Fakultas Syariah UIN Malang Gelar Yudisium ke-58, Lepas 90 Calon Sarjana

18 Juni 2026 12:06 18 Jun 2026 12:06

Nurul Aliyah, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Fakultas Syariah UIN Malang Gelar Yudisium ke-58, Lepas 90 Calon Sarjana

Pimpinan Fakultas Syariah UIN Malang bersama mahasiswa terbaik dari seluruh prodi saat prosesi Yudisium ke-58 periode 2 tahun 2026, Kamis, 18 Juni 2026. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Yudisium ke-58 Periode II Tahun 2026 jenjang S1 pada Kamis, 18 Juni 2026, di Gedung D Fakultas Syariah. Kegiatan ini menjadi puncak masa studi mahasiswa semester akhir yang telah menyelesaikan seluruh kewajiban perkuliahan dan akan melanjutkan ke jenjang pendidikan maupun karier berikutnya.

Perjalanan menuju gelar sarjana menjadi proses panjang bagi mahasiswa Fakultas Syariah. Selain harus menyelesaikan seluruh SKS, mahasiswa juga wajib memenuhi berbagai persyaratan administratif hingga akhirnya mencapai tahap akhir masa studinya di Fakultas Syariah.

Yudisium ini juga menjadi momen yang penuh haru bagi Fakultas Syariah karena dapat melepas para mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya. Dengan rasa bangga, jajaran dekanat dan dosen mengantarkan para lulusan menuju tahap berikutnya dalam kehidupan mereka.

Prosesi Yudisium ke-58 Fakultas Syariah UIN Malang berlangsung khidmat dan dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag. Suasana semakin khusyuk dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan oleh Annisa Rahman.

Dari laporan akademik yang disampaikan oleh Wakil Dekan I, Prof. Dr. Sudirman, M.A. pada Yudisium ke 58 Fakultas Syariah tercatat sebanyak 90 mahasiswa yang terdiri dari 42 orang prodi Hukum Keluarga Islam (HKI), 18 orang prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES), 18 orang prodi Hukum Tata Negara (HTN), dan 12 orang prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT). Beberapa mahasiswa tersebut resmi diyudisium dan dilepas untuk meneruskan jenjang pendidikan lebih tinggi atau berkarier.

Foto Mahasiswa mengikuti prosesi Yudisium Fakultas Syariah ke-58 periode 2 tahun 2026 dengan khidmat. (Foto: Aliyah/Ketik.com)Mahasiswa mengikuti prosesi Yudisium Fakultas Syariah ke-58 periode 2 tahun 2026 dengan khidmat. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

Tercatat tiga mahasiswa Program Studi HKI dengan IPK terbaik, yakni peringkat I diraih Alfi Karomah dengan IPK 3,95, peringkat II diraih Latifah Wahidatul Hidayah dengan IPK 3,95, dan peringkat III diraih Fira Lutfiana Nisak dengan IPK 3,93.

Sementara itu, tiga mahasiswa dengan IPK tertinggi dari Program Studi HES adalah Khusnul Amalia sebagai peringkat I dengan IPK 3,86, Anis Nur Laili sebagai peringkat II dengan IPK 3,81, dan Alif Viviana sebagai peringkat III dengan IPK 3,80.

Dari Program Studi HTN, peringkat I diraih Yevina Candra Rahmaning Putri dengan IPK 3,90, peringkat II diraih Sekar Ayu Dwirunia dengan IPK 3,89, dan peringkat III diraih Nadia Noorafira dengan IPK 3,88.

Sementara dari Program Studi IAT, peringkat I diraih Zalvaul Mufidah dengan IPK 3,96, peringkat II diraih Khurin In Nailil Rohmah dengan IPK 3,95, dan peringkat III diraih Ismawatul Jannah dengan IPK 3,93.

Beberapa peserta Yudisium ke-58 Fakultas Syariah juga mencatatkan prestasi membanggakan. Pada kategori Karya Ilmiah Mahasiswa (skripsi) berbahasa asing, terdapat tiga mahasiswa dari HKI, satu mahasiswa dari HES, dan satu mahasiswa dari HTN yang meraih penghargaan.

Selain itu, pada kategori hafalan Al-Qur'an, terdapat satu mahasiswa dari Program Studi HES, satu mahasiswa dari Program Studi HTN, dan sembilan mahasiswa dari Program Studi IAT.

Sementara pada kategori prestasi nonakademik, tercatat empat mahasiswa dari Program Studi HKI, satu mahasiswa dari Program Studi HES, lima mahasiswa dari Program Studi HTN, dan satu mahasiswa dari Program Studi IAT yang memperoleh penghargaan.

Dalam momen penuh kehangatan tersebut, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., menyampaikan bahwa hal terpenting bagi para lulusan adalah menjaga nama baik almamater Fakultas Syariah, UIN Malang, serta nama baik orang tua agar dapat meraih kesuksesan di masa depan.

"Mereka yang akan studi lanjut juga insyaallah sudah memiliki banyak bekal, baik kemampuan bahasa maupun kompetensi sesuai bidangnya. Bagi yang akan bekerja, saya kira keterampilan yang sudah diberikan Fakultas Syariah juga insyaallah cukup memadai," tutur Dekan Fakultas Syariah UIN Malang.

Ia juga menyampaikan bahwa Fakultas Syariah telah membekali mahasiswa dengan kompetensi yang dapat menjadi modal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, meniti karier sesuai bidang, maupun berwirausaha.

"Saya sangat berharap bagi mereka yang ingin berwirausaha juga insyaallah terbuka peluang yang sangat besar. Begitu juga yang ingin studi lanjut maupun berkarier sesuai bidangnya. Mau menjadi hakim, mediator, advokat, konselor, atau peneliti, insyaallah bekal sudah kami berikan. Namun, mereka tetap harus terus mengasah kemampuan agar dapat lebih sukses di masa depan," tambahnya.

Pada Yudisium ke-58 Periode II Tahun 2026, Fakultas Syariah telah melepas sebanyak 5.478 alumni yang terdiri atas 2.749 lulusan Program Studi HKI, 1.914 lulusan Program Studi HES, 672 lulusan Program Studi HTN, dan 362 lulusan Program Studi IAT. (*)

Tombol Google News

Tags:

UIN Malang Fakultas Syariah Universitas Negeri Malang Kota Malang Yudisium Fakultas Syariah Kampus Malang Kampus Islam Malang