KETIK, JAKARTA – Menjelang Piala Dunia FIFA 2026 yang akan digelar pada Juni mendatang, perhatian publik tertuju pada perubahan besar dalam format turnamen yang akan menjadi tonggak baru dalam sejarah kompetisi sepak bola paling bergengsi di dunia ini.
Untuk pertama kalinya, jumlah peserta putaran final akan diperluas dari 32 menjadi 48 tim. Kebijakan yang diambil oleh FIFA ini membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai kawasan untuk tampil di panggung dunia, sekaligus menjadikan edisi 2026 sebagai turnamen terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia.
Tak hanya dari sisi jumlah peserta, perubahan signifikan juga terjadi pada penyelenggaraan. Jika sebelumnya Piala Dunia hanya digelar di satu negara atau maksimal dua negara, maka pada 2026 turnamen ini akan berlangsung di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Format multi-negara ini menjadi yang pertama dalam sejarah dan mencerminkan skala penyelenggaraan yang semakin besar.
Perubahan format ini juga berdampak pada sistem kompetisi. Dengan jumlah tim yang lebih banyak, fase grup dan babak gugur akan mengalami penyesuaian untuk mengakomodasi tambahan pertandingan. Hal ini diperkirakan akan membuat turnamen berlangsung lebih panjang dan kompetitif, sekaligus meningkatkan intensitas persaingan antarnegara.
Sebagai perbandingan, sejak pertama kali digelar pada 1930 di Uruguay dengan hanya 13 peserta tanpa babak kualifikasi, Piala Dunia terus mengalami perkembangan signifikan. Kini, hampir seluruh negara anggota FIFA harus melalui proses kualifikasi panjang yang bisa berlangsung hingga tiga tahun demi memperebutkan tiket ke putaran final.
Hingga edisi 2022, Piala Dunia telah digelar sebanyak 22 kali dengan hanya delapan negara yang pernah meraih gelar juara. Brasil masih menjadi tim tersukses dengan lima gelar dan satu-satunya negara yang selalu tampil di setiap edisi.
Dengan berbagai perubahan tersebut, Piala Dunia FIFA 2026 diproyeksikan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum transformasi besar dalam sejarah sepak bola global. Format baru yang lebih inklusif dan skala penyelenggaraan yang semakin luas menandai babak baru bagi turnamen ini di masa depan.
