KETIK, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menghadapi tantangan serius terkait ketersediaan lahan pemakaman. Dari 13 Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang dikelola, sebagian besar telah mencapai kapasitas maksimal.
13 TPU milik Pemkot Surabaya antara lain adalah Keputih, Babat Jerawat, Kembang Kuning, Putat Gede, Simo Kwagean, Kalianak, Asemjajar,
Karang Tembok.
Selain itu TPU Wonokusumo Kidul, Kapas Krampung, Tembok Gede, Ngagel Rejo dan Belanda Peneleh.
Adanya kapasitas maksimal ini, rencananya Pemkot Surabaya akan menambah lahan baru yaitu di daerah Waru Gunung dan Sumber Rejo.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Dedik Irianto menjelaskan beberapa TPU yang sudah mencapai kapasitas maksimal, seperti TPU Babat Jerawat dan TPU Ngagel Rejo.
Padahal sistem tumpang masih dapat diterapkan untuk jenazah keluarga yang ingin dimakamkan di lokasi yang sama.
“Kalau di Babat Jerawat sudah penuh, tapi masih boleh tumpang, misalnya ada keluarga sebelumnya dimakamkan di sana, jenazah baru bisa ditumpangkan. Begitu juga di Ngagel Rejo, selama masih ada izin dari keluarga, bisa dilakukan sistem tumpang,” ujar Dedik pada Jumat 7 Maret 2025.
Masyarakat juga lebih memilh TPU Keputih karena lahan masih banyak tersedia, Dedik menyebut untuk non muslim lebih memilih di TPU Kembang Kuning.
“Untuk non-Muslim bisa ke Kembang Kuning atau Keputih, karena masih memungkinkan,” tambahnya.
Menanggapi persoalan makam, Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, menyebut bahwa kondisi TPU yang hampir penuh membuat Pemkot harus segera mencari solusi. Saat ini, dua lokasi yang dikaji untuk pembukaan lahan baru adalah Waru Gunung dan Sumberejo.
“Di Sumberejo, dari total 44 hektare yang direncanakan, Pemkot sudah menguasai 40 hektare. Tapi masih ada 4 hektare yang harus dibebaskan agar bisa digunakan sepenuhnya,” ungkap Eri.
Eri juga menambahkan di Waru Gunung, dari total 80 hektare yang direncanakan, Pemkot baru membebaskan 10 hektare.
“Proses pembebasan lahan ini masih dalam kajian, tapi kami harapkan bisa rampung tahun depan,” jelasnya.
Selain dua lokasi tersebut, Pemkot juga mempertimbangkan opsi lain di Surabaya Barat. “Tadi pagi dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang), kami membahas pembukaan lahan makam baru. Opsi di Surabaya Barat sedang dikaji, termasuk di Bulak Bandarejo yang merupakan aset Pemkot,” tambahnya.(*)
13 Pemakaman Umum Penuh, Pemkot Surabaya Berencana Tambah Lahan Baru
7 Maret 2025 17:44 7 Mar 2025 17:44
Shinta Miranda, Muhammad Faizin
Redaksi Ketik.com
TPU Ngagel Rejo yang sudah penuh. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)
Tags:
TPU Surabaya Pemkot Surabaya TPU Ngagel Rejo Komisi C DPRS Surabaya tempat pemakaman umum surabayaBaca Juga:
Selamat Capt! Rizky Ridho Resmi Jadi Ayah, Bagikan Momen Gendong Sang Buah HatiBaca Juga:
Rusunami Gen Z Segera Dibangun, Pemkot Surabaya Siapkan Lahan di Rungkut dan Tambak WediBaca Juga:
Tumbuh 16 Persen, KAI Daop 8 Surabaya Angkut 3.09 Penumpang Selama Triwulan I 2026Baca Juga:
Jadi 'Tamparan' Bagi Anak Muda, Surabaya Muda Media Stikosa-AWS Ajak Anak Panti Menembus BatasBaca Juga:
Kota Surabaya dan Madiun Diprediksi Cerah Hari Ini, Cek Daerahmu SekarangBerita Lainnya oleh Shinta Miranda
30 Oktober 2025 15:28
Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf
29 Oktober 2025 05:15
Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat
28 Oktober 2025 21:11
Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi
28 Oktober 2025 19:05
Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan
28 Oktober 2025 18:57
Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya
27 Oktober 2025 16:00
[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!
Trending
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari
Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar
Dicari! Direksi BPR Delta Artha dan Direktur PT Aneka Usaha Sidoarjo, Seperti Apa Seleksinya?
Tekanan Fiskal Menguat, TPP Bondowoso Diminta Jadi Motor Inovasi Desa
