Hasil Imbang Indonesia vs Malaysia Bikin Kecewa, PSTI Soroti Herdman dan PSSI

30 September 2026 10:09 30 Sep 2026 10:09

Thumbnail Hasil Imbang Indonesia vs Malaysia Bikin Kecewa, PSTI Soroti Herdman dan PSSI

Ketua Umum PSTI, Ignatius Indro. (Foto: Ignatius Indro for Ketik.com)

KETIK, MALANG – Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) menyayangkan hasil imbang tanpa gol yang diraih Timnas Indonesia saat menghadapi Malaysia dalam pertandingan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin, 28 September 2026 lalu. 

Ketua Umum PSTI Ignatius Indro menilai hasil tersebut mengecewakan, terlebih pertandingan berlangsung di hadapan puluhan ribu suporter Indonesia. Namun, ia meminta kekecewaan tidak diarahkan kepada para pemain.

“Kami kecewa dengan hasilnya, tetapi kekecewaan ini jangan diarahkan kepada pemain. Para pemain sudah berjuang sekuat tenaga, bahkan harus bermain dengan sepuluh orang setelah Thom Haye mendapat kartu merah pada babak pertama. Mereka tetap berusaha mempertahankan pertandingan dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” ujar Indro.

Indonesia bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37 setelah Thom Haye mendapat kartu merah. Meski demikian, skuad Garuda mampu mempertahankan skor 0-0 hingga pertandingan berakhir.

Menurut Indro, pertandingan tersebut justru menunjukkan sejumlah persoalan yang perlu menjadi bahan evaluasi, terutama bagi pelatih John Herdman dalam menentukan komposisi dan penempatan pemain.

“Kami melihat ada persoalan dalam penempatan pemain dan bagaimana tim merespons situasi pertandingan. Setelah bermain dengan sepuluh pemain, tentu situasinya berubah. Tetapi sebelum kartu merah pun permainan Indonesia belum menunjukkan agresivitas dan efektivitas yang kami harapkan. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi John Herdman,” katanya.

Indro menegaskan evaluasi tidak seharusnya dilakukan secara emosional hanya berdasarkan satu pertandingan. Namun, laga melawan Malaysia dinilai menjadi momentum untuk melihat kesesuaian strategi Herdman dengan karakter pemain yang dimiliki Indonesia.

Sorotan juga muncul dari tribun SUGBK setelah sejumlah suporter meneriakkan nama mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY), seusai pertandingan. Indro melihat chant tersebut sebagai ekspresi kekecewaan suporter.

“Saya melihat chant STY bukan ditujukan kepada pemain. Itu adalah ekspresi kemarahan dan kekecewaan suporter terhadap situasi sepak bola nasional, terutama terhadap federasi. Apalagi Ketua Umum PSSI Erick Thohir hadir langsung di stadion dan menyaksikan pertandingan tersebut,” ujarnya.

Menurut Indro, ekspresi suporter perlu dibaca sebagai kritik terhadap pengelolaan Timnas Indonesia. Ia meminta PSSI tidak semata-mata menganggap reaksi dari tribun sebagai gangguan.

“Suporter datang ke stadion bukan untuk membenci pemain. Mereka datang untuk mendukung Indonesia. Ketika pertandingan berakhir dan hasilnya tidak sesuai harapan, tentu ada kekecewaan. Jangan sampai pemain yang sudah berjuang menjadi sasaran utama kemarahan. Yang harus dievaluasi adalah bagaimana tim ini dibangun, bagaimana keputusan teknis dibuat, dan bagaimana federasi memastikan Timnas Indonesia mempunyai arah yang jelas,” tegasnya.

PSTI meminta evaluasi terhadap Herdman dilakukan secara objektif, mulai dari pemilihan pemain, penempatan posisi, perubahan strategi selama pertandingan, hingga kemampuan tim merespons situasi di lapangan.

Di sisi lain, Indro mengajak suporter tetap memberikan apresiasi kepada para pemain yang telah berjuang meski harus bermain dengan 10 orang.

“Pemain jangan dijadikan kambing hitam. Mereka sudah bekerja keras di lapangan. Kita boleh mengkritik permainan dan keputusan pelatih, tetapi jangan menghilangkan apresiasi kepada pemain yang sudah berjuang membawa nama Indonesia,” ujarnya.

PSTI juga mengajak suporter menjaga kritik tetap konstruktif menjelang pertandingan terakhir Grup A melawan Bangladesh.

“Kritik harus tetap ada, tetapi dukungan kepada Timnas juga harus tetap diberikan. Yang kami inginkan adalah PSSI dan tim pelatih belajar dari pertandingan melawan Malaysia. Jangan sampai kekecewaan suporter justru membuat kita terpecah,” kata Indro.

Tombol Google News

Tags:

Indonesia vs Malaysia Timnas Indonesia Ignatius Indro Paguyuban Suporter Timnas Indonesia John Herdman PSSI Fifa Asean Cup