Jelang Super League 2026/2027, Arema FC Naikkan Doni Suherman ke Jajaran Pelatih Tim Senior

12 Agustus 2026 20:24 12 Agt 2026 20:24

Nurul Aliyah, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Jelang Super League 2026/2027, Arema FC Naikkan Doni Suherman ke Jajaran Pelatih Tim Senior

Doni Suherman resmi bergabung dalam jajaran tim pelatih senior Arema FC untuk menghadapi Super League 2026/2027. (Foto: Media Officer Arema FC)

KETIK, MALANG Arema FC Naikkan Doni Suherman ke Jajaran Pelatih Tim Senior

MALANG — Arema FC menaikkan Head of Youth Development, Doni Suherman, ke jajaran kepelatihan tim senior untuk menghadapi Super League 2026/2027.

Doni akan menjadi bagian dari staf kepelatihan tim senior yang dipimpin pelatih kepala Marcos Santos. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Arema FC untuk memperkuat tim sekaligus memenuhi regulasi kompetisi musim 2026/2027.

Pada musim ini, klub yang menggunakan pelatih kepala asing diwajibkan memiliki dua asisten pelatih lokal dengan lisensi A AFC. Doni menjadi salah satu sosok yang memenuhi kriteria tersebut.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengatakan penunjukan Doni tidak semata-mata dilakukan untuk memenuhi regulasi. Pengalamannya selama belasan tahun di Akademi Arema menjadi pertimbangan penting.

"Memang ada regulasi bahwa ketika kita menggunakan pelatih kepala asing, harus ada dua asisten pelatih lokal yang memiliki lisensi A AFC. Coach Doni memenuhi kriteria tersebut. Tetapi tentu bukan hanya karena regulasi itu kami memilih Coach Doni," ujar Yusrinal.

Menurut Yusrinal, Doni memiliki pemahaman mendalam mengenai proses pembinaan pemain muda Arema FC. Selama berada di akademi, ia terlibat langsung dalam memantau perkembangan pemain, mulai dari karakter, kemampuan hingga potensi mereka untuk naik ke tim senior.

"Kami melihat Coach Doni sudah cukup lama bersama Akademi Arema. Dia memahami proses pembinaan, tahu karakter pemain-pemain muda kita dan juga tahu bagaimana perkembangan mereka dari waktu ke waktu. Ini yang kami harapkan bisa dibawa ke tim senior," tuturnya.

Kehadiran Doni di tim senior juga diharapkan memperkuat koneksi antara Akademi Arema dan tim utama. Dengan begitu, perkembangan pemain muda yang berpotensi dipromosikan dapat dipantau sejak berada di level akademi.

"Jadi kami ingin ada koneksi yang lebih kuat antara akademi dengan tim senior. Ketika ada pemain muda yang berkembang dan dianggap sudah memiliki potensi untuk naik, tim senior bisa mendapatkan informasi secara langsung," jelas Yusrinal.

Ia menilai informasi mengenai pemain muda tidak cukup hanya berdasarkan penampilan dalam pertandingan. Pelatih akademi juga memiliki perspektif dari proses latihan dan pembinaan yang berlangsung setiap hari.

"Kami membutuhkan orang yang bisa memberikan input kepada tim pelatih mengenai pemain lokal, terutama pemain muda. Karena orang yang berada di akademi setiap hari tentu memiliki sudut pandang yang berbeda. Dia tahu perkembangan pemain, bukan hanya dari pertandingan, tetapi juga dari proses latihan dan pembinaannya," katanya.

Doni Suherman bukan sosok baru di lingkungan Arema FC. Sebelum terjun dalam pembinaan pemain muda, ia pernah menjadi pemain.

Setelah itu, Doni melanjutkan pengabdiannya di Akademi Arema dan telah berkecimpung dalam proses pengembangan pemain muda selama belasan tahun. Dalam beberapa musim terakhir, ia juga terlibat dalam pemantauan pemain akademi yang dinilai memiliki potensi untuk dipromosikan ke tim senior.

Sebagai Head of Youth Development, Doni memiliki peran dalam pengembangan talenta muda Arema FC. Pengalaman tersebut menjadi modal ketika kini bergabung dengan jajaran kepelatihan tim senior.

Dengan posisi barunya, Doni diharapkan dapat memberikan masukan langsung kepada tim pelatih mengenai pemain-pemain muda yang berkembang di akademi, termasuk karakter, kemampuan, dan kesiapan mereka untuk bersaing di level profesional.

Yusrinal menegaskan, langkah tersebut bukan hanya diproyeksikan untuk kebutuhan Arema FC pada musim 2026/2027. Klub ingin membangun jalur yang lebih jelas bagi pemain akademi menuju tim senior.

"Harapannya tentu bukan hanya untuk musim ini. Kami ingin membangun jalur yang jelas dari akademi menuju tim senior. Kalau ada pemain yang memang punya potensi, kami ingin prosesnya terpantau dan komunikasinya tidak terputus," katanya.

Doni selanjutnya akan menjadi bagian dari tim kepelatihan Marcos Santos dalam menghadapi Super League 2026/2027. Penunjukan tersebut sekaligus diharapkan memperkuat kesinambungan antara program pembinaan pemain muda dan kebutuhan tim senior Arema FC.

"Pada akhirnya kami ingin tim senior dan akademi ini tidak berjalan sendiri-sendiri. Ada kesinambungan. Akademi menghasilkan pemain, tim senior membutuhkan pemain, dan staf pelatih bisa mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai pemain-pemain tersebut. Coach Doni kami harapkan menjadi salah satu jembatan dalam proses itu," pungkas Yusrinal. (*)

Tombol Google News

Tags:

Arema FC Doni Suherman Klub Malang Klub Sepak Bola Kota Malang Yusrinal Fitriandi