KETIK, JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memastikan akan mengawal proses peralihan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu.
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyampaikan komitmen tersebut setelah menghadiri Rapat Paripurna III DPRD Kabupaten Jember dengan agenda Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi terhadap Penjelasan Raperda APBD Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2027, Senin, 5 Oktober 2026.
Gus Fawait mengatakan Pemkab Jember sejak awal memilih mempertahankan seluruh PPPK dan PPPK paruh waktu sehingga tidak ada satu pun yang diputus kontraknya.
"Hal itu sebetulnya bisa kita lihat dari awal, bahwa Pemkab Jember adalah satu-satunya kabupaten mungkin di daerah di Jawa Timur yang tidak memutus kontrak satu pun, baik PPPK maupun PPPK paruh waktu," kata Gus Fawait.
Menurutnya, kebijakan tersebut tetap memberikan konsekuensi terhadap ruang fiskal Pemkab Jember. Pemerintah daerah harus mengalokasikan anggaran untuk memenuhi kewajiban terhadap PPPK paruh waktu.
Namun, kondisi tersebut berpotensi berubah apabila pemerintah pusat mengambil alih pembiayaan PPPK paruh waktu yang kemudian beralih menjadi penuh waktu. Gus Fawait menilai kebijakan itu dapat memberikan ruang fiskal tambahan bagi daerah.
"Kalau memang nanti, anggaran untuk PPPK paruh waktu diangkat menjadi tanggungan pemerintah pusat, tentu ini menjadi kabar baik bagi kita dan menjadikan ruang fiskal baru," tuturnya.
Pemkab Jember, lanjut Gus Fawait, akan mengarahkan ruang fiskal tersebut untuk memperkuat pelayanan dasar masyarakat. Salah satu sektor yang menjadi perhatian ialah kesehatan.
"Pelayanan dasar Kabupaten Jember itu di antaranya kesehatan, kita sudah punya UHC, kemudian juga home care," ucapnya.
Selain sektor kesehatan, Pemkab Jember juga menyiapkan program peningkatan akses pendidikan melalui kejar paket. Program tersebut akan dijalankan dengan melibatkan kelompok pengajian dari berbagai agama.
Gus Fawait mengatakan program tersebut penting untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Jember, khususnya melalui peningkatan rata-rata lama sekolah.
"Rata-rata lama sekolah menjadi yang terpenting hari ini di Jember, yang belum dilakukan secara masif dan itu tidak bisa kita lakukan secara biasa-biasa saja," ujarnya.
Karena itu, Pemkab Jember akan menyasar masyarakat yang terhenti pendidikannya pada jenjang SD, SMP, maupun SMA melalui program tersebut. Masyarakat dapat mengikuti kegiatan pengajian sekaligus melanjutkan pendidikan melalui program kejar paket.
"Sehingga ikut pengajian sekaligus bisa dapat ijazah kejar paket," tegasnya.
