Sampah Desa Kini Bisa Dipantau Lewat Klik Berkat Inovasi Mahasiswa UM

21 Juli 2026 14:49 21 Jul 2026 14:49

Khoirunnisa, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Sampah Desa Kini Bisa Dipantau Lewat Klik Berkat Inovasi Mahasiswa UM

Penyerahan plakat penghargaan dalam rangkaian EcoSort Trash Walk , wujud apresiasi untuk kolaborasi menumbuhkan kepekaan warga Desa Oro-Oro Ombo terhadap isu sampah.( Foto: Humas UM)

KETIK, MALANG – Persoalan sampah yang terus meningkat mendorong mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan solusi digital bernama Website EcoSort.

Inovasi ini lahir dari program UM BBM X RASA DAYA BEM UM 2026 dan dirancang sebagai media edukasi sekaligus alat bantu pengelolaan sampah berbasis data di Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu.

Platform tersebut resmi diperkenalkan melalui kegiatan EcoSort Trash Walk, yang sekaligus menjadi langkah awal membangun budaya peduli lingkungan bersama masyarakat setempat.

Koordinator Desa (Kordes) UM BBM, Salsa Nurhapid Hubaidillah, menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya lewat kegiatan seremonial atau aksi bersih-bersih yang bersifat sesaat.

Menurutnya, kunci utama justru terletak pada perubahan pola pikir, kebiasaan, dan sistem pengelolaan yang berkelanjutan.

"Kami ingin menghadirkan program yang tidak hanya memberikan aksi nyata di lapangan, tetapi juga meninggalkan inovasi yang dapat terus dimanfaatkan masyarakat setelah kegiatan selesai," ujar mahasiswa yang akrab disapa Sabo tersebut.

Website EcoSort dibangun sebagai platform edukasi yang mudah diakses siapa saja. Di dalamnya, masyarakat bisa mempelajari jenis-jenis sampah, cara memilah sejak dari sumbernya, hingga penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R).

Tidak berhenti di situ, website ini juga dilengkapi fitur tabulasi data sampah yang membantu pemerintah desa melakukan pendataan secara lebih terstruktur dan berbasis data.
Kehadiran platform ini diharapkan mendongkrak literasi masyarakat soal pengelolaan sampah, sekaligus mempermudah pemerintah desa menyusun kebijakan lingkungan yang lebih tepat sasaran. Inovasi ini juga menjadi bukti nyata bagaimana transformasi digital bisa mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

Peluncuran Website EcoSort dikemas lewat kegiatan EcoSort Trash Walk. Masyarakat diajak berjalan bersama menyusuri rute tertentu sambil memungut sampah di sepanjang jalan. Konsep ini sengaja dipilih agar edukasi pengelolaan sampah tidak berhenti pada teori, melainkan langsung dipraktikkan dalam keseharian.


"Kami percaya pengalaman terlibat langsung dalam menjaga kebersihan lingkungan akan lebih efektif membangun kesadaran masyarakat dibandingkan hanya mendengarkan sosialisasi di dalam ruangan," kata Sabo.


Kegiatan ini juga mempererat kolaborasi antara mahasiswa, sivitas akademika UM, Pemerintah Kota Batu, Pemerintah Desa Oro-Oro Ombo, dan masyarakat setempat.

Dukungan lintas pihak ini menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan lingkungan memang membutuhkan sinergi banyak sektor agar dampaknya bisa berkelanjutan.


Bagi tim UM BBM X RASA DAYA BEM UM 2026, proses merancang hingga menjalankan program ini menjadi pengalaman berharga dalam melatih kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim.

Berbagai tantangan yang muncul selama penyusunan konsep hingga koordinasi dengan banyak pihak justru memperkuat semangat gotong royong untuk menghadirkan solusi yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

Ke depan, Website EcoSort diharapkan terus menjadi pusat edukasi, sarana pendataan sampah, sekaligus referensi pengelolaan lingkungan di Desa Oro-Oro Ombo. Inovasi ini bahkan berpeluang direplikasi oleh desa-desa lain sebagai model pengelolaan sampah berbasis digital yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Program ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui penguatan pengelolaan lingkungan permukiman, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui edukasi berbasis prinsip 3R, SDG 13 (Climate Action) melalui pengurangan dampak lingkungan akibat sampah, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.(*)

Tombol Google News

Tags:

UM U M Malang