OSN Kota Batu Viral, Disdik Pastikan Dokumen Lengkap dan Terverifikasi

28 Juni 2026 12:26 28 Jun 2026 12:26

Dafa Wahyu P., Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail OSN Kota Batu Viral, Disdik Pastikan Dokumen Lengkap dan Terverifikasi

Alfi Nurhidayat (berpeci), Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

KETIK, BATU – Polemik tidak lolosnya seluruh peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SD dan SMP asal Kota Batu ke tahap berikutnya memicu perhatian publik setelah viral di media sosial.

Menanggapi tudingan adanya kelalaian administrasi, Dinas Pendidikan Kota Batu memastikan seluruh dokumen persyaratan telah diunggah sesuai prosedur dan kini masih menunggu penjelasan resmi dari Kementerian Pendidikan terkait penyebab tidak munculnya nama peserta dalam hasil seleksi.

Isu tersebut mencuat setelah akun Instagram @olimpiadefolk mengunggah informasi yang menyebut kegagalan peserta Kota Batu mengikuti tahapan OSN diduga disebabkan tidak lengkapnya administrasi yang menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan.

Unggahan itu kemudian memancing beragam komentar dari warganet yang mempertanyakan proses pendaftaran hingga meminta adanya evaluasi apabila benar terjadi kelalaian.

Menanggapi kabar tersebut, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Batu, Cahyawisesa Sri Rama Atmaja, menegaskan pihaknya telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi sesuai ketentuan penyelenggara.

“Semua dokumen yang dipersyaratkan sudah kami unggah melalui sistem resmi OSN. Kami juga memiliki bukti unggah, dan seluruh persyaratan di aplikasi telah berstatus lengkap. Jika memang ada kekurangan, tentu penyelenggara akan memberikan pemberitahuan. Faktanya, hingga saat ini tidak pernah ada informasi bahwa berkas kami bermasalah,” ujarnya, Minggu, 28 Juni 2026.

Ia menjelaskan, dokumen yang diunggah meliputi video, berita acara, pakta integritas, serta berbagai berkas pendukung lain yang diwajibkan dalam proses seleksi.

Menurutnya, setelah seluruh tahapan administrasi selesai dilaksanakan, sistem juga menunjukkan bahwa seluruh persyaratan peserta telah terpenuhi.

Namun, saat hasil seleksi tingkat provinsi diumumkan pada Jumat, 26 Juni 2026, nama peserta asal Kota Batu tidak tercantum. Kondisi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan melakukan pengecekan kepada panitia dan operator penyelenggara.

“Begitu hasil diumumkan dan nama peserta Kota Batu tidak muncul, kami langsung melakukan konfirmasi. Dari hasil pengecekan, seluruh persyaratan administrasi dinyatakan sudah lengkap. Karena itu kami mempertanyakan penyebab peserta kami tidak masuk dalam daftar hasil seleksi,” papar Sesa, sapaan akrabnya.

Sesa menyebut komunikasi hingga kini masih terus dilakukan dengan operator OSN tingkat kota, provinsi, maupun operator Kementerian Pendidikan melalui jalur koordinasi resmi.

“Sampai sekarang jawaban yang kami terima masih sebatas informasi bahwa persoalan tersebut sedang dalam proses pengecekan,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan persoalan serupa tidak hanya dialami Kota Batu. Berdasarkan koordinasi yang dilakukan, terdapat sekitar 12 kabupaten/kota lain yang menghadapi kondisi serupa.

“Ini bukan hanya dialami Kota Batu. Ada sekitar 12 daerah yang mengalami permasalahan yang sama. Bersama pemerintah provinsi, kami terus meminta penjelasan kepada kementerian mengenai penyebab tidak munculnya nama peserta, padahal seluruh persyaratan administrasi sudah dinyatakan lengkap,” jelasnya.

Meski proses klarifikasi berlangsung pada akhir pekan, Dinas Pendidikan memastikan koordinasi dengan pemerintah pusat tetap berjalan. Pihaknya berharap segera ada hasil verifikasi agar penyebab persoalan tersebut dapat diketahui secara pasti.

“Harapan kami, Kementerian Pendidikan segera menyampaikan hasil verifikasi sehingga persoalan ini menjadi jelas sekaligus meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat terkait dugaan kelalaian administrasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, juga menegaskan seluruh tahapan administrasi telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami sudah memenuhi seluruh persyaratan yang diminta, mulai dari melengkapi dokumen, mengunggah berkas, video, pakta integritas, berita acara, hingga dokumen pendukung lainnya,” ujarnya.

Alfi menegaskan, fokus utama Dinas Pendidikan bukan mencari siapa yang benar atau salah, melainkan memastikan para pelajar Kota Batu tetap memperoleh haknya mengikuti proses seleksi OSN.

“Kami tidak ingin mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Yang kami harapkan adalah adanya penjelasan yang jelas serta tindak lanjut agar proses OSN Kota Batu dapat diselesaikan hingga terpilih lima peserta terbaik di setiap mata pelajaran untuk mewakili daerah pada OSN tingkat provinsi,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Olimpiade Sains Nasional Osn Sd Smp Olimpiade Folk Info Kota Batu Berita Kota Batu