KETIK, GIANYAR – Turnamen Piala Presiden Elite 2026 telah memasuki partai puncak. Persib Bandung akan menghadapi Persebaya Surabaya pada laga final yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis, 6 Agustus 2026.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, memasang target realistis sekaligus optimistis timnya mampu menutup turnamen sesuai target yang telah ditetapkan.
Pelatih asal Portugal itu menyebut laga melawan Persib ibarat pertarungan Daud versus Goliat. Menurutnya, Maung Bandung memiliki kedalaman skuad yang sangat mumpuni.
"Jika kami menganalisis, kami bahkan bisa membuat tiga tim dari skuad Persib. Kalian bisa memainkan satu tim sekarang dan tim lain di pertandingan berikutnya. Persaingan di dalam skuad mereka tentu sangat tinggi," katanya dalam konferensi pers usai laga melawan Arema FC, Selasa, 4 Agustus 2026.
Tavares menilai kondisi tersebut sangat berbeda dengan Persebaya yang saat ini banyak mengandalkan pemain muda hasil binaan akademi.
"Ada juga pemain yang mengakhiri musim lalu dalam kondisi cedera dan baru bermain beberapa menit sebagai bagian dari proses rehabilitasi, contohnya Rachmat Irianto," jelasnya.
Menurut Tavares, pemain yang akrab disapa Rian itu baru menjalani operasi bahu. Setelah melalui proses rehabilitasi, kini ia mulai kembali mendapatkan menit bermain.
Selain itu, Tavares juga menyoroti waktu istirahat kedua tim. Menurutnya, Persib memiliki waktu pemulihan yang lebih panjang karena menjalani laga semifinal lebih awal melawan Persija. Sementara itu, Persebaya baru bertanding pada malam hari menghadapi Arema FC.
"Melihat kondisi tim lawan, mereka adalah favorit. Mereka bermain lebih awal dari kami, punya waktu istirahat lebih panjang, dan fleksibilitas rotasi yang lebih banyak. Pertandingan semifinal tadi sangat berat bagi kami karena para pemain kelelahan. Mereka bukan mesin," tuturnya.
Meski dihadapkan pada persoalan kelelahan dan keterbatasan rotasi pemain, Bernardo Tavares menegaskan timnya tetap akan memberikan penampilan terbaik pada laga final Piala Presiden Elite 2026.
Ia bertekad menyapu bersih kemenangan sejak fase grup hingga partai final yang akan berlangsung malam ini di Bali.
"Kami harus rendah hati mengakui situasi ini. Ini seperti Daud melawan Goliat. Namun, kami akan tetap tampil dengan 11 pemain dan memberikan segalanya di lapangan," tegasnya. (*)
