KETIK, JAKARTA – Kabar menggembirakan datang bagi pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama. Rider asal Gunungkidul itu naik ke posisi ketiga klasemen sementara Moto3 2026 setelah salah satu pesaingnya, Adrian Fernandez, dijatuhi hukuman berat oleh pihak penyelenggara kejuaraan.
Keputusan tersebut diambil setelah ditemukan pelanggaran teknis pada motor yang digunakan Fernandez.
Dikutip dari laman resmi MotoGP, Sabtu 6 Juni 2026, Adrian Fernandez mendapat hukuman berat setelah adanya indikasi pembongkaran mesin yang tidak sesuai aturan, ditandai dengan kerusakan pada kawat pengaman mesin dan segel penanda resmi yang seharusnya tidak boleh diubah tanpa izin.
Akibat pelanggaran itu, seluruh hasil yang diraih Fernandez dalam enam seri awal Moto3 2026 dibatalkan. Ia dihukum dari balapan di Thailand, Brasil, Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, hingga Catalunya.
Dengan dicoretnya hasil-hasil tersebut, pembalap tim Leopard Racing itu kehilangan sebagian besar poin yang telah dikumpulkannya sepanjang musim.
Veda Ega Pratama saat melakoni Moto3. (Foto: TikTok @54vedaegapratama)
Satu-satunya hasil yang tetap tercatat untuk Fernandez adalah finis di posisi keempat pada seri Italia. Sementara itu, pihak Leopard Racing memilih tidak memberikan pernyataan resmi terkait keputusan tersebut.
Keuntungan Bagi Veda
Kondisi ini bagi Veda seakan mendapat ketiban durian runtuh. Veda Ega yang sebelumnya finis di posisi keempat pada balapan Moto3 Prancis, kini naik satu peringkat menjadi posisi ketiga.
Tambahan poin tersebut membuat peluang pebalap muda Indonesia itu semakin terbuka untuk bersaing di papan atas klasemen musim ini.
Kenaikan posisi Veda menjadi bukti bahwa konsistensi sepanjang musim dapat memberikan keuntungan besar, terutama ketika rival-rival terdekat mengalami masalah.
Dengan masih banyak seri tersisa, peluang Veda untuk terus memperbaiki posisinya di klasemen Moto3 2026 kini semakin menjanjikan. (*)
