KETIK, JAKARTA – Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni mengeluhkan waktu persiapan yang singkat menjelang laga final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol. Pernyataan tersebut disampaikan Scaloni dalam konferensi pers di Javits Center, New York, Amerika Serikat, Jumat 17 Juli 2026 waktu setempat.
Melansir dari LA NACION, Scaloni menyebut agenda resmi FIFA membuat Argentina tidak mendapatkan waktu latihan ideal sebelum menghadapi Spanyol.
“Kami dipaksa berlatih pada waktu yang tidak kami inginkan, sangat aneh dan terlalu cepat, jadi kami fokus pada pemulihan. Kami akan melihat bagaimana kondisi para pemain," katanya.
Bahkan, pelatih berusia 48 tahun itu menyebutkan bahwa kondisi beberapa pemainnya belum 100 persen. Alhasil, ia harus mematangkan strategi dan melihat komposisi tim terbaik yang akan diturunkan pada laga final.
Menghadapi Spanyol di final, Scaloni menilai kedua tim memiliki karakter permainan yang hampir sama, terutama dalam hal penguasaan bola.
Menurutnya, Spanyol terus menunjukkan perkembangan positif sepanjang turnamen dan tampil semakin kuat dari pertandingan ke pertandingan.
“Mereka membangun semuanya melalui penguasaan bola, dalam hal itu kami cukup mirip. Spanyol berkembang dari pertandingan ke pertandingan, dan laga terakhir mereka mungkin adalah yang terbaik dari semuanya," katanya.
"Pola permainan mereka berpusat pada bola. Ada beberapa perbedaan kecil, tetapi secara umum kami memiliki pemikiran yang hampir sama,” lanjutnya.
Selain membahas kekuatan lawan, Scaloni juga menyoroti dukungan besar masyarakat Argentina yang menjadi motivasi tambahan.
Ia menegaskan bahwa dirinya bermain bukan hanya untuk tim, melainkan demi masyarakat Argentina.
“Kami bermain untuk masyarakat kami, untuk negara kami, untuk keluarga kami, untuk orang-orang yang menantikan melihat tim nasional," katanya.
Ia mengaku telah mendapatkan kembali sesuatu yang sangat berharga. Sesuatu itu adalah melihat orang-orang kembali duduk bersama di depan televisi, bahkan membuat pendukung Boca dan River, serta Newell’s dan Central, bisa saling berpelukan.
“Kami melihatnya, kami merasakannya, kami memperhitungkannya. Bagaimana mungkin itu tidak membuat kami terharu? Persatuan sangat penting dan hubungan itu ada. Masyarakat bersama tim ini. Kami merasakannya, kami melihatnya, dan bagi kami itu sangat emosional,” tambahnya.
Argentina datang ke final dengan modal pengalaman setelah tampil di pertandingan puncak Piala Dunia sebelumnya. Kemudian ia berhasil menyingkirkan Inggris 2-1 di partai semifinal Piala Dunia 2026.
Namun, Scaloni menegaskan pengalaman tersebut tidak otomatis menjadi keuntungan besar. Ia menilai Spanyol juga memiliki pemain-pemain berkualitas yang terbiasa tampil di level tertinggi bersama klub masing-masing.
“Mereka juga memiliki pemain yang pernah tampil di panggung besar, yang menjadi bintang di klub masing-masing. Soal tekanan, ketika pertandingan dimulai, saya rasa pemain akan melupakannya," pungkasnya. (*)
.png)