Peringatan 79 Tahun Pertempuran Jalan Salak, MAS TRIP dan Gubernur Jatim Ajak Pemuda Warisi Nilai Pejuang

1 Agustus 2026 06:03 1 Agt 2026 06:03

Kukuh Kurniawan, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Peringatan 79 Tahun Pertempuran Jalan Salak, MAS TRIP dan Gubernur Jatim Ajak Pemuda Warisi Nilai Pejuang

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendampingi Ketua Umum Pusat Paguyuban MAS TRIP, Destry Damayanti, ziarah dan tabur bunga di TMP TRIP Kota Malang, Jumat, 31 Juli 2026. (Foto: Kukuh/Ketik)

KETIK, MALANG – Semangat perjuangan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) kembali bergema dalam peringatan 79 Tahun Pertempuran Jalan Salak yang sarat sejarah. Suasana khidmat mewarnai rangkaian acara yang diisi dengan ziarah, tabur bunga, hingga aksi reka ulang sejarah (reenactment) di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) TRIP Kota Malang, Jumat, 31 Juli 2026. 

Ketua Umum Pusat Paguyuban MAS TRIP, Destry Damayanti, menegaskan pentingnya menjaga api semangat perjuangan. Menurutnya, nilai-nilai kepahlawanan tersebut harus diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi muda melalui pendidikan dan keteladanan nyata.

"Semangat MAS TRIP pasti akan terus kami gelorakan, khususnya kepada generasi muda. Kalau generasi kami masih bisa mendengar langsung cerita dari orang tua yang menjadi pejuang, anak-anak dan cucu-cucu kami juga harus bisa merasakan semangat itu melalui keteladanan yang kami berikan," jelasnya.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Plt Gubernur Bank Indonesia (BI) tersebut menambahkan bahwa keluarga besar MAS TRIP memikul tanggung jawab moral untuk menjaga dan meneruskan nilai-nilai perjuangan. Hal ini sejalan dengan moto perjuangan yang telah melekat sejak lama: 'Perjuangan Diteruskan Sampai Ke Akhir Zaman'.

Ia pun berharap, agenda tahunan ini tidak sekedar menjadi ritual seremonial semata. Melainkan, juga mampu membangun kesadaran sejarah di tengah masyarakat.

"Kami ingin membangun kesadaran, bahwa orang tua kami pernah menjadi bagian dari perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan. Nilai-nilai itu harus terus hidup di generasi penerus," terangnya.

Foto Aksi teatrikal pertempuran Jalan Salak (kini Jalan Pahlawan TRIP) yang dilakukan oleh Komunitas Reenactor mewarnai kegiatan ziarah dan tabur bunga di TMP TRIP Kota Malang, Jumat, 31 Juli 2026 (Foto : Kukuh/Ketik)Aksi teatrikal pertempuran Jalan Salak (kini Jalan Pahlawan TRIP) yang dilakukan oleh Komunitas Reenactor mewarnai kegiatan ziarah dan tabur bunga di TMP TRIP Kota Malang, Jumat, 31 Juli 2026. (Foto : Kukuh/Ketik)

Destry juga menjelaskan bahwa upaya konkret memperkenalkan sejarah perjuangan TRIP telah dilakukan melalui dunia pendidikan. Sejumlah daerah bahkan telah memasukkan materi tentang TRIP ke dalam kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah.

"Di beberapa daerah, materi tentang perjuangan MAS TRIP sudah masuk dalam pembelajaran sejarah di sekolah. Ini yang terus kami upayakan agar bisa diterapkan lebih luas di sekolah-sekolah lainnya," ungkapnya. 

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak generasi muda untuk memaknai perjuangan para anggota TRIP sesuai dengan konteks dan tantangan zaman modern. 

Ia mengingatkan, perjuangan para pelajar di tahun 1947 dilakukan dengan mengangkat senjata untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang baru berusia dua tahun. Maka di zaman sekarang, bentuk perjuangan kini telah mengalami pergeseran. 

"Dulu mereka berjuang dengan senjata seadanya untuk mempertahankan kemerdekaan. Sekarang, senjata kita adalah teknologi informasi, ilmu pengetahuan, kebersamaan dan semangat gotong royong," bebernya 

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menegaskan setiap warga memiliki tanggung jawab dan peran aktif menjaga kemerdekaan Indonesia. Tentunya, sesuai dengan bidang dan profesinya masing-masing. 

"Kita semua memiliki tugas yang sama untuk menjaga kemerdekaan Republik Indonesia. Tentu melalui profesi dan peran kita masing-masing," tandasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pertempuran Jalan Salak Mas TRIP Kota Malang Destry Damayanti Khofifah Indar Parawansa