KETIK, BATU – Mikutopia tidak hanya menawarkan wahana permainan, tetapi juga menghadirkan wisata edukasi yang mengajak pengunjung mengenal budidaya jamur bersama petani lokal.
Program ini menjadi salah satu daya tarik utama karena memadukan rekreasi dengan pembelajaran.
Tim Marketing Mikutopia, Annisa Indraningtyas, mengatakan kegiatan edukasi jamur dijalankan melalui program Sahabat Mikutopia, yang beranggotakan petani jamur dari wilayah sekitar. Mereka dilibatkan langsung sebagai pengajar karena memiliki pengalaman dalam membudidayakan jamur.
"Untuk edukasi jamur ini kami bekerja sama dengan warga sekitar. Sahabat Mikutopia terdiri dari warga-warga petani jamur yang ada di sekitar sini," ujarnya saat ditemui di Mikutopia, Kota Batu, Jumat 24 Juli 2026.
Ia menjelaskan, peserta akan diperkenalkan berbagai jenis jamur, mulai dari jamur konsumsi, jamur yang tidak dapat dikonsumsi, hingga jamur yang dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Pengunjung juga dikenalkan bahwa jamur tiram memiliki beragam warna yang jarang diketahui masyarakat.
Setelah mendapatkan materi, peserta mengikuti praktik sederhana membuat baglog, media tanam yang digunakan dalam budidaya jamur. Baglog tersebut kemudian dapat dibawa pulang sehingga peserta dapat mempraktikkan langsung proses menumbuhkan jamur di rumah.
"Nanti setelah dikenalkan jenis-jenis jamur, peserta akan membuat baglog jamur. Setelah pulang mereka membawa baglog itu sekaligus belajar bagaimana cara menumbuhkan jamurnya," jelasnya.
Menurutnya, keterlibatan petani lokal dalam program edukasi dipilih karena Mikutopia tidak memiliki latar belakang sebagai pembudidaya jamur. Sementara itu, kawasan sekitar dikenal memiliki banyak petani jamur yang telah lama menggeluti usaha tersebut.
"Di wilayah sini banyak petani jamur. Karena itu kami mengajak mereka bekerja sama menjadi Sahabat Mikutopia agar edukasi yang diberikan benar-benar berasal dari ahlinya," katanya.
Selain edukasi jamur, Mikutopia juga menyediakan kegiatan edukatif lainnya seperti menghias donat, membatik melalui program Canting Ceria, serta berbagai permainan kelompok. Melalui konsep tersebut, pengelola berharap wisatawan tidak hanya menikmati wahana rekreasi, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar selama berkunjung. (*)
