Kolaborasi Anak Bangsa, Kapmi Siap Rumuskan AI Pancasila

22 Oktober 2026 11:27 22 Okt 2026 11:27

Niesky Hafur, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kolaborasi Anak Bangsa, Kapmi Siap Rumuskan AI Pancasila

Pengurus BPP Kapmi rumuskan AI Pancasila di Jakarta, Rabu 21 Oktober 2026 (Foto: Kapmi for ketik)

KETIK, JAKARTA – Badan Pimpinan Pusat Kamar Dagang Pengusaha Muda Indonesia (BPP KAPMI) menghadirkan konsep AI Pancasila dan menggagas pembentukan Lembaga Badan AI Nasional.

Gagasan tersebut diiinisiasi pengurus Kapmi, Ketua Umum BPP KAPMI Muliansyah Abdurrahman, Dewan Pembina Fachrul Razi, Dewan Pakar Kun Wardana dan Waketum Edrida Pulungan.

Para penggagas tersebut menilai Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar dan pengguna AI asing, tapi harus menjadi produsen AI berdaulat.

Ketua Umum BPP KAPMI Muliansyah Abdurrahman menegaskan, AI Pancasila adalah jawaban atas kekhawatiran dominasi AI asing yang tidak sesuai dengan karakter Indonesia.

AI harus menjadi alat untuk menciptakan lapangan kerja dan memperkuat UMKM, bukan untuk memecah belah.

"Selama ini kita pakai AI buatan luar yang algoritmanya tidak kita kendalikan. Saatnya Indonesia punya AI Pancasila. AI yang sopan, beradab, gotong royong, dan berpihak pada kepentingan nasional," tegas Ketum BPP Kapmi Muliansyah dalam acara Diskusi Khusus Lembaga Badan AI KAPMI, Rabu 21 Oktober 2026.

Konsep AI Pancasila yang diperkenalkan KAPMI adalah kecerdasan buatan yang dibangun dengan nilai-nilai Pancasila. AI yang berketuhanan, berkemanusiaan, mempersatukan, bermusyawarah, dan berkeadilan sosial.

Bukan AI yang liberal, individualistis, dan berpotensi merusak moral bangsa. Sementara itu, Fachrul Razi menekankan pentingnya kedaulatan data dan kedaulatan algoritma.

Ia menilai tanpa Badan AI Nasional, Indonesia akan terus menjadi objek dan korban disrupsi teknologi global. Negara harus hadir mengatur dan mengarahkan. Kun Wardana, pakar telematika dan teknologi, menambahkan, bahwa AI Pancasila harus dikembangkan secara open-source dan kolaboratif melibatkan kampus, pengusaha muda, dan pemerintah. AI harus membumi dan bisa diakses oleh warung, nelayan, dan petani.

Pada kesempatan terakhir, Edrida Pulungan, tokoh penggerak AI nasional, menegaskan bahwa Lembaga Badan AI yang digagas KAPMI akan menjadi wadah orkestrasi ekosistem AI. Mulai dari regulasi, sertifikasi, pelatihan 1 Juta Melek AI, hingga inkubasi startup AI lokal berkarakter Pancasila.

Dengan hadirnya AI Pancasila dan Badan AI ini, KAPMI menargetkan Indonesia tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi 8 persen melalui teknologi, tetapi juga memastikan transformasi digital Indonesia tetap berakar pada jati diri bangsa, berdaulat, dan berkeadilan untuk seluruh rakyat Indonesia. (*)

Tombol Google News

Tags:

Bpp Kapmi Ai Pancasila