Habib Ibrahim Alaydrus, Ulama yang Terlupakan dalam Sejarah Islam Sinabang

Jurnalis: Helman Gusti Fandaya
Editor: Mustopa

23 Des 2024 11:07

Thumbnail Habib Ibrahim Alaydrus, Ulama yang Terlupakan dalam Sejarah Islam Sinabang
Oleh: Ramadhan Dandi*

Terlupakan, mungkin itu kalimat yang tepat disematkan terhadap situs sejarah Makam Ulama Habib Ibrahim Alaydrus yang ada di Sinabang, bagaimana tidak, generasi tidak ada yang tahu tentang peradaban Islam yang berkembang di Sinabang yang dibawa para musafir musafir.

Minimnya informasi sejarah dari para orang orang tua berdampak kepada generasi yang buta akan sejarah daerahnya. Padahal sejarah lokal berdampak positif terhadap identitas kita selaku anak negeri.

Mungkin sebagian masyarakat Sinabang menganggap bahwa cerita sejarah merupakan urusan masa lalu yang tidak berguna di masa sekarang, sejarah merupakan kegiatan yang membosankan dan sulit untuk dipahami.

Bahkan kebanyakan aktifitas sejarah dilaksanakan di pemakaman (kuburan), sesuatu yang aneh, berada dilorong yang gelap, dan ada juga segelintir orang mengatakan, mempelajari sejarah bikin kita "tasapo" karena aktifitasnya di kuburan.

Baca Juga:
Ketika TEMPO Minta Maaf, Tapi Tidak Mengaku Salah

Kita generasi Sinabang, tidak bisa mengambil contoh dari negara luar baik Eropa maupun bangsa Jepang yang sangat menghargai sejarah peradaban negaranya sendiri, yang berdampak terhadap ekonomi pembangunan, dijadikan sebagai objek wisata yang banyak dikunjung oleh traveler, baik lokal maupun luar negeri untuk mengunjungi situs bersejarah yang ada di Negara mereka. 

Jauh dari cerita Eropa dan Bangsa Jepang, Banda Aceh juga merupakan kota yang sangat dikenal dengan wisata religinya, banyak peninggalan-peninggalan sejarah berupa Masjid Raya Baiturahman, situs makam Sultan Iskandar Muda, situs ulama seperti makam Hamza Fansury dan Situs Makam Abdurrauf Al Singkily.

Situs ini selalu terjaga dan terus diedukasi ke masyarakat lokal maupun pendatang tentang eksitensinya di masa lalu.

Berbanding terbalik tentang keberadaan situs sejarah makam Habib Ibrahim Alaydrus, tidak ada yang peduli, lokasinya sangat memprihatinkan, dikelilingi semak belukar, bahkan batu nisannya sudah dijadikan batu asahan parang, tanah makamnya mulai digusur untuk penimbunan pembangunan rumah dan sekarang bahkan teramcam longsor.

Baca Juga:
Menanti Sentuhan Tangan Dingin Ketum Baru Persiga Trenggalek, "On Fire"?

Padahal, jika kita telisik lebih jauh, inilah makam ulama yang ada di Sinabang yang sering disebut masyarakat, kuburan habib atau kuburan gunung abit.

Sejarah Singkat Habib Ibrahim Alaydrus

Habib Ibrahim Alaydrus merupakan musafir dariYaman yang datang ke Sumatra dalam misi syiar Islam, awal masuknya Habib Ibrahim Alaydrus ke Sumatera tepatnya di daratan Barus dan sempat tinggal beberapa tahun di Barus sebelum melanjutkan perjalanan ke Aceh tepatnya di Desa Kuala Ba’u Aceh Selatan,

Di kuala Ba’u, habib diceritakan menurut beberapa sumber lisan menikah dengan perempuan lokal dan memiliki seorang anak bernama Ismail (Habib Ismail Alaydrus). Misi syiar Islam yang dilakukan Habib Ibrahim Alaydrus sampai ke Pulau Simeulue tepatnya di Kota Sinabang, atau di Teluk Sinabang

Habib Ibrahim Alaydrus dalam misi syiarnya sempat membuka surau di tepi sungai Sinabang, dengan banyak murid pengajian dan tasauf-nya.

Habib Ibrahim Alaydrus ini diketahui keberdaanya selain dari cerita keturunan habib yang masih hidup (Sayeid Adnan Alaydrus) juga informasi inkripsi batu nisan habib yang bertulis.

Dalam catatan pengujian Arkeologi USK Tahun 2024, bahwa Habib Ibrahim Alaydrus ulama abad 18 awal (1700-an) di bawah Pemerintahan Sultan Aceh Darussalam (Sultan Jamal Al Alam Badr Al Munir 1703-1726).

Menurut Ahli Arkeologi, Nisan Habib Ibrahim Alaydrus bertipe Aceh berhiaskan seni Barus. 

Situs Sejarah Makam Habib Ibrahim Alaydrus berlamatkan di Lorong Nangka, Desa Sinabang, di atas gunung yang dikenal oleh masyarakat setempat "Gunung Abit". Di atas gunung tersebut terdapat tiga makam bertipe nisan yang sama, selain makam Habib Ibrahim, juga terdapat makam istri dan anaknya Habib Ismail Alaydrus. 

Harapan kami sebagai pemerhati sejarah Simeulue, agar kiranya kita secara bersama-sama membuat gerakan dan dukungan untuk dapat berpartisipasi dalam pemugaran situs sejarah makam Habib Ibarahi Alaydrus dan keluarganya.

Tetap selalu kita jaga keberadaanya, dijadikan sebagai sumber sejarah lokal kita, yang selalu diedukasikan ke generasi agar generasi bisa mengetahui sejarah peradaban Islam di negerinya sendiri. Juga sebagai kajian ilmu sejarah yang bisa ditulis kembali oleh generasi.

*) Ramadhan Dandi merupakan sejarawan dan Ketua Komunitas Central Informasi Sejarah Simeulue
**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis
***) Karikatur by Rihad Humala/Ketik.co.id
****) Ketentuan pengiriman naskah opini:

  • Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.co.id.
  • Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
  • Panjang naskah maksimal 800 kata
  • Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
  • Hak muat redaksi.(*)

Baca Sebelumnya

Daftar Atlet dan Pelatih Bulu Tangkis Indonesia di Pelatnas Cipayung 2025, Banyak Nama Baru

Baca Selanjutnya

Jelang Nataru, Sebanyak 48.823 Orang Sudah Menyeberang ke Sumatera

Tags:

Ulama Simeulue Sejarah Ulama

Berita lainnya oleh Helman Gusti Fandaya

6 Siswa SMAN 3 Sinabang Lolos SNBP PTN Ternama di Aceh

3 April 2026 17:23

6 Siswa SMAN 3 Sinabang Lolos SNBP PTN Ternama di Aceh

27 Siswa SMA Negeri 2 Sinabang Lulus SNBP 2026

2 April 2026 15:03

27 Siswa SMA Negeri 2 Sinabang Lulus SNBP 2026

Kades Sigulai Sampaikan Klarifikasi Terkait Pemberitaan yang Menyerang Ihya Ulumuddin

29 Maret 2026 15:26

Kades Sigulai Sampaikan Klarifikasi Terkait Pemberitaan yang Menyerang Ihya Ulumuddin

Bupati Aceh Timur Dialog dengan Warga Pelalu, Soroti Lambannya Progres Huntara

29 Maret 2026 10:27

Bupati Aceh Timur Dialog dengan Warga Pelalu, Soroti Lambannya Progres Huntara

Kepala Dinas Sosial Simeulue Temui Korban Pembakaran Rumah di Tanjung Raya

28 Maret 2026 15:41

Kepala Dinas Sosial Simeulue Temui Korban Pembakaran Rumah di Tanjung Raya

Pemkot Langsa Mulai Penyaluran Bantuan Rumah Rusak Tahap I melalui Rekening BSI

26 Maret 2026 09:06

Pemkot Langsa Mulai Penyaluran Bantuan Rumah Rusak Tahap I melalui Rekening BSI

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar