KETIK, MALANG – Dosen Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, M. Anwar Mas'adi menyebut sastra memiliki peran penting dalam memperkuat literasi kesehatan mental karena mampu menjadi ruang refleksi, membangun empati, dan membantu seseorang memaknai pengalaman hidup.
Pernyataan itu disampaikan Anwar saat menjadi pembicara dalam Ngobrol Santai: Bedah Buku Broken Strings – We're Not Okay and That's Fine di Rumah Budaya Ratna, Kota Malang.
Pada forum tersebut, ia berdiskusi bersama dosen Fakultas Psikologi UIN Malang, Yusuf Ratu Agung, M.A., yang membahas kesehatan mental dari perspektif psikologi.
Anwar mengatakan karya sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media untuk memahami diri sendiri dan realitas sosial.
Menurutnya, buku Broken Strings menggambarkan pergulatan batin banyak orang di tengah tekanan sosial dan ekspektasi lingkungan.
Ia menambahkan, pesan "We're not okay and that's fine" bukanlah ajakan untuk menyerah. Sebaliknya, ungkapan itu mengingatkan bahwa mengakui kondisi diri merupakan langkah awal dalam proses pemulihan, membangun harapan, memperbaiki relasi sosial, dan menguatkan spiritualitas.
Sementara itu, Yusuf Ratu Agung mengulas kesehatan mental dari sudut pandang psikologi. Kolaborasi kedua akademisi tersebut menunjukkan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam memahami persoalan kesehatan mental.
Diskusi yang diikuti akademisi, mahasiswa, komunitas literasi, dan masyarakat umum itu diharapkan menjadi ruang dialog untuk meningkatkan literasi kesehatan mental.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kontribusi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam menghadirkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat melalui kolaborasi antara Fakultas Humaniora dan Fakultas Psikologi.(*)
