaui standar (profesional). ​Jika bisnis diniatkan untuk menolong umat (dakwah), maka kualitas layanannya harus lebih baik daripada bisnis kapitalis.

Logikanya sederhana: bagaimana mungkin kita bisa melindungi umat dari praktik ekonomi yang merugikan jika unit usaha kita sendiri tidak kompetitif secara kualitas dan harga?

Baca Juga:
Camat Asembagus: Dalam Kurun Waktu Satu Tahun Angka Kemiskinan di Kabupaten Situbondo Turun

​Pernyataan bahwa pesantren tidak boleh menutup diri dari ilmu manajemen luar adalah sinyal bahwa pesantren siap menjadi pemain global. Dengan jumlah pesantren yang mencapai puluhan ribu di Indonesia, potensi ekonomi jamaah ini adalah "raksasa tidur".

​"Bisnis yang benar niatnya akan seperti pernikahan yang langgeng; ia tumbuh karena komitmen, bukan sekadar mencari kesenangan sesaat."

Beliau menginginkan santri yang tidak hanya fasih membaca kitab Fathul Mu'in, tetapi juga tangkas membaca laporan laba rugi. Inilah wajah baru pesantren: tempat di mana spiritualitas bertemu dengan profitabilitas untuk kemaslahatan umat.

*) Ponirin Mika adalah Ketua Lakpesdam MWCNU Paiton dan Anggota Community of Critical Social Research, Probolinggo.

**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis

***) Ketentuan pengiriman naskah opini:

  • Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.com
  • Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
  • Panjang naskah maksimal 800 kata
  • Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
  • Hak muat redaksi.(*)

Baca Sebelumnya

Putusan MK Nomor 223! Konsistensi Hukum, Tak Berdampak pada Penugasan Polri Aktif di Jabatan ASN Tertentu

Baca Selanjutnya

Pegang Petok D Asli, Warga Melirang Gresik Tetap Diminta Kosongkan Rumah

Tags:

Dakwah Ekonomi kemiskinan Niat Baik

Berita lainnya oleh Ponirin

Ingatkan Pengurus Pesantren, KH Abdul Hamid Wahid Tekankan 5 Pilar Pesantren dan Geopolitik

29 Maret 2026 21:08

Ingatkan Pengurus Pesantren, KH Abdul Hamid Wahid Tekankan 5 Pilar Pesantren dan Geopolitik

Ribuan Pengurus dan Dosen Pesantren Nurul Jadid Ikuti Halalbihalal

29 Maret 2026 20:31

Ribuan Pengurus dan Dosen Pesantren Nurul Jadid Ikuti Halalbihalal

Ribuan Pengurus Hadiri Halalbihalal di Ponpes Nurul Jadid Probolinggo, Ini Pesan Penting Kiai Zuhri Zaini

29 Maret 2026 19:21

Ribuan Pengurus Hadiri Halalbihalal di Ponpes Nurul Jadid Probolinggo, Ini Pesan Penting Kiai Zuhri Zaini

Abu Bakar Rohim Tegaskan DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo Diisi Generasi Muda yang Potensial

9 Maret 2026 19:21

Abu Bakar Rohim Tegaskan DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo Diisi Generasi Muda yang Potensial

Gebrakan Gelora Tapal Kuda: Kabupaten Probolinggo Sukses Jadi Episentrum Konsolidasi Jawa Timur

9 Maret 2026 09:32

Gebrakan Gelora Tapal Kuda: Kabupaten Probolinggo Sukses Jadi Episentrum Konsolidasi Jawa Timur

Resmikan Kampung Kerren, Pesantren Nurul Jadid Perkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pesisir

6 Maret 2026 21:15

Resmikan Kampung Kerren, Pesantren Nurul Jadid Perkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pesisir

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar