KETIK, MALANG – Menteri Agama (Menag) RI, Nazaruddin Malik menyapa 810 mahasiswa baru (maba) Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma), Jumat, 2 Oktober 2026. Dalam rangkaian Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (Oshika Maba) 2026, Nazaruddin membawa pesan agar kuliah bukan sekadar untuk mencari duniawi.
Menurutnya maba harus berbangga dan berbahagia dapat masuk dan berkuliah di Unisma. Terlebih banyak hal maupun keilmuan yang mungkin tidak bisa didapatkan di kampus lainnya.
"Berbangga, berbahagia masuk di Unisma karena ada banyak kekhususan yang bisa dimiliki di Unisma. Mungkin tidak diperoleh di tempat yang lain, seperti tadi yang saya sampaikan," ujarnya kepada awak media.
Nazaruddin mengingatkan agar mahasiswa tidak menjadikan kepentingan duniawi sebagai satu-satunya tujuan akhir dalam menempuh pendidikan. Mahasiswa juga perlu menata niat agar ilmu yang didapatkan membawa manfaat bagi orang lain.
"Di atas segala-galanya, kalau masuk di Unisma niatnya harus luhur, bukan tujuannya untuk duniawi. Tetapi sesuai dengan motonya, 'Anfa'uhum linnas' ya. Barang siapa yang rajin memberi, pasti akan rajin diberi. Barang siapa yang murah, akan diberi kemurahan oleh Allah SWT," ungkapnya.
Ia menyebut Unisma memiliki sejarah kuat sebab merupakan warisan dari para ulama. Ia mengharapkan mahasiswa yang menempuh pendidikan di Unisma juga mendapatkan keberkahan dari tujuan mulia para ulama.
"Unisma ini peninggalan warisan para min auliya-illah, jadi pasti ada berkah. Carilah berkah itu di Unisma, di sini ada gudang berkah. Buka semata-mata ilmu, tapi macam-macam isinya yang bermanfaat," tuturnya.
Sementara itu, Rektor Unisma, Prof Junaidi menjelaskan dalam rangkaian Oshika Maba kali ini diikuti oleh 810 maba S2, S3, dan RPL. Kehadiran Menag menjadi motivasi bagi para mahasiswa untuk menata niat baik selama berkuliah.
"Tentu kita berharap beliau memberikan penguatan, motivasi kepada mahasiswa baru. Beliau sudah sangat banyak memberikan motivasi tadi, mulai dari mengharapkan menata niat yang benar untuk kuliah di Unisma," ungkapnya.
Unisma juga mendapatkan saran baik bahwa sebagai kampus NU, proses mengajar tidak hanya menghadirkan dosen namun juga para pendiri Unisma.
"Dengan penguatan tadi, mahasiswa pascasarjana Unisma, dan juga mahasiswa rekognisi pembelajaran lampau sudah tertata niatnya. Kami akan mengantarkan mahasiswa-mahasiswa baru untuk bisa sukses," pungkasnya. (*)
