Ketika Gelap Menjadi Guru Kehidupan di Aceh

Editor: Mustopa

16 Des 2025 15:16

Thumbnail Ketika Gelap Menjadi Guru Kehidupan di Aceh
Oleh: Teuku Rahmat*

Listrik padam berkepanjangan di Provinsi Aceh pascabanjir ternyata tidak sepenuhnya membawa dampak negatif. Di balik gelap yang merata, tersimpan berbagai “manfaat” yang patut dicatat sebagai bagian dari pengalaman kolektif masyarakat. 

Setidaknya, warga Aceh kembali diingatkan bahwa hidup tanpa listrik adalah sebuah kemungkinan nyata, kemungkinan yang tampaknya ingin terus dilestarikan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Di era digital yang serba cepat, listrik padam menghadirkan jeda. Telepon genggam tak lagi bisa diisi daya, jaringan internet melemah, dan arus informasi tersendat. Masyarakat pun dipaksa untuk memperlambat ritme hidup.

Barangkali ini adalah kontribusi PLN dalam kampanye kesehatan mental: mengurangi ketergantungan pada gawai dan media sosial. Dalam gelap, warga kembali berbincang tatap muka, meski dengan ekspresi lelah dan cemas menanti lampu menyala.

Baca Juga:
Film Layak Dicintai, Bukan Ditakuti oleh Mereka yang Terpaksa

Malam hari kini terasa lebih sunyi dan penuh makna. Lampu jalan padam, rumah-rumah diterangi cahaya lilin, dan suara generator menjadi musik latar kehidupan.

Anak-anak belajar bahwa cahaya tidak selalu datang dari sakelar, sementara orang tua bernostalgia dengan masa lalu—masa ketika listrik adalah barang mewah, bukan layanan publik yang dijanjikan hadir 24 jam.

Bagi pelaku UMKM, listrik padam membuka ruang kontemplasi ekonomi. Usaha penggilingan, kedai kopi, warung makan, hingga industri rumahan terpaksa berhenti beroperasi. 

Pendapatan menurun, bahan baku terbuang, dan pelanggan menghilang. Namun dari situ, para pelaku usaha kecil dilatih untuk memahami arti ketangguhan dan kesabaran tingkat tinggi. Sebuah pelatihan gratis yang tentu tidak pernah mereka minta.

Baca Juga:
Gowes ke Sekolah, Kapospol Jeumpa Jadi Pembina Upacara dan Inspirasi Siswa

Nelayan pun merasakan manfaat serupa. Tanpa listrik, es batu sulit diperoleh, hasil tangkapan tak bisa disimpan lama, dan biaya operasional melonjak.

Akan tetapi, semua itu menjadi sarana pembelajaran agar nelayan semakin ikhlas menerima kenyataan. Bukankah hidup memang tentang menerima apa adanya, terutama ketika layanan dasar tak kunjung kembali normal?

Listrik padam juga mempererat hubungan sosial. Warga saling meminjam genset, berbagi colokan, bahkan berbagi keluh kesah. Solidaritas tumbuh subur di tengah kegelapan. Ini membuktikan bahwa ketidakhadiran negara dalam bentuk layanan listrik justru mampu memunculkan kekuatan masyarakat secara mandiri.

Sementara itu, PLN seolah mengajarkan filosofi hidup yang dalam: bahwa pemulihan pascabanjir adalah proses panjang yang tak perlu tergesa-gesa. Normalisasi listrik bukan soal kecepatan, melainkan soal kesabaran publik. Setiap hari tanpa listrik menjadi ujian kedewasaan masyarakat Aceh dalam menerima keadaan, meski tanpa kepastian waktu yang jelas.

Ironisnya, semua “manfaat” ini lahir bukan dari kebijakan yang dirancang matang, melainkan dari keterlambatan dan ketidakmampuan sistem untuk segera pulih. Listrik, yang seharusnya menjadi hak dasar warga, berubah menjadi sesuatu yang dinanti seperti hadiah.

Pada akhirnya, listrik padam memang memberi banyak pelajaran. Namun pelajaran terbesar adalah ini: masyarakat Aceh kembali diminta beradaptasi, berlapang dada, dan memahami kondisi, sementara harapan akan listrik yang menyala stabil terus hidup di tengah gelap. 

Dan selama gelap itu bertahan, PLN seolah mengingatkan satu hal—bahwa terang bukan soal teknis semata, melainkan soal janji yang belum ditepati.

*) Teuku Rahmat merupakan pemuda Aceh Barat Daya

**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis

***) Ketentuan pengiriman naskah opini:

  • Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.com
  • Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
  • Panjang naskah maksimal 800 kata
  • Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
  • Hak muat redaksi.(*)

Baca Sebelumnya

Sejarah Kalender Masehi: Dari Kekacauan Zaman Romawi hingga Menjadi Standar Waktu Dunia

Baca Selanjutnya

OJK Malang dan Satgas PASTI Perkuat Sinergi, Gelar FGD Penanganan Keuangan Ilegal

Tags:

opini listrik Aceh PLN

Berita lainnya oleh Mustopa

Jaksa Agung Rotasi 14 Kajati, Termasuk Jawa Timur

13 April 2026 21:26

Jaksa Agung Rotasi 14 Kajati, Termasuk Jawa Timur

Satpam di Lingkungan Kemenag Kota Malang Ikuti Bimtek Layanan Publik

11 April 2026 13:38

Satpam di Lingkungan Kemenag Kota Malang Ikuti Bimtek Layanan Publik

Breaking News! Bupati Gatut Sunu Wibowo Terjaring OTT KPK di Tulungagung

10 April 2026 22:10

Breaking News! Bupati Gatut Sunu Wibowo Terjaring OTT KPK di Tulungagung

Danantara Indonesia Bentuk Denera untuk Kelola Proyek PSEL

10 April 2026 18:49

Danantara Indonesia Bentuk Denera untuk Kelola Proyek PSEL

Jangan Lampaui Batas: Peran Panti Rehabilitasi dalam Sistem Hukum Narkotika

8 April 2026 00:00

Jangan Lampaui Batas: Peran Panti Rehabilitasi dalam Sistem Hukum Narkotika

Napak Tilas Sejarah NU, Kota Surabaya Layak Jadi Tuan Rumah Muktamar NU Ke-35

7 April 2026 08:00

Napak Tilas Sejarah NU, Kota Surabaya Layak Jadi Tuan Rumah Muktamar NU Ke-35

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar